Kupandangi surat Ika yang telah terbuka. Masih terngiang dalam ingatanku kejadian siang tadi. Aku tertengun oleh kelakuan temanku, Boen. Dan beberapa detik kemudian Ika pun pergi. Ika meninggalkan ku dengan wajah cemberut, marah dan kecewa. Niat hati ingin mengejar Ika dan mengantarnya pulang tapi khawatir akan terjadi pertengkaran. Suasana hati pun akan berubah menjadi sedih beramarah. Ku putuskan membiarkannya sendiri. Ketenangan lah yang dibutuhkannya untuk meredam panas di hati. Begitu pula dengan ku hanya untuk menghilangkan kebimbangan di hati. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Bahasa, Cerpen, Jurnal , berita, cenya, cerita, Cerpen, cinta, Curhat, Etika, etis, faites comme chez vous, iman, Informasi, mental, moral, NaBloPoMo09, pengalaman, renungan













Penggagas