Kamu sangat tertutup, tidak akan bicara. Hanya menerima keadaan, pasrah. Berdiri bagai dinding batu pembatas impenetrable.
Tak satu pun bisa menerobos dan membuat mu ceritakan apa yang dirasakan. Terasa dingin dan keras. Tidak ada celah, tidak ada pijakan. Tembok..! Kau hanya tegak berdiri tenang dan diam. Bagai keheningan paling keras, paling melelahkan…
Jelas terpancar di wajahmu, goresan warna warni. Tanda perjalanan hidup mu.
Semua mencoba mencari jalan untuk melalui mu. Setiap jalan masuk tertinggalkan memar dan babak belur di wajahmu. Wajah yang memiliki beban dunia di pundak. Dan ku tahu sebagian dari mu adalah diam untuk melindungi. Tapi aku berusaha mencoba untuk menjadi pasangan mu, bukan hanya beban.
Aku di sini, mencintaimu.
Filed under: Bahasa, cenya, Poèmes, Art, cenya, cerita, faites comme chez vous, IBSN, Informasi, linguistik, NaBloPoMo09, puisi, sastra









I am really delighted to have found an interesting post while searching for some related literature for my school paper. Please allow me to cite this article as a source, with due acknowledgments. A warm hello from Armenia! Informative articles like yours are truly great materials to us students.
Wow! Your blog has a ton viewers. How did you get all of these viewers to look at your post I’m envious! I’m still getting to know all about posting information on the net. I’m going to view pages on your site to get a better understanding how to achieve success. Thanks!
Tembok yang beruntung…
Alhamdulillah…
Tempatku berekspresi… bro.
Tembok berlin udah runtuh.
tinggal Tembok China…
Salam Takzim
Kangen euy dengan warnanya
Salam takzim Batavusqu
Smoga terobati rasa kangennya.
Salam kembali…
hah? jatuh cinta sm tembok??? wheew
surprise…surprise
wkwkwk
tembok…..boleh ngga aku bersandar sejenak ?
silahkan… diajeng. Dia kuat koq menahan beratmu
[...] gambar berikut yang tampak biasa saja. Gambar ini diambil dari Miller Fermenting Rooms. Dinding hanya dicat dengan sistem blog, tanpa ada sesuatu pun yang menempel. : koridor awal lewat Olympus [...]