Benar-benar kerja lembur, di kantor dan di rumah. Pantas kalau dimarahi karena Daku hampir tak punya waktu luang untuk istirahat.
Bagaimana bisa istirahat kalau masih punya setumpuk pekerjaan ?
Oh… Dunia…, dunia….
Tidak ada hentinya kegiatan…,
Tidak ada hentinya tawa…,
Tidak ada hentinya keluhan…,
Tidak ada hentinya keinginan…,
Kuputuskan untuk tidak kemana-mana…
Seharian di rumah… menyelesaikan segala urusan.
Inginnya refresing…,
Inginnya istirahat di rumah…, tapi tidak bisa.
Ah… kerja saja …
Semoga saja kerja ku selama ini tak sia-sia,
Karena Daku terhimpit antara tembok-tembok,
Suram, tak bersahabat.
Mereka siap menghimpitku, siap menelanku…,
Lumat…, hancur …,
Besok, Daku terhimpit…, sama.
Lusa, Daku terhimpit…, sama.
Selalu begitu…, begitu…, begitu…
Filed under: Curhat, Poèmes , arts, cenya, faites come chez vous, IBSN, Informasi, NaBloPoMo09, Poèmes








Jadikanlah pekerjaan itu sebagai amanah…..
Jadi orang yang sibuk, maka tak terasa waktumu habis(kalau kehabisan waktu bagaimana ya?). Carilah kesempatan untuk rilek agar otot dan otak tidak tegang…yuk kita santai..!(dengerin lagu oma irama)