FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Tokoh-Tokoh Politik : Nama Keluarga

Dari sudut Linguistik
Rocardien, Chiraquien, Lepeniste : Hanya dengan menambah akhiran ien atau iste pada sebuah nama maka akan terbentuk sebuah keluarga baru. Tokoh-tokoh politik tertentu mencampur kedua akhiran tersebut (lendeniste) pada namanya sedangkan yang lain justru mempunyai kesulitan dengan kedua akhiran itu. Akhiran ien atau iste mempunyai arti pendukung atau simpatisan.
Kakek adalah seorang Gauliste angkatan pertama, sedangkan ayah seorang Chiraquien yang meyakinkan, dan ibu seorang Mitterrandiste yang setia. Anak tertua yang seorang Sequino-pasquien telah menikah dengan seorang wanita Giscardien, dan mempunyai seorang anak – seorang Leotardien-, dia benar-benar menguasai Chevenementiste. Dan ketika seluruh keluarga berkumpul terjadilah satu keramaian, kita tidak dapat membedakan simpatisan yang menggunakan ien dengan yang menggunakan iste.
Politik mempunyai nilai yang umum, seperti halnya kesusastraan, filsafat, dan seni lukis, yaitu terjadinya suatu persaingan, tetapi berbeda dalam bahasa kesenian, bila kata jadian yang telah dibuat akan tetap dipergunakan dan dapat bertahan lama (Balsacien, Rousseauiste), maka kata jadian dalam politik cenderung tidak dipergunakan lagi oleh generasi berikutnya : sekarang ini tidak dapat menebak langsung maksud dari kata lumumbiste atau titiste.
Pada tahun 1970, seorang ahli linguistik Jean Giraud membandingkan istilah Gauliste dengan Gaulien yang telah dipakai secara resmi dalam bahasa politik : “Gauliste adalah kata yang berhubungan atau mencirikan sifat kepahlawanan […] dan berbagai gerakan politik, sedangkan Gaulien timbul karena berhubungan dengan sebuah pikiran, pandangan politik dan filsafat seseorang seperti konsep Gaulienne, Eropa Gaullienne […] Gaulien adalah pribadi yang bertentangan dengan masyarakat, kabinet kerja dan pemikiran yang berbeda dengan forum. Jika demikian kedua akhiran itu, bagaimana membuktikan bahwa simpatisan seorang tokoh politik dapat dinamakan Mermazien bukan Popereniste.
Jadi istilah –istilah perkembangan ideal yang luput dari perhatian kita adalah Bahasa dapat beralih dari satu akhiran ke satu akhiran lain dengan semaunya saja, hal itu sudah berlangsung sejak setengah ( ½) abad terakhi dari abad 19. Kita dapat mengatakan Proudhonien atau prouhoniste untuk arti yang sama. Walaupun Demikian, bagaimana kita dapat yakin Rocardien yang tampaknya menitik beratkan pada isi dan jiwa (metode Rocard) sama aktif dan sama banyak partisannya dengan Lepeniste.
Sebagian tokoh politik hanya memiliki satu kata jadian, kecuali Mitterand dan de Gaule, keduanya memiliki dua buah kata jadian yang maknanya membaur antara Mitterandiste dan Mitterandien. Kegandaan ini tidak berhubungan dengan jabatan presiden, sebab baik presiden Giscard maupun presiden Pompidou tidak mengalami hal yang sama. Pembentukan kata jadian ini telah mempersingkat nama Giscard d’Estaing menjadi Giscardien seperti yang telah ada pada Mendes France menjadi Mendesiste. Sementara Pompidou melalui misteri yang cukup sulit untuk diterangkan menjadi Pompidolien, mengapa tidak ada Pompidouiste seperti halnya Hindouiste.
Kreasi-kreasi tertentu nampaknya berlawanan dengan logika seperti Fobius menjadi Fobiusien, sangat bertentangan dengan berbagai pendapat, walaupun keberadaan dua (2) huruf vocal “iu” sulit untuk diucapkan. Sementara Mauroy dan Berogovoy yang seharusnya mengikuti contoh yg ada, seperti Leon Bloy menjadi Bloyen, tetapi malah malah menjadi Mauroyiste dan Berogovoyien, mereka telah membentuk gabungan dua (2) huruf “y” dan “I” yang selama ini belum ada.
Yang lain tampaknya masih belum pasti, seperti halnya Jospin yang diberikan untuk mempercepat keberadaannya kepada sekelompok atas Jospiniste daripada Jospinien. Atau juga Pasqua yang mempunyai masalah dengan dengan huruf akhir “a” karena kita tidak pernah menjadi Pasquiens (dengan atau tanpa tanda trema [titik dua diatas]).
Tokoh-tokoh tertentu, walaupun telah mempunyai pendukung tidak mempunyai kata jadian seperti teman-teman Julien Dray, Marie Wolk Sieneman, partisan Alain Cariguon. Hal itu apakah disebabkan karena nama mereka belum mencapai puncak ketenaran ? Atau karena nama mereka sulit untuk dibuatkan kata jadian ? Tetapi kita dapat memanfaatkan untuk mencoba beberapa bagian seperti Juppe menjadi Jupeen seperti model Malarme, Mehaignerie, Noir atau Durafour, mereka harus menghindari dari kata sangkal (Noi-rien, Durafou-rien), sangat tidak menyenangkan dalam politik, dan mungkin mengikuti model Tapien (yang berarti genderang) atau Tapiste (yang berarti biarawan).
Lepas dari ideology yang tampaknya merasuki tokoh utama keseimbangan antara vocal dan konsonan garis melodi silabus yang menggambarkan seorang tokoh politik.
“Tinggal kita yang memikirkan namanya sendiri …” kata Paul Valéry. (Tr: Boon/rok)
source : Liberté-3/1/1990

Filed under: Bahasa, Civilisation, Pelajaran Bahasa Prancis, , , , , , , ,

3 Responses

  1. pengendara mengatakan:

    bisa pak,
    terima kasih

  2. pengendara mengatakan:

    Pa Okt yang baik (kata tuti), saya tertarik dengan artikelnya, tapi mungkin karena saya orang awam jadi kurang bisa menangkap inti dari artikel ini.
    tolong diurai dan ditulis dengan bahasa sederhana yang bisa saya mengerti, atau mungkin bapak punya refferensi biar saya browsing sendiri.
    ————-
    @pengendara: Ini artikel tentang penggunaan akhiran “iste” dan “ien” dalam bahasa Prancis. Kalo tertarik coba browsing FLE (français langue étranger), oh.. ya bisa bahasa Prancis khan ?

  3. yubithea mengatakan:

    Pa Okt yang baik, saya tertarik dengan artikelnya, tapi tulisannya terlalu rapat so saya lieur bacanya. Boleh dong diedit….😉

    —————
    @toe-tea: Terima kasih masukannya. pasti akan saya edit.
    btw bgmn kalo seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: