FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Analisa Asumsi Dasar tentang Organisasi

Visi, Misi, Tugas Pokok, Tujuan dan Sasaran Organisasi.
Bila ingin mengetahui latar belakang pemikiran dari para pemimpin dan atau pendiri organisasi dalam menentukan nilai dan asumsi mereka, sampai terjadi suatu konsensus atau asumsi bersama. Maka harus mengetahui dimensi-dimensi pemikiran para pemimpin dalam menciptakan dan mengelola organisasinya. Schein menggariskan suatu ‘siklus pemecahan’ yang terdiri dari elemen-elemen dan sekuennya berurutan, tapi sebenarnya dapat bekerja secara simultan. Setiap elemen akan menghasilkan asumsi-asumsi bersama sebagai ‘isu budaya’ dari suatu organisasi. Elemen tersebut sebagai berikut :
1.                   Visi dan misi.
2.                   Tujuan dan sasaran.
3.                   Tugas pokok.
4.                   Ukuran
5.                   Koreksi.
 
Asumsi bersama tentang visi dan misi
Setiap organisasi harus membangun terlebih dahulu konsep bersama tentang masalah yang penting untuk dapat mempertahankan kehidupan organisasi. Dari sinilah kemudian muncul misi inti yang utama, tugas pokok dan alasan yang melengkapi. Pada organisasi bisnis ; definisi yang disepakati bersama akan mencakup isu-isu dari aspek ekonomi dan perkembangannya agar selalu dapat mempertahankan kehidupan organisasi. Sehingga akan berkaitan dengan mengupayakan pemeliharaan hubungan baik dengan para stakeholders, seperti :
1.                   Penanam modal (investor) dan pemegang saham
2.                   Para rekaman penyuplai barang
3.                   Manajer dan stafnya
4.                   Pihak masyarakat dan pemerintah
5.                   Pelanggan yang sudah bersedia membayar dan menggunakan produk yang dihasilkannya selama ini.
Di samping misi yang telah dinyatakan dengan jelas dan diketahui secara umum, ada fungsi terselubung yang harus diupayakan dan dipenuhi oleh organisasi. Terselubung karena organisasi merasa bahwa tidak perlu diekspose kepada publik dengan alasan-alasan tertentu dan situasional sifatnya. Termasuk kewajiban organisasi terhadap masyarakat sekitarnya, dalam membantu menyediakan lapangan kerja, mengembangkan potensi, dan sebagainya.
                Salah satu elemen sentral dari setiap budaya adalah asumsi-asumsi dari anggota organisasi untuk mencapai kesepakatan tentang identitas diri, misi atau fungsi-fungsi yang ada. Tidak semua unsur muncul di permukaan, tetapi seseorang dapat membawanya melalui pembuktian dalam pelaksanaan keputusan-keputusan yang stratejik. Hal ini karena misi dari suatu organisasi adalah bentuk isi budaya, yang telah disepakati bersama sebagai suatu asumsi.
 
Asumsi bersama tentang tujuan dan sasaran
                Konsensus tentang misi tidak secara otomatis menjamin anggota organisasi mencapai tujuan bersamanya. Misi-misi tersebut memang dapat dimengerti, tetapi terkadang misi tersebut tidak diuraikan dengan baik. Untuk mencapai suatu tujuan bersama, diperlukan adanya ‘kesamaan bahasa’ serta asumsi bersama tentang landasan operasional yang logis. Dimana dari sesuatu yang abstrak seperti ide, konsep, dan gagasan yang terkandung dalam misi, menjadi suatu ‘tujuan yang kongkrit’ atau nyata sesuai dengan batasan dan rincian tentang biaya, waktu, kualitas dan kuantitas.
                Sasaran operasional harus lebih tepat, beberapa organisasi menentukan isu tentang misi dan identitas dalam konteks penetapan sasaran tahunan dan jangka panjang. Jika seseorang ingin mengetahui asumsi budaya, maka ia harus berhati-hati untuk tidak mencampuri adukan antara ‘asumsi tentang sasaran’ dan ‘asumsi tentang misi’ sehingga apa yang disebut dengan strategi adalah kelanjutan atau evolusi dari sebuah misi dasar, sedangkan sasaran operasional mencerminkan taktik jangka pendek dalam menghadapi isu pertahanan diri dari suatu organisasi.
Sasaran akan berkaitan dengan tingkat abstraksi dan perbedaan horizon’waktu’nya. Target keuntungan, produksi pada tahun ini, atau tahun mendatang perlu ditentukan secara jelas. Kita dapat memulai memikirkan sasaran dari suatu organisasi sebagai elemen budaya yang potensial. Sekali konsensus dicapai, maka asumsi tentang sasaran menjadi elemen yang sangat kuat bagi organisasi.
 
Asumsi bersama tentang tugas pokok
Tugas pokok adalah alat untuk mencapai sasaran organisasi, mulai dari gambar rencana/rancangan tentang pembiayaan dan pelaksanaannya sampai kepada pembagian tugas, wewenang, pengaturan inisiatif dan penghargaan, sistem pengawasan, sistem informasi dan lain-lain. Organisasi tidak mungkin melaksanakan ‘misi’nya Kecuali kalau ada consensus yang jelas tentang bagaimana cara-cara agar sasaran yang sudah ditentukan dapat dicapai. Seseorang boleh mengemukakan sasaran yang ambisius tetapi harus disetujui dahulu bagaimana rancangannya, biaya, membangunnya serta cara menjualnya nanti. Pola kesepakatan untuk tujuan ini akan membutuhkan tidak hanya ‘style’ organisasi tetapi juga perencanaan dasar dari tugas-tugas pokok, pembagian tugas para pelaksana, struktur organisasi, sistem penghargaan dan insentif, sistem pengawasan, dan sistem informasi.
Keterampilan, teknologi, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh organisasi dalam menghadapi pengaruh lingkungan luar, pada akhirnya menjadi bagian dari budaya organisasi. Khususnya apabila telah mendapat consensus bersama tentang apa dan bagaimana mempergunakan dan memanfaatkannya.
Terkadang masalah tugas pokok, dapat menimbulkan persepsi yang berbeda, khususnya apabila mulai menyentuh hal-hal yang sensitive seperti alokasi kewenangan dan peranan seseorang, dalam bentuk fisik, property dan fasilitas yang berhubungan dengan ‘status’ seseorang. Hal seperti itu dapat menimbulkan isu-isu internal seperti perubahan struktur dan proses organisasi, terkadang menimbulkan banyak kesulitan karena menyangkut masalah efisiensi dan efektivitas untuk kepentingan eksternal tetapi juga realokasi dari ‘properti’ yang bersifat internal. Akibatnya analisis dari tugas pokok dan isu-isu sekitar usaha untuk merubah cara yang ditempuh dalam mencapai sasaran organisasi, perlu dicermati.
 
Asumsi-asumsi budaya bersumber dari aspek hubungan yang ada di dalam organisasi dengan lingkungan luarnya. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta tugas pokok secara keseluruhan membutuhkan consensus jika organisasi ingin tampil secara efektif. Konflik dapat terjadi antar sub-kelompok dan menghasilkan sub-budaya yang berbeda, dan konflik semacam ini akan dapat memperlemah kinerja kelompok secara keseluruhannya. Di pihak lain, apabila pada konteks lingkungan ternyata terjadi perubahan, maka konflik yang terjadi dapat menjadi sumber yang potensial bagi terjadinya ‘adaptasi’ dan ‘pelajaran baru’.
 

Filed under: Evaluasi, Organisasi, , , , , , , ,

2 Responses

  1. dewimeira mengatakan:

    permisis ya…mo q copy ya buat bahan skripsiku. terimasih

  2. proglap mengatakan:

    Pembentukan sebuah organisasi harus berdasarkan tugas pokok dan fungsi organisasi tersebut. kemudian barulah dibuat visi, misi dan strategi pencapaian sasaran.
    salam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: