FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Fungsi Organisasi

Banyaknya partai pada Pemilu 2009 membuat bingung para pemilih bahkan diperkirakan akan banyak warga NKRI ini yang tidak memilih (GOLPUT). Mereka paham atau tidak tentang politik tapi mereka harus tahu tentang organisasi dan pengawakannya. Dengan mengetahui tentang organisasi, diharapkan mereka dapat memilih partai yang berkompeten dan berkualitas. Partai yang berkompeten dan berkualitas pasti memikirkan pengawakan organisasinya. Hal ini dapat diketahui melalui visi, misi dan strategi yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut.
Bagaimana cara menganalisanya ?

Setiap organisasi terutama yang besar, secara makro akan menangani tiga fungsi Pokok, yaitu : (1) fungsi perumusan strategi organisasi (corporate strategy) yang lebih bersifat kebijakan, (2) fungsi perumusan strategi alokasi sumber daya (resources allocation strategy) yang cenderung lebih bersifat taktikal, dan (3) fungsi pelaksanaan kegiatan merupakan proses mewujudkan tujuan organisasi (operasional organisasi) yang cenderung lebih bersifat operasional.

Fungsi perumusan strategi organisasi sering juga digunakan istilah “grand strategy”, termasuk diantaranya adalah perumusan visi, misi, tujuan (objective), kebijakan (policy), dan strategi, serta perencanaan tentang bagaimana pengorganisasian (organization planning) seluruh kegiatan dalam menjalankan strategi tersebut. Organization planning memberikan arah kepada setiap awak organisasi, kemana organisasi akan dibawa ke masa yang akan datang.

Ditinjau secara hirarki, fungsi ini berada pada tingkatan tertinggi. prosesnya memerlukan pemahaman yang mendalam serta analisis yang cermat dan cerdas tentang berbagai perkembangan kondisi lingkungan strategik, seperti perkembangan teknologi, ekonomi sosial budaya, politik, bahkan bagi beberapa organisasi diperlukan kajian tentang sejarah masa lalu. Permasalahan yang dihadapi sangat kompleks dan dinamis, sehingga penuh ketidakpastian, namun harus dapat dikenali secara cerdas untuk mengurangi tingkat ketidakpastian tadi. Untuk itu diperlukan personil yang memiliki daya abstraksi kuat, kemampuan yang solid dalam melakukan analisis terhadap perkembangan lingkungan strategik, serta melakukan sintesa terhadap perkembangan iptek. Tujuan utama dari penyelengaraan ini adalah tercapainya tujuan secara efektif.

Fungsi perumusan strategi alokasi sumber daya diselenggarakan dengan melakukan berbagai kegiatan yang menjembatani antara tingkatan strategik yang cenderung bersifat “abstrak”, dengan tindakan operasional yang bersifat lebih fisikal. Kegiatan tersebut antara lain pengembangan organisasi, perumusan sasaran yang konkret dan terukur, program-program untuk mencapai sasaran, serta menetapkan jumlah sumberdaya yang harus dikerahkan untuk mendukung setiap program guna mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. Dalam berbagai literature, khususnya metode dan sistem yang digunakan dalam penyelengaraan fungsi ini, lebih dikenal dengan PPBS (Planning, Programing, and Budgeting System). Tujuan utama digunakan PPBS adalah untuk dapat mencapai Tujuan organisasi secara optimal (efisien dan efektif)

Pemahaman terhadap perkembangan lingkungan strategik serta kondisi internal organisasi sangat diperlukan dalam menjalin fungsi ini. Oleh karena itu, kondisi lingkungan yang dihadapi Sebagian bersifat kurang pasti, Sebagian lagi bersifat lebih pasti, sehingga dapat dikalkulasi tingkat probabilitas kejadiannya. Oleh karena itu kapasitas kemampuan personil yang dibutuhkan adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang solid dalam merumuskan sasaran strategis organisasi, Rencana implementasinya dalam bentuk program beserta prioritasnya, serta memperoleh dan mengalokasi sumberdaya pada setiap program agar sasaran tercapai efektif dan efisien.

Fungsi pelaksanaan kegiatan merupakan tingkatan terbawah dari proses manajemen dalam suatu organisasi, tetapi justru merupakan bagian terdepan. Fungsi inilah yang pelaksanaanya merumuskan sasaran sesuai bidangnya. Rumusan ini sebagai masukkan bagi proses penyelengaraan fungsi pada tingkat strategis dan taktikal dan mewujudkan sasaran-sasaran berdasarkan program dan Anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Kondisi lingkungan yang dihadapi lebih cenderung bersifat pasti dan fisikal. Tujuan utamanya adalah efisiensi pengunaan sumberdaya, baik dengan cara “minimizing cost” dalam upaya mencapai target tertentu, atau “minimizing output” dalam memanfaatkan sumberdaya yang telah tersedia.

Dapat dipahami jika untuk melaksanakan fungsi ini, para personil dituntut memiliki pemahaman dan mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan serta metode efisiensi, antara lain ekonomi dan riset operasi, disamping pengetahuan spesifik sesuai bidangnya jika organisasi menginginkan kinerja yang tinggi. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi (TI), pemanfaatan peralatan komputer dan komunikasi sebagai sarana bantu dalam melaksanakan pekerjaan bagi awak organisasi pada tingkat ini, kemampuan ini akan sangat berperan dalam menunjang keberhasilan tugas. Organisasi yang didasari knowledge menuntut setiap awak organisasi untuk akrab dengan teknologi terutama TI.

Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana menciptakan awak organisasi yang demikian kemampuannya. Untuk memenuhi kebutuhan pengawakan bagi tiap tingkatan fungsi organisasi, harus dilakukan pembelajaran atau “learning”. Organisasi modern masa kini dikembangkan agar memiliki budaya “learning organization”. Proses pembelajarannya dapat bersifat informal maupun nonformal. Tanpa proses pendidikan formal, profesionalisme seseorang akan tetap semakin meningkat (bila diukur dari tingkat produktivitasnya) sejalan dengan pengalaman ia bekerja. Sedangkan, meningkatkan profesionalisme melalui pendidikan formal, lebih signifikan.

Semoga bermanfaat dan tidak golput lagi.
Selamat menganalisa peserta pemilu 2009.

Oh… ya jika kurang paham silahkan … baca sekali lagi … :mrgreen:
Kemudian bertanyalah pada diri anda : Bagaimana organisasiku dan pengawakannya ?

About these ads

Filed under: Indonésie, Organisasi, Pertahanan, , , , , , , , , , , ,

31 Responses

  1. designer handbags mengatakan:

    Do you know replica handbags?

  2. cenya95 mengatakan:

    @alhakim: proses pemilu berbeda meskipun sistem presidential. Di Prancis, lain lagi; masa dinas presiden berbeda dengan MPR/DPR yaitu 5 tahun dan 7 tahun. Jadi ada saling monitor tentang program kerjanya. Di Indonesia sepertinya harus diatur dech Pemilu, misal: setelah dua tahun Pemilu caleg, kemudian Pemilu untuk Capres/Cawapres. Dengan demikian kebijakan pemerintah dapat konsisten.

  3. haniifa mengatakan:

    @Mas Alhakim
    Tapi setahu saya sistem presidetial itu milih presiden dulu
    Subhanallah….
    Selama saya mendapatkan hak memilih, bukan rasanya, bukan sulap, dan bukan sihir…. selama beberapa kali PEMILU di Indonesia yang menganut “sistem presidential”… yang dipilih adalah WAKIL RAKYAT.
    Kalau di Indonesia sekarang sistem New “System Presidential“-nya harus memilih Wakil Rakyat kemudian pemilihan langsung “President”…. mosok mesti di tolak… wahhh nyeleneh dunk… :P

    Di Amrik, saya belum pernah hidup di Amrik tapi kira-kira beginih: Pemilihan presiden secara langsung dengan sistem “Liberal”.

    *Mudah-mudahan sama penasaran nyah… :D *

  4. alhakim mengatakan:

    T : kok doubel.. maaf. delete aja pak yang atas dan ini
    —————-
    J : Okey…

  5. alhakim mengatakan:

    just curious aja, bukan bermaksud menyamakan dengan Amrik. Tapi setahu saya sistem presidetial itu milih presiden dulu ya ? CMIIW

  6. haniifa mengatakan:

    Indonesia bukan Amrik, makanya Las Vegas beda dengan nge-Las pakai Gas… :D

  7. alhakim mengatakan:

    mo tanya… kenapa di indonesia harus memilih caleg dulu kok nggak presiden dulu ya? nggak kayak di amrik :roll: *penasaran*

  8. cenya95 mengatakan:

    @hmcahyo: kelihatannya… harus optimis saat dicobakan meskipun lambat, Mas.
    @namakuananda: kayaknya akan banyak yang golput, tapi kalo saya sih pasti milih caranya tunggu posting “Fanatik”.
    @1ndir4: yup… se7, Mbak.
    @haniifa: alhamdulillah… dah paham. salam kembali, makasih.
    @juliach: tahun 2004, sy milih di Rochefort krn tiket TGVnya hanya bisa pergi ajah. Trus buat surat mohon maaf tidak dapat ke KBRI. eh.. malah dikirimi kartu pemilih dan surat suara via pos, akhirnya milih juga. Saat itu, kenapa tidak tanya ke Pembina Mahasiswa di KBRI ?

  9. juliach mengatakan:

    Sampe sekarang aku malah belum dapat kiriman dari KBRI tentang program, calon presiden dan profilnya setiap calon … mana bisa memilih secara analitik … yang bisa hanya pake teori “hom pim pah sopo sing kentut menang!” …

    lah kalo gini mah terpaksa ikut golput…

    dulu pernah milih… malah kecewa… tiket TGV Le Creusot-Paris pp ngak diganti … Megawati program yang dijalankan ngak karu-karuan … setiap kali ngomongnya,”Diam bukan berarti kalah…” denger aja sudah jengkel …

  10. haniifa mengatakan:

    Subhanallah…
    Jadi bila teori dan pengalaman digabungkan, pasti mereka akan sukses.
    Catatan berharga buat saya. ;)

    Salam hangat, Haniifa.

  11. 1nd1r4 mengatakan:

    Sudah diberi hak suara, yaaaa sejatinya jangan golput. Diantara sekian banyak parpol pasti ada yang bisa mnyuarakan aspirasi kita, walaupun tak sepenuhnya :)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 966 pengikut lainnya.

Halaman

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 966 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: