FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Pos Perbatasan

Masalah perbatasan darat di Kalimantan memang selalu menjadi kendala. Perbandingan kekuatan antara Jumlah pos, personil dan panjang perbatasan RI-Malaysia sangat mencolok. Rencana pembangunan 11 pos perbatasan harus direalisasikan. Tentunya dengan memperhitungkan dukungan sarana prasarana guna melaksanakan perintah dengan cepat dan tangkas.  Beritanya ada di sini :

 

Pontianak – TNI akan segera menuntaskan pembangunan 11 pos pengamanan di perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim), guna memaksimalkan pengamanan di wilayah perbatasan sepanjang 2.004 kilometer tersebut.

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Pontianak, Kamis (11/9) mengatakan, saat ini jumah pos di perbatasan wilayah RI-Malaysia masih sangat terbatas dibanding luas wilayah yang harus diamankan.

Karena itu, tambah dia, TNI akan segera menyelesaikan 11 pos pengamanan baru sekaligus memperbaiki berbagai sarana prasarana dan pos pengamanan yang lama.

Sementara itu, Panglima Kodam VI/Tanjungpura Mayjen TNI Tono Suratman ketika ditemui ANTARA secara terpisah mengatakan, penyelesaian 11 pos pengamanan baru tersebut merupakan bagian dari pembangunan 32 pos pengamanan baru di perbatasan RI-Malaysia yang dilakukan bertahap.


“Penentuan titik mana saja yang memerlukan tambahan pos pengamanan di sepanjang wilayah perbatasan RI-Malaysia, didasarkan pada situasi, kondisi di lapangan serta aspirasi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Saat ini di perbatasan RI-Malaysia hanya dijaga oleh 30 pos yang terdapat di Kalbar dan Kaltim, yang empat di antaranya merupakan pos gabungan Indonesia-Malaysia.

Di Kaltim yang berbatasan dengan wilayah darat Serawak dan Sabah, Malaysia dengan panjang 1.038 kilometer, hanya terdapat 15 pos penjagaan, yang dua di antaranya pos gabungan. Sementara itu, Gubernur Kalbar Cornelis mengungkapkan, Provinsi Kalbar terdiri atas 12 kabupaten dan dua kota.

Dari 12 kabupaten, ada lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Kabupaten Sanggau, Sambas, Bengkayang, Sintang, dan Kabupaten Kapuas Hulu. Kondisi geografis tersebut tentu ada nilai positifnya, yaitu banyak wisatawan datang dari negara tetangga itu karena akses masuk mudah.

 

Sedang sisi negatifnya, sangat rentan terjadi praktik ilegal, seperti pembalakan liar, perdagangan manusia, penyelundupan bahan peledak, infiltrasi, sabotase, serta kegiatan intelijen asing.

 

“Bahkan dari data yang kita punya ada sebanyak 50 jalan setapak yang dapat dijadikan akses lalu lintas orang, sehingga sangat sulit untuk dipantau,” katanya.

Hingga Agustus 2008 tercatat 1.294 Tenaga Kerja Indonesia bermasalah dan lebih dari 70 persen adalah TKI dari luar Provinsi Kalbar.

“Tentunya kejadian tersebut sangat menyita dan merepotkan kami,” kata Cornelis.(*)

  

Untuk perbatasan kontinental  di Kalimantan. Alangkah indahnya bila ada dua Kodam di sana dan salah satu ditempatkan di Kota dekat wilayah perbatasan, saya yakin, pertumbuhan ekonomi di sana berkembang dengan cepat.
 
Baca di sini tentang wilayah perbatasan :

 

Sebagian besar kawasan perbatasan di Indonesia, masih merupakan kawasan tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat terbatas. Paradigma pembangunan perbatasan, yang lebih mengutamakan pada pendekatan keamanan (security approach) daripada pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) mengakibatkan kawasan perbatasan di beberapa daerah menjadi tidak tersentuh oleh dinamika pembangunan dan masyarakatnya miskin sehingga diprediksi banyak yang berorientasi pada negara tetangga. Sebaliknya, negara tetangga seperti Malaysia telah membangun pusat-pusat pertumbuhan dan koridor perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan.

 

 Baca juga di sini tentang kebijakan pengelolaan terpadu wilayah:

 

Kehadiran orang-orang Indonesia yang berkarya serta tumbuhnya kegiatan perekonomian di wilayah perbatasan adalah wujud nyata kedaulatan negara. Demikian disampaikan oleh Menhan RI Juwono Sudarsono dalam keynote speech-nya pada Seminar Kebijakan Penanganan Terpadu Wilayah Perbatasan hari Rabu 5 Agustus 2008 di Hotel Atlet Century Park Jakarta. Hal yang sama juga disampaikan Menhan RI untuk menjawab pertanyaan siswa ketika memberikan mata kuliah Strategi dan Kebijakan Pertahanan pada Kursus Kepemimpinan dan Manajemen Pertahanan (Suspimjemenhan) Angkatan ke-III.

Selanjutnya Menhan berpendapat bahwa untuk menumbuhkan perekonomian di suatu wilayah perlu adanya pull factor atau faktor pemancing, masalahnya adalah bagaimana menciptakannya. Terlebih dahulu harus ada keterpaduan cara pandang tentang wilayah perbatasan antardepartemen terkait yang kemudian diikuti dengan keterpaduan perencanaan dan penganggaran. Lebih jauh dari itu; keterpaduan para pemimpin dengan rakyat di lapangan juga sangat menentukan.

Di perbatasan Indonesia-Malaysia, kenyataan Malaysia lebih punya legitimasi kedaulatan di lapangan karena telah lebih maju dan terpadu dalam menangani wilayah perbatasan. Menhan juga mengingatkan agar dalam pengelolaan wilayah perbatasan selalu memperhatikan unsur antropologi dan kultur masyarakat setempat yang sudah berkembang sejak lama, jangan menilai segala sesuatu yang ada di perbatasan hanya dari aspek ancaman terhadap kedaulatan saja.

 
Mudahan-mudahan pembangunan pos perbatasan berjalan dengan lancar dan sukses.
Sumber:  antonbiantoro.blogspot.com; alutsista.blogspot.com dan ANTARA.co.id

Filed under: Indonésie, Pertahanan, , , , , , , , , , ,

10 Responses

  1. […] : 2x Mati dan Hidup Tanggapan atas komen Rindu di posting Pos Perbatasan. Sebagai bekal menuju […]

  2. cenya95 mengatakan:

    @hmcahyo: Thanx
    @goncecs & @ariefdj™ : mari kita bangkit dan injak-injak mereka…, “prepare” yuk…

  3. ariefdj™ mengatakan:

    ..Iya nih.. Jangankan Malaysia, lha Singapura ajah udah berani2nya petantang-petenteng.. Apa sebaiknya negara2 yg mentang2 itu pada dikirimin pesan : “Prepare for War ?” ajah ya ? … Malaysia dulu ajah, ntar gwa daftar deh jadi relawan, sekalian mo nyari Siti Nurhalizza..

  4. goncecs mengatakan:

    waktu jamannya Pak Karno & pak Harto
    Boro2 Malaysia berani berkutik , Skarang Malaysia udah nginjak2 harga diri Bangsa !!

  5. hmcahyo mengatakan:

    berkunjung saja ::D

    salam dari malang🙂

  6. cenya95 mengatakan:

    @pengendara, @achoey sang khilaf: Setuju …
    @retno damayanthi: tiati… pak walikota juga baca lho…😀
    @rindu: pasti ada… jaraknya bisa dekat bisa jauh. Kalo mau dipayun … silahkan😀

  7. Rindu mengatakan:

    jadi mikir perbatasan antara hidup dan mati itu ada gak ya kang?

    *mohon tulisan*🙂

  8. Retno Damayanthi mengatakan:

    Jangankan jauh-jauh ke Kalimantan,
    di Depok kota tercintaku aja jalanan banyak yang rusak, dijamin mual2 kalo naik angkot lewat situ, oh walikota Depok, mana janjimu??
    hehhe kok malah complain di sini?
    maap, permisi…

  9. achoey sang khilaf mengatakan:

    yup
    Indonesia harus kuat
    Indonesia harus berdaulat

  10. pengendara mengatakan:

    saya setuju jika dikatakan bahwa pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) akan membuat pertumbuhan ekonomi berkembang dengan cepat, karena selama ini mereka yang tinggal di perbatasan lebih memilih untuk melakukan transaksi ekonomi dengan negara tetangga dibanding dengan negaranya sendiri, dengan banyak alasan, namun yang pasti sulitnya akses ke perkotaan Indonesia adalah alasan utama.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: