Kering tulisan … Kering cerita … Kurang naskah membuat blog kita tak berubah. Sebenarnya mudah saja untuk menulis sebuah cerita. Masalah utamanya adalah waktu untuk menulis. Banyak ide namun tak ada waktu untuk menulisnya. Atau banyak ide namun tak dapat menuangkannya menjadi sebuah tulisan. Mana yang anda pilih ?
Ide dicari dengan rasa ingin tahu. Peranan rasa ingin tahu, walau pun kecil, dapat menghasilkan cerita yang bagus. Apalagi bila menyangkut manusia. Ada yang mengatakan bahwa orang selalu tertarik pada orang lain. Keuntungan seorang penulis cerita bahwa ia “berhak” mengetahui berbagai hal yang selama ini ingin diketahuinya. Maka ambillah notes dan keluarlah mencari ide.
Setelah mengenggam ide, berikutnya adalah menentukan sudut yang paling efektif untuk melakukan penulisan. Pendekatan ini disebut story angle (segi cerita). Tidak mungkin menulis begitu banyak kejadian sehingga kita harus menemukan sudut yang aling baik untuk menangkap perasaan dan suasana menyeluruh tentang sebuah peristiwa. Jadi haruslah mengabil jalan tengah untuk menulisnya. Satu segi yang terlalu luas tidak mungkin ditulis dengan baik. Sebaliknya, satu segi yang terlalu sempit bias menyebabkan bahan yang menarik tidak tertampung.
Bila kita memilih beberapa kemungkinan sudut dalam penulisan, perlu mengujinya terlebih dahulu seperti :
-
Kegiatan dan situasi apa saja yang ada ? Apa saja yang bisa kita pikirkan, buatlah daftar.
-
Dari kegiatan tersebut, mana yang paling menarik ? Secara otomatis, kita akan memperpendek daftar hingga 6 saja.
-
Adakah “benang” yang sama, menghubungkan seluruh kegiatan pokok tersebut ? Apakah “benang” ini dapat menjadi sudut cerita kita, hingga kita bisa menyentuh setiap kegiatan penting ?
Namun yang utama dalam mencari sudut adalah
-
Pakailah imajinasi dan kekuatan pengamatan terlatih, untk melihat hal-hal menarik yang luput dari perhatian orang.
-
Perhatikan orang yang mempunyai pandangan berbeda atau unik untuk mengamati suatu persoalan.
Nah,,, dapat dilihat bahwa sudut cerita sangat kuat bagi pembaca agar “terdorong” mengikuti seluruh cerita, ia merasa terpikat. Jadi sekali sudut yang tepat dipakai, cerita biasanya akan berjalan dengan sendirinya.
Selamat mencoba.
Filed under: Bahasa, Opini , Bahasa, cenya, Diklat, faites comme chez vous, IBSN, Informasi, materi diklat, menulis, NaBloPoMo09, Opini, Tips








baru sadar kalau selama ini kalau nulis kurang memperhatikan yang beginian…siap diaplikasikan nih boss..
tengkyu..
@javanese: tapi blum gila khan…


@Deka: makasih
@aldy: tulis ajah semuanya tuch yang ada dipikiran sampai habis kemudian baru disusun/diurutkan biar jadi cerita.
@Rigih: bagus… sampah terkadang juga masih bermanfaat bagi yang lain.
@ratdix: kembali kasih tlah berkunjung balik.
@omiyan:
@diazhandsome:
@fariz: satu jiwa kembali.
[...] Older » [...]
keren coi…
salam satu jiwa
belom update lagi?? sama dong! hahaah
sebelnya kalau udah mentok itu…mau ngapaian mau ngasih judul atau isi bingung sendiri