FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Diklat : Format Kurikulum Pelatihan

Konsep untuk apa melatih dapat disebut analisa kebutuhan pelatihan. Analisa kebutuhan pelatihan membantu para pengambil keputusan untuk menentukan apakah pelatihan bisa menjadi solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah personalia atau produksi atau kapabilitas. Sementara pelatihan dianggap tepat untuk mengatasi masalah kapabilitas seperti perlunya keahlian baru atau keahlian tambahan, untuk masalah personalia atau produksi ada solusi manajemen alternative seperti mengganti kondisi kerja.

Kebanyakan para perancang pelatihan setuju dengan perlunya mengadakan analisa kebutuhan sebelum mengembangkan suatu pelatihan. Sebuah analisa yang dilaksanakan dengan baik dapat mengidentifikasi tugas-tugas yang perlu dilaksanakan oleh tenaga kerja dan kebutuhan akan pelatihan di masa depan. Dari data ini sebuah pelatihan dapat dikembangkan agar dapat mengajarkan pengetahuan, keahlian dan sikap-sikap yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.

Perancang pelatihan harus menentukan strategi-strategi dalam pelatihan. Ada dua proses dalam menentukan strategi tersebut, yaitu analisa syarat-syarat pelatihan dan analisa metode & media pemberian pelatihan.

Analisa syarat-syarat pelatihan akan membantu mengidentifikasikan tugas-tugas utama dalam pelatihan dan untuk mengambil keputusan apakah perlu memberi pelatihan atau tidak. Tidak semua tugas yang diidentifikasi dalam kegiatan ini menjadi subjek pelatihan, karena sebagian tugas tersebut mungkin terlalu mudah, sebagian dianggap tugas biasa dan sebagian dapat disisipkan dalam pelatihan lainnya. Dalam upaya mengambil keputusan yang lebih akurat untuk mengadakan pelatihan/tidak mengadakan pelatihan maka tugas-tugas tersebut dirinci ke dalam sub tugas. Untuk tugas yang perlu diadakan pelatihan, suatu tingkatan dalam pelatihan terhadap tugas tersebut (target pelatihan) harus ditetapkan agar dapat diperhitungkan syarat-syarat sumber daya yang akan digunakan.

Analisa metode dan media pemberian pelatihan akan menentukan bagaimana pelatihan akan diadakan. Jika pelatihan mensyaratkan pembelian alat-alat pelatihan yang mahal. Hal ini harus ditentukan sehingga staf yang mengurus masalah pembelian dapat dipersiapkannya sebelum pelatihan dimulai. Jenis media dan metode pemberian pelatihan yang dipilih akan berpengaruh pada pengembangan pelatihan pada kegiatan selanjutnya.

Informasi yang dibutuhkan untuk mengadakan pelatihan dapat dikembangkan. Informasi ini dapat diperoleh dari hasil kedua analisa tersebut di atas. Semua data tersebut disarikan dan dikembangkan menjadi suatu format yang dapat dengan mudah ditafsirkan oleh para pelatih. Aktifitas yang dilakukan pada kegiatan ini adalah pengembangan tujuan pelatihan, pengurutan tujuan-tujuan, pengembangan topik/modul, pengurutan topik/modul, pengembangan program, pengembangan uji coba dan penilaian, analisa metode pemberian pelatihan dan media untuk pelaksanaan kursus, dan pengembangan buku pedoman bagi pelatih. Semua kegiatan tersebut disajikan dalam sebuah dokumen yang disebut kurikulum.

Kurikulum adalah dokumen pelatihan resmi yang menggambarkan tentang strategi, isi dan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan suatu pelatihan. Kurikulum merupakan sebuah rencana terperinci yang menghubungkan persyaratan pelatihan, sebagaimana diatur dalam spesifikasi pelatihan, dengan bagian-bagian lainnya dari kurikulum. Kurikulum ini terdari enam yang harus didokumentasikan dan dipresentasikan dengan jelas dan komprehensif. Keenam bagian tersebut adalah

Bagian satu : Spesifikasi Pelatihan (Program Pelatihan). Persyaratan program pelatihan atau spesifikasi pelatihan berisikan tentang Nama pelatihan, Lama pelatihan, Tujuan pelatihan, Sasaran pelatihan, Materi pelatihan (Penerapan dan Susunan materi pelatihan), dan Persyaratan calon peserta pelatihan (Syarat umum dan Syarat khusus).

Bagian dua : Informasi Manajemen Pelatihan. Informasi ini memberikan gambaran tentang hubungan antara tujuan, tes, dan pemberian pelatihan. Hubungan tersebut menunjukkan rangkaian pola belajar yang ideal bagi peserta pelatihan, dan memberi para pelatih pengaturan waktu mengajar yang terbaik.

Bagian tiga : Persyaratan Sumber Daya Pelatihan. Ketersediaan jumlah pelatih dalam pelatihan adalah hal yang sangat penting agar pelatihan dapat dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien. Persyaratan ini sangat menentukan dalam mencapai tujuan pelatihan. Perhitungan syarat-syarat pengadaan pelatih untuk setiap pelatihan akan dibicarakan di lain kesempatan (posting berikutnya).

Bagian empat : Persyaratan Pelatihan. Sebuah pelatihan harus memiliki tes/ujian yaitu tes pengetahuan (terkenal sebagai ujian teori) untuk mengetahui pengetahuan peserta pelatihan akan tujuan pemberian pelatihan, dan tes kinerja (ujian praktek) untuk mengetahui kemampuan kerja peserta pelatihan. Tes ini bertujuan sebagai tes penempatan (placement test), tes evaluasi (formatif test), dan tes pencapaian (summative test). Selain itu, persyaratan pelatihan yang harus dipenuhi adalah tingkat penguasaan atas target pelatihan yang berpengaruh pada strategi pemberian tes. Tingkat penguasaan atas target pelatihan dapat saja berupa skala peringkat. Skala peringkat merupakan sebuah angka yang menggambarkan tingkat prestasi yang diperoleh berkaitan dengan subtugas, aktifitas atau perilaku yang mengidentifikasikan sikap tertentu.

Bagian lima : Pedoman Penilaian. Pedoman penilaian merupakan format rencana penilaian. Tujuan dari penilaian adalah untuk memberi indikasi tentang hasil/prestasi yang dicapai. meskipun demikian, pngakuan akan peringkat dapat dimasukkan sebagai bagian sistem penilaian. Pedoman penilaian ini berisikan : Rencana penilaian harus dikembangkan agar dapat dibuat ikhtisar dari persyaratan pengetahuan, sikap, dan kinerja yang diperlukan untuk setiap topik/modul; Instrumen-instrumen penilaian yang dapat digambarkan sebagai ’kertas ujian’ atau ’daftar periksa’ digunakan oleh penilai dan/atau peserta pelatihan. Pedoman ini memberikan informasi bagi penilai tentang kualifikasi penilai dalam hal pelatihan dan/atau pengalaman, prosedur mengajukan keberatan, syarat-syarat/prosedur penilaian kembali, petunjuk dengan pencatatan hasil penilaian, pelaksanaan audit eksternal atas penilaian pelatihan atau modul, dan petunjuk yang berkaitan dengan pelaksanaan penilaian.

Bagian Enam : Buku Pedoman bagi Pelatih. Format buku ini memberikan informasi yang cukup bagi pelatih dalam merencanakan dan melaksanakan pelatihan dengan persyaratan minimum untuk mengadakan riset terhadap topik/modul. Tampilan format dan isi dapat bervariasi, namun sekurang-kurangnya harus merepresentasikan tentang : Tujuan, Alat bantu pelatihan yang diperlukan, Metode/strategi yang disarankan, Materi(dalam bentuk pointer utama), Referensi, Rasio pelatih/peserta pelatihan, Pengaturan waktu, dan Latihan/tes/tugas. Buku ini sebaiknya diperiksa oleh Ahli Perancang Pelatihan untuk memastikan agar : Tujuan kurikulum mendapat dukunan sebagaimana mestinya, Alokasi waktu yang direncanakan masuk akal, Isinya sejalan dengan spesifikasi tes, dan Adanya kecocokan dengan metode dan alat bantu pelatihan.

Fokus dari kurikulum adalah bagaimana menyediakan satu set kegiatan pembelajaran yang memungkinkan adanya perkembangan dari pengetahuan, keahlian dan sikap. Perkembangan ini mengarah kepada pencapaian kecakapan.
Berhasil tidaknya sebuah pelatihan dapat dilihat dari kurikulum pelatihan itu sendiri. Bagaimana menurut anda ?

About these ads

Filed under: Article, Diklat, IBSN, , , , , , , , , , , , , , ,

14 Responses

  1. [...] sebuah kurikulum pelatihan harus sesuai format kurikulum. Pada kurikulum, terdapat program pelatihan dengan persyaratan seperti : Nama pelatihan, Lama [...]

  2. sutrisno mengatakan:

    aku masih belum ketemu nich… model perencanaan pengembangan kurikulum, tolong muat dan ulasan detailnya ya.

  3. Alam mengatakan:

    Saya lagi bingung nih, mencari bahan untuk makalah
    tentang perbedaan dan persamaan model Kurikulum Pelatihan pendidikan humaniora, sosial, sain dan teknologi. Siapa tahu anda bisa beri informasi buku sumber baik yang bahasa Asing (Inggris) maupun bhs Indonesia.

    Terima kasih sebelumnya

    Alam

  4. merly mengatakan:

    bgs bgt artikel na….kpn2 bwt artikel yg mengenai bangga na jd guru….thanx…..

  5. Cenya95 mengatakan:

    @kawanlama95: halah… kasihan dia. harus disarkan segera tuch.
    @pengendara: ya… kalo kambing ikut kursus khan keluar kambing juga… bagaimana ?
    @kahfinyster: harapannya seperti itu.
    @iwan, @ariefdj™ : mengadakan suatu pelatihan juga harus memperhatikan 10 komponen diklat termasuk sarana dan prasarana, kurikulum, dll.
    @Hejis: hahaha… itu cari untung namanya… atau korupsi yang dilegalkan. :mrgreen:
    @hmcahyo: yups.., Mas.
    @Rindu: mau ya… kapan ?

  6. hmcahyo mengatakan:

    setubuh dengan pak heru… eh setuju :D

    (hiihii malu kalo pelatihan di instansi kita seringnya gitu )

  7. hmcahyo mengatakan:

    wah saya kalo ngasih pelatihan nulis nggak senjelimet itu :mrgreen: tapi emang sih dibutuhkan kalo untuk kurikulum yang jangka panjang :D

  8. Hejis mengatakan:

    Konsep pelatihan yang bagus itu mestinya diterapkan sungguh-sungguh ya, mas. Tapi, dalam kenyataan sangat memprihatinkan. Pelatihan dirancang, misalnya 6 hari. Pelatih dan yang dilatih lalu sepakat lamanya pelatihan diciutkan jadi 4 hari, tetapi laporannya tetap 6 hari. Tampaknya hanya mengurangi 2 hari. Padahal kurikulum dirancang untuk 6 hari. Di sini terjadi pelanggaran yang menyangkut hakikat pelatihan itu sendiri, selain korupsi uang, waktu, tenaga, dll. Ini banyak sekali terjadi di pelatihan-pelatihan instansi pemerintah.

  9. ariefdj™ mengatakan:

    Berhasil tidaknya sebuah pelatihan dapat dilihat dari kurikulum pelatihan itu sendiri.

    emmm.. berhasil tidaknya, kayaknya kudu ditinjau dari efisiensi dan efektifitas akan metode yang dipake deh..dan sudah teruji.. eh, sama yak.. hihi..

  10. Rindu mengatakan:

    kapan yah saya diundang ke pelatihan guru ..

  11. iwan mengatakan:

    wah kalau hanya pelatihan tanpa ditunjang dengan sarana dan prasarana maka semua akan buyar….

  12. kahfinyster mengatakan:

    kalo kurikulumnye udah bagus,,hasil pelatihannye biasa bagus juga,,

  13. pengendara mengatakan:

    Berhasil tidaknya sebuah pelatihan dapat dilihat dari kurikulum pelatihan itu sendiri. Bagaimana menurut anda ?
    .
    .

    menurut saya berhasil tidaknya sebuah pelatihan terlihat dari output-nya. bagaimana menurut anda ?

  14. kawanlama95 mengatakan:

    walah tadi udah komentar panjang banget kok ga ada yaa.wordpress.eroor.Intinya Program pelatihan banyak juga mengalami kegagalan.Yang terbaik adalah .Orang dilatih tapi orang yang dilatih ga tau bahwa sedang dilatih

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 966 pengikut lainnya.

Halaman

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 966 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: