FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Variasi Latihan dalam Pembinaan Kemampuan Menulis

 
                Pelajaran menulis mungkin paling tidak disukai oleh banyak orang. Sikap menolak tersebut dapat dimaklumi karena pengajaran bahasa Indonesia/asing yang kita peroleh selama ini, dari SMP sampai dengan SMU, tak memberikan porsi pada usaha untuk mengungkapkan diri atau menuliskan gagasan secara tertulis dalam bahasa yang sedang dipelajari. Pengajaran kemampuan berbahasa sering ditekankan pada pengetahuan kebahasaan dan kurang dilatih menerapkan pengetahuan tersebut.
                Mengarang atau menuliskan suatu gagasan itu penting, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk menguasai suatu bahasa dengan baik. Mengarang itu sendiri juga penting karena dengan menulis kita dapat lebih mengenali kemampuan dan potensi diri kita, kita dapat mengembangkan berbagai gagasan, dan memperluas wawasan baik secara teoritis maupun mengenai fakta-fakta yang berhubungan (Sabarti Akhadiah, dkk.; 1992:1) sehingga pada suatu saat nanti, lambat atau cepat, kita harus membuat tulisan mengenai suatu hal dalam pekerjaan.
                Langkah pertama, pelajaran tata bahasa memberikan pengetahuan tentang aturan-aturan yang harus diikuti untuk membuat kalimat-kalimat yang baik secara lisan dan tertulis. Kaidah-kaidah tersebut meliputi : (1) unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat, (2) aturan-aturan tentang Ejaan, dan (3) cara memilih kata dalam kalimat (diksi). Kalimat yang benar dan jelas akan dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian disebut kalimat efektif dengan ciri-ciri sebagai berikut : (1) kesepadanan dan kesatuan, (2) kesejajaran bentuk, (3) penekanan, (4) kehematan dalam mempergunakan kata, dan (5) kevariasian dalam struktur kalimat.
Jadi syarat pertama bagi kalimat efektif mempunyai struktur yang baik. Artinya kalimat tersebut memiliki unsur-unsur subjek dan predikat, atau dapat ditambah dengan objek, keterangan, dan pelengkap. Unsur-unsur tersebut melahirkan keterpaduan arti yang merupakan ciri keutuhan kalimat. Kedua, harus ada keseimbangan antara pikiran atau gagasan dengan struktur bahasa yang dipergunakan sehingga kalimat ini merupakan kepaduan pikiran. Pada umumnya dalam sebuah kalimat terdapat satu gagasan yang hendak disampaikan serta komentar atau penjelasan mengenai ide tersebut. Hal itu perlu ditata dalam kalimat secara cermat agar informasi dan maksud penulis mencapai sasarannya.
                Menulis merupakan penerapan dari pengetahuan tata bahasa, kosa kata, dan ejaan, dalam suatu bentuk wacana yang utuh, logis, koheren, dan sistematik. Pelajaran ini harus menyadarkan bahwa tidak mungkin terus-menerus membuat susunan kalimat yang sama, menggunakan unsur-unsur yang sama, kala yang sama, dalam sebuah karangan, sependek kata apapun karangan tersebut. Setiap unsur dalam sebuah karangan dipilih dan disusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu kombinasi yang menampakkan perkembangan gagasan, keutuhan, dan makna.
                Oleh karena itu sebuah karangan sebagai hasil proses bernalar mungkin merupakan hasil proses deduktif, induktif, atau gabungan keduanya. Dalam praktek proses deduktif dan induktif diwujudkan dalam satuan-satuan tulisan yang merupakan paragraf. Di dalam paragraf suatu pernyataan umum membentuk kalimat utama yang mengandung gagasan utama yang dikembangkan dalam paragraf itu. Dengan demikian ada paragraf deduktif dengan kalimat utama pada awal paragraf, paragraf induktif dengan kalimat utama pada akhir paragraf, dan ada pula paragraf dengan kalimat utama pada awal dan akhir paragraf. Hal ini bergantung kepada gaya yang dipilih penulis sesuai dengan efek dan tekanan yang ingin diberikannya.
                Sebagaimana diketahui, secara teoritis, kegiatan menulis adalah suatu proses penulisan yang meliputi : (1) Tahap prapenulisan yaitu menentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. Pada tahap ini kita membuat persiapan-persiapan yang akan dipergunakan pada tahap penulisan, yaitu kerangka karangan. Tahap ini merupakan tahap perencanaan karangan, (2) Tahap penulisan yaitu mengembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat, satuan paragraf, bab atau bagian, sehingga menjadi buram (draft) karena pada tahap ini kita membahas setiap butir topik yang ada di dalam kerangka yang telah disusun, dan (3) Tahap revisi yaitu membaca dan menilai kembali apa yang ditulis, memperbaiki, mengubah, bahkan jika perlu memperluas tulisan tadi. Tahap ini, revisi dilakukan secara menyeluruh sebelum diketik sebagai bentuk akhir karangan tersebut.
                Dalam prakteknya ketiga tahap penulisan tersebut tidak dapat dipisahkan secara jelas, melainkan sering tumpang-tindih. Pada saat membuat rencana, mungkin kita sudah mulai menulis, sedangkan waktu menulis, mungkin kita juga sudah melakukan revisi di sana-sini. Tumpang-tindih terutama terjadi jika yang ditulis berupa karangan pendek berdasarkan sesuatu yang telah diketahui, misalnya jika harus mengarang di kelas.
                Menulis harus mendukung komponen-komponen kemampuan berbahasa (tata bahasa, membaca, dan menyimak) dan melatih bentuk-bentuk linguistik maka langkah selanjutnya adalah membuat orang menyukai, atau setidaknya tidak terlalu membenci pelajaran menulis, misalnya dengan memberi variasi dalam tugas, latihan atau tes. Latihan yang lazim adalah menyodorkan sebuah tema yang sedang dibahas dalam kemampuan berbahasa yang lain, dan meminta membuat sebuah karangan pendek dengan kata-kata tertentu, kala tertentu, atau bentuk kalimat tertentu dengan memilih tema-tema yang benar-benar disukai.
                Variasi latihan menulis memperkenalkan berbagai betuk wacana seperti dialog, ringkasan, teks argumentatif, deskripsi, yang kesemuanya berdasarkan konsep menyusun. Contoh variasi latihan menulis antara lain :
1.            Gambar. Tema dapat berupa sebuah gambar atau rangkaian gambar yang lebih bebas diinterprestasikan dan lebih menarik daripada sekeadar kata-kata. Bagi pemula dapat menggunakan gambar yang sederhana dengan gerakan yang jelas sedangkan bagi tingkat lanjut dengan sebuah gambar yang kompleks. Dengan bentuk latihan ini, karangan akan lebih beragam, dan akan muncul gagasan individual yang tak terduga.
2.            Dikte/Imlak dalam berbagai bentuknya. Jenis latihan yang sering dianggap remeh ini sebenarnya sangat kaya. Dikte dapat melatih kemampuan tata bahasa, kekayaan kosa kata, pemahaman atas teks, penguasaan ejaan, dan kecermatan. Teks harus sesuai dengan tingkat pengetahuan bahasa. Kelebihan dari latihan ini adalah bahwa dalam langkah penyusunannya, harus menyesuaikan diri dengan struktur khas bahasa Indonesia/asing. Dan apa yang dituliskan dalam dikte dapat merupakan petunjuk tentang kelemahan-kelemahan yang masih dipunyai penulis dalam bidang bunyi-bunyi bahasa, tata bahasa, kosa kata dan segi-segi lain dari bahasa tersebut. Oleh karena itu dikte haruslah dipandang sebagai salah satu teknik yang ekonomis dan teliti.
3.            Isi Rumpang. Bentuk ini dapat menjadi sangat menarik dan benar-benar memaksa menghayati susunan kalimat dan nilai setiap kata yang digunakan, dan perkembangan gagasan di dalam teks tersebut. Isi rumpang ini berbentuk sebuah teks yang kalimat pertamanya ditulis penuh, tetapi setelah itu, mulai dari kalimat kedua, setiap kata keenam, ketujuh, atau kedelapan (bergantung tingkat kesulitan yang dikehendaki) dihapus. Di dalam menemukan setiap suku kata yang dilenyapkan itu, tak harus tepat sama dengan kata aslinya, dapat saja sebuah sinonim atau kata lain. Yang penting adalah bahwa secara keseluruhan teks yang telah diisi mempunyai makna yang utuh dan masuk akal.
4.            Merangkai kata menjadi kalimat, kalimat menjadi alinea, atau menyusun alinea-alinea yang diacak. Atau dapat pula merupakan gabungan dari keduanya ; pertama menyusun kalimatnya dan kemudian menyusun teks keseluruhannya dari kalimat-kalimat yang urutannya telah dikacaukan. Latihan ini memaksa untuk lebih teliti, mengamati dan memahami urutan gramatikal yang khas dari bahasa Indonesia/asing.
Contoh :
(a)          Mana yang lebih tepat dan yang lebih efektif ?
[…]  dibandingkan dengan jumlah penjahat.
-.             kurang sekali orang yang membunuh yang dihukum mati.
-.             kurang sekali pembunuh yang dihukum mati.
-.             sedikit sekali orang yang membunuh yang dihukum mati.
-.             sedikit sekali pembunuh yang dihukum mati. (Bambang Kaswanti Purwo; 1991:177)
(b)          Gabungkanlah kalimat-kalimat ini menjadi satu kalimat saja :
-.             Paleoantropologi : cabang ilmu yang mempelajari manusia purba
-.             Waktu itu paleoanntropologi masih membingungkan awam. (Ibid; 1991:178)
(c)           Susunlah keempat belas gagasan berikut ke dalam paragraf :
HIPNOTISME
-.             Franz Mezner adalah seorang dokter.
-.             Franz Mezner berasal dari Jerman.
-.             Franz Mezner menemukan hipnotisme.
-.             Hipnotisme ditemukan pada abad ke-18.
-.             Hipnotisme tetap merupakan permainan menyenangkan.
-.             Hipnotisme bertahan sebagai permainan lebih dari satu abad.
-.             Hipnotisme diperagakan di kelab-kelab malam.
-.             Hipnotisme dimainkan di tempat-tempat pesta.
-.             Dokter umum sekarang menggunakan hipnotisme.
-.             Dokter gigi sekarang menggunakan hipnotisme.
-.             Psikiater sekarang menggunakan hipnotisme.
-.             Hipnotisme digunakan untuk menyembuhkan pelbagai macam penyakit. (Ibid; 1991:183)
-.             Hipnotisme digunakan untuk mengendalikan penyakit kronis.
-.             Hipnotisme digunakan untuk menggantikan anestesia.
5.            Transformasi bentuk teks. Penulisan kembali atau menyalin merupakan latihan yang bagus dengan gaya sendiri. Misalnya mengubah sebuah dialog menjadi teks naratif, atau sebaliknya. Hal ini tidak mudah karena memiliki kecenderungan hanya merubah kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung. Untuk menghindarinya berikanlah latihan meringkas sebuah teks pendek (kira-kira 1000 kata) misalnya sebuah surat dan menjelaskannya dengan 10 kalimat, atau kurang lebih 100 kata pada sebuah kartu pos dan kemudian diringkas kembali dengan seminim mungkin kata yang ditulis tetapi tidak merubah makna teks tersebut seperti menulis pada sebuah telegram.
6.            Melanjutkan satu kalimat, satu bagian, atau satu alinea yang dihilangkan dari sebuah teks. Ini merupakan latihan yang menarik sekaligus memahami teks tertulis, karena harus benar-benar memahami alinea-alinea sebelumnya, dan atau yang mengapit bagian yang kosong itu.
Contoh : Lengkapi paragraf di bawah ini dengan memperhatikan kalimat pertama, dan kalimat ketiga.
Orang tidak lagi boleh menganggap bahwa hanya dirinya yang berkomunikasi lewat bahasa.
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
Seekor gorila bernama Koko mengetahui 300 kata lebih dan dapat membentuk kalimat yang mirip dengan kalimat kanak-kanak.
7.            Membuat puisi sederhana berdasarkan sebuah model yang jelas. Berdasarkan model tersebut kita dapat merubah peristiwa, tokoh, dan deskripsinya. Ini dapat menjadi latihan yang menyenangkan, apalagi bila teks puisi tersebut menyangkut cinta.
8.            Membuat potret atau uraian tentang tampilan fisik dan sifat seseorang atau sesuatu. Membuat potret adalah suatu latihan khusus yang memaksa untuk mengamati dan menguraikan sifat seseorang atau sesuatu.
Dengan variasi latihan ini, kita dapat melatih kemampuan menulis dan menerapkan pengetahuan tersebut serta mampu mengembangkan bermacam-macam gagasan secara aktif dan asyik mengotak-atik apa yang dihadapinya dengan bahasa Indonesia/asing yang baik dan benar.  Bahan latihan yang menarik adalah yang dapat menyajikan tantangan, menarik, dan mengasyikkan bagi kita.
                Dari apa yang dikemukakan di atas dapat kita ketahui, bahwa proses penulisan, sebagaimana yang umum dipandang orang, merupakan kemampuan yang sangat rumit; berupa kemampuan menggabungkan sejumlah unsur yang berbeda-beda dan hanya sebagian saja dari unsur tersebut yang sungguh-sungguh bersifat bahasa. Sedangkan belajar menulis tidak dapat dilakukan dengan mempelajari dan menghafalkan seperangkat petunjuk atau nasihat. Hanya dengan latihan yang intensif dan bimbingan yang sistematis sehingga kemampuan menulis dapat dicapai.
 
Source : Warta Dephan RI  No. 96 Th. XIV edisi Juli – Agustus 2002.

Filed under: Bahasa, , , , , , , , ,

3 Responses

  1. […] Menulis merupakan penerapan dari pengetahuan tata bahasa, kosa kata, dan ejaan, dalam suatu bentuk wacana yang utuh, logis, koheren, dan sistematik. Pelajaran ini harus menyadarkan bahwa tidak mungkin terus-menerus membuat susunan kalimat yang sama, menggunakan unsur-unsur yang sama, kala yang sama, dalam sebuah karangan, sependek kata apapun karangan tersebut. Setiap unsur dalam sebuah karangan dipilih dan disusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu kombinasi yang menampakkan perkembangan gagasan, keutuhan, dan makna. […]

  2. proglap mengatakan:

    Menulis agar menarik, baik dan bagus untuk dibaca… harus banyak latihan.
    hasilnya diumumkan ke publik agar dapat masukan/kritik.
    salam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: