FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Pengkaderan Kepemimpinan saat ini

Perkembangan pengkaderan kepemimpinan dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan strategis baik dari dalam maupun luar negeri serta sejarah perkembangan kepemimpinan sebelumnya. Kepemimpinan merupakan fenomena kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan merupakan salah satu fungsi yang dapat mendorong terwujudnya cita-cita dan tujuan nasional serta aspirasi yang berkembang pada masyarakat karena adanya interaksi antara pemimpin dan pengikutnya.

Kepemimpinan saat ini harus dapat menjawab tantangan dan permasalahan bangsa dengan tetap berpijak pada dasar falsafah bangsa yang memiliki visi wawasan luas, kemampuan intelektual, kearifan dan kebijaksanaan serta moral etika kebangsaan yang mantap. Tantangan permasalahan bangsa Indonesia secara internal maupun eksternal akan semakin luas dan komplek, khususnya dalam menghadapi krisis ekonomi. Oleh karena itu perlu pengkaderan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan guna mendapatkan pemimpin yang berkualitas serta mempunyai pengetahuan dan pengalaman serta dapat berperan aktif mengakomodasikan aspirasi dan kearifan dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengkaderan Kepemimpinan dan Permasalahannya.

1. Pengkaderan Kepemimpinan. Peraturan-peraturan yang mengatur tentang pengkaderan kepemimpinan sudah cukup banyak, namun kenyataannya di lapangan masalah pengkaderan masih menemui hambatan. Hal ini disebabkan oleh perencanaan yang belum tajam bila dikaitkan pada sasaran yang ingin dicapai. Perencanaan dan pelaksanaan masih belum konsisten. Beberapa ketentuan yang mengatur tentang pengkaderan di lingkungan birokrat, antara lain melalui pembinaan yang dilakukan di lingkungan Pemerintah, sudah ada ketentuan yang baku. Sedangkan untuk pembinaan di lingkungan organisasi kekuatan sosial politik belum ada. Ketentuan tersebut sangat diperlukan karena penyiapan kader kepemimpinan tidak lepas dari sistem kepartaian di Indonesia.

2. Permasalahan dalam pengkaderan kepemimpinan.

  • Lemahnya etika, moral dan mental kejuangan pemimpin. Masih ditemukannya pelanggaran-pelanggaran terhadap normanorma bersifat moral. Dan akibat dari proses perjuangan bangsa telah menunjukkan adanya kecenderungan kepada motif ekonomis finansial sehingga merugikan kewibawaan pemimpin dan mementingkan kepentingan sendiri atau golongan dari pada kepentingan masyarakat atau negara.

  • Lemahnya wawasan kebangsaan pemimpin disebabkan masih adanya pemimpin yang perbuatannya belum memperhitungkan kepentingan negara dan bangsa serta belum mengutamakan kepentingan umum.

  • Lemahnya sistem pengkaderan kepemimpinan akibat dari peraturan yang berlaku saat ini hanya melalui satu pintu yaitu partai politik. Hal ini mengakibatkan penjaringan kader kepemimpinan dari jalur birokrat dan kader independen tidak dapat dilakukan karena terbatas

Implikasi Pengkaderan Kepemimpinan yang Berwawasan Kebangsaan. Sejarah kemanusiaan penuh dengan berbagai jenis kepemimpinan. Masing-masing pemimpin memiliki karakteristik dan sangat variatif sehingga tidak dapat dirumuskan tentang persyaratan karakter perorangan sehingga pemimpin sebagai perwujudan rakyat yang berdaulat sering tidak sesuai dengan rakyat yang dipimpinnya. Bila dicermati, implikasinya terhadap aspek kehidupan, antara lain :

  1. Geografi. Letak Indonesia yang sangat strategis dan merupakan negara yang kaya akan sumber kekayaan alam. Geografi yang luas tersebut dalam pengelolaanya diperlukan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan. Lemahnya visi wawasan kebangsaan yang dimiliki oleh pemimpin akan menyebabkan belum optimalnya pemanfaatan potensi geografi untuk mewujudkan ketahanan nasional.

  2. Kependudukan. Keanekaragaman suku bangsa di Indonesia sangat menentukan karakter kepemimpinan karena pemimpin muncul dari komunitasnya, terintegrasi, lebur secara penuh dan utuh secara psikologis, dalam sistem nilai maupun kultur. kepemimpinan yang kurang mampu menangkap aspirasi masyarakat dan kepentingan nasional, akan mengakibatkan ketidakmampuan dalam mewujudkan ketahanan nasional.

  3. Sumber Kekayaan Alam. Indonesia memiliki kekayaan alam yang beragam dan mampu didayagunakan untuk peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia. Kekayaan alam yang berlimpah ruah tetapi rakyat miskin. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang lalu masih jauh dari rakyat yang dipimpinnya. Oleh karena itu, diperlukan seorang kepemimpinan yang berbasis kompetensi, efisiensi dan efektif, akuntabilitas serta pandai menyikapi perubahan.

  4. Ideologi. Hakekat dari sebuah negara yang berdaulat selalu memerlukan sebuah ideologi yang menjadi landasan berpinjak sebagai koridor yang jelas tentang arah dan tujuan negara. Beberapa kelemahan kepemimpinan masa lalu, lemahnya moral keadilan dan etika kekuasaan, sehingga Pancasila sebagai ideologi negara telah dibelokkan oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara yang bertentangan dengan kehendak rakyat. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh pengkaderan kepemimpinan yang kurang mantap dan terbuka.

  5. Politik. Turunnya Presiden Suharto setelah berkuasa selama 32 tahun menunjukkan bahwa proses politik selama pemerintahan Orde Baru tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini menunjukkan bahwa MPR sebagai lembaga tertinggi negara sebagai perwujudan rakyat yang berdaulat telah berubah menjadi alat kekuasaan untuk melegitimasi kekuasaan. Di samping itu penentuan wakil rakyat di MPR/DPR tidak ditentukan oleh rakyat tetapi ditentukan oleh pimpinan partai politik, sehingga menambah kristalisasi perbedaan kepentingan antara lembaga perwakilan dan rakyat yang diwakili. Hal ini terjadi karena tanpa adanya pengkaderan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan untuk mengendalikan kekuatan politik demi ambisi pribadi.

  6. Ekonomi. Praktek monopoli dan oligopoli yang dilaksanakan pada pemerintah Orde Baru telah melemahkan perekonomian rakyat dan melemahnya daya saing untuk berkompetisi secara sehat pada dunia bisnis. Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar. Kualitas SDM yang kurang mampu bersaing dalam menghadapi era globalisasi telah menyebabkan masyarakat lebih menyukai produk-produk luar negeri sehingga mematikan produksi dalam negeri. Hal ini dapat terjadi karena kepemimpinan pemerintah belum mampu menyentuh denyut nadi kepentingan rakyat, maka mengakibatkan terhambatnya upaya mewujudkan pertahanan nasional yang kuat dan handal.

  7. Sosial Budaya. Budaya dapat dianalisis sebagai suatu fenomena yang mengelilingi kita setiap saat, yang secara terus menerus terjadi dan tercipta oleh adanya interaksi dengan orang lain. Dari sudut pandang yang berbeda, arti budaya, menurut perpestif Edgar H Schein, adalah sesuatu ’output’, atau hasil ’kreasi’ dari proses ’kepemimpinan’ dalam suatu kelompok atau organisasi karena budaya lahir dari seorang pemimpin, yang memperkenalkan ’nilai’ dan ’asumsi’nya kepada rakyat yang dipimpinnya. Oleh karena itu peran pemimpin sangat penting di dalam menciptakan dan menanamkan budaya pada sebuah organisasi atau kelompoknya. Kekuasaan Orde Baru telah telah membawa dampak praktek KKN yang sudah mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tatanan kehidupan lama yang masih diikuti oleh sebagian pemimpin akan menghambat perwujudan pertahanan nasional dan tidak menguntungkan dalam pemulihan ekonomi nasional.

  8. Pertahanan dan Keamanan. Gangguan keamanan yang muncul dan konflik horizontal yang belum kunjung selesai, telah memaksa pemerintah untuk melakukan evaluasi sampai sejauh mana profesionalisme pemerintah untuk mengatasi konflik yang terjadi di daerah. Konflik yang terjadi merupakan bias dari konflik kepentingan yang terjadi di tingkat pusat yang membawa dampak melemahnya instisusi yang berkewajiban menangani dan menyelesaikan konflik. Hal ini harus ditangani dengan serius agar tidak menghambat perkembangan ekonomi nasional yang berdampak pada pertahanan nasional.

Semoga bermanfaat.

Mudah-mudahan peserta Pemilu 2009 mempertimbangkannya dan rakyat Indonesia tidak salah pilih.

Filed under: Indonésie, Pertahanan, , , , , , ,

5 Responses

  1. handbags mengatakan:

    I want to buy cheap replica bags, do you have some advice?

  2. […] adalah kemampuan untuk menggerakkan dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan saat ini mengalami krisis untuk menememukan kader yang tepat meskipun telah terikat dengan kontrak politik. […]

  3. sulaiman mengatakan:

    Masalah pengkaderan kepemimpinan adalah salah satu masalah besar yang belum terselesaikan oleh masyarakat Indonesia, bagaimana kriteria kadernya? bagaimana kualitasnya? karena semakin ke bawah makin semrawut, pemilihan kepala desa makin ricuh?
    —————————-
    @sulaiman: Betul Pak, semua itu karena tidak ada yang mau mengalah. Susah jadinya, tapi jangan jadi pesimist untuk menemukan pemimpin sejati.😀

  4. cantigi mengatakan:

    mas Okta, artikel ini bermanfaat bgt buat saya. makasih.. ^_^
    ——————
    @cantigi: senangnya bisa berbagi🙂

  5. antonbiantoro mengatakan:

    Halo Okta, akhirnya yang akan memilih pemimpin baik di tingkat nasional ataupun di daerah adalah rakyat melalui sistem pemilihan langsung. Semoga rakyat mengerti bagaimana cara mengetahui calon pemimpin yang baik. Jangan sampai rakyat hanya terpesona oleh janji-janji indah dalam kampanye yang tidak realistis. Jangan juga rakyat sampai bingung oleh pelintiran-pelintiran bahasa politik yang cenderung tidak jujur, selalu menjelekkan pihak lain dan memuji golongan sendiri. Menurut saya, sebaiknya sebelum kita dengar apa yang dijanjikan atau diucapkan seseorang, pelajari dulu baik-baik integritas pribadi si calon pemimpin tersebut. Apa saja pengalamannya, bagaimana prestasi dan reputasinya selama ini, bagaimana kualitas mental, moral dan spiritualnya, seberapa luas wawasannya, seberapa kuat komitmen kebangsaannya dan sebagainya. Semestinya prestasi dan reputasi yang akan mempromosikan seseorang menjadi pemimpin, namun gejala yang sangat menyolok saat ini adalah munculnya orang-orang yang ingin menjadi pemimpin secara instant, bukan dengan menjalin prestasi dan reputasi, melainkan dengan menebar ranjau dan jebakan politik yang membingungkan dan menyesatkan rakyat. Mari kita bantu masyarakat untuk bisa memilih calon-calon pemimpin dengan menyajikan data yang akurat serta membuka seluas-luasnya ruang untuk mendiskusikannya secara terbuka, termasuk di rubrik-rubrik blog-blog seperti ini! Salam!
    —————————-
    @Pak Antonbiantoro: Setuju Bapak…, mari kita mencerdaskan bangsa melalui blog, meskipun terbatas bagi mereka yang dapat mengaksesnya, biar sedikit pasti jadi bukit nantinya… amin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: