FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Korpri Dephan: Peningkatan Profesionalisme

Berhasilnya sebuah organisasi ditentukan oleh pengawakan yang tepat. Oleh karena itu, sebuah organisasi memerlukan orang-orang yang melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Kebutuhan terhadap personnel yang profesional (memiliki kopetensi memadai) adalah suatu keharusan dalam menjawab tantangan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebuah organisasi, khususnya Departemen Pertahanan (Dephan) saat ini dan di masa depan terus semakin kompleks.
Dalam mencapai tujuan yang diharapkan Departemen Pertahanan yang diawaki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Personel TNI dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya bersifat kemitraan, harus diberi peluang yang sama, adil, dan sesuai peraturan yang berlaku sehingga organisasi dapat berjalan secara seimbang, selaras, dan serasi. Pembinaan personnel harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan menerapkan seluruh peraturan yang berlaku secara konsekuen dan konsisten.
Secara teoritis, organisasi memerlukan keahlian dan kemampuan personnel yang terus menerus meningkat, apabila organisasi tersebut khususnya Dephan menginginkan optimalisasi kinerja sesuai perkembangan lingkungan yang terus berkembang. Dengan demikian harapan, akan terciptanya personel Dephan yang profesional mendasarkan seluruh kemampuannya dan pelaksanaan tugasnya berlandaskan pengetahuan yang dimilikinya akan terwujud.
Mengingat banyaknya PNS Golongan III di Dephan yang belum mendapat jabatan, adalah sangat menyedihkan. Ini terjadi akibat kebijaksanaan perampingan organisasi dan peningkatan efisiensi dimana jumlah jabatan struktural cenderung berkurang dan justru jabatan fungsional yang membesar. Untuk menjadi pejabat struktural harus mempunyai kemampuan di bidang kepemimpinan dan manajerial dan diharapkan dapat didukung oleh kemampuan teknis substantif sehingga pejabat tersebut benar-benar profesional serta dapat mendukung tercapainya tujuan dari kepemerintahan yang baik (Good Governance). Dan begitu juga untuk menjadi pejabat fungsional.
Pegawai Negeri yang diharapkan dalam « Good Governance » tersebut antara lain bercirikan profesional, kompeten, dan akuntable yang dapat mendukung kondisi pemerintahan yang transparan, yang mendorong terciptanya partisipasi dan pemberdayaan. Jadi permasalahan yang dihadapi personel Dephan khususnya PNS adalah tuntutan profesionalisme dengan pemberlakuan peraturan perundangan yang saat ini diberlakukan di tingkat nasional, sangatlah berat karena faktanya telah terjadi belenggu sistematis dalam pembinaan PNS Dephan yang diterapkan di masa lalu. Ini terjadi disebabkan PNS Dephan pada masa lalu, tidak diberi peran sebagaimana layaknya mitra kerja dalam suatu sistem yang sesungguhnya dijalankan secara bersama-sama.
Menurut Undang-Undang nomor 43 tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang berbunyi : « … Sebagai bagian dari Pembinaan Pegawai Negeri, pembinaan Pegawai Negeri Sipil perlu dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan berdasarkan pada perpaduan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. … ». Hal ini dimaksudkan untuk memberi peluang bagi PNS yang berprestasi tinggi untuk meningkatkan kemampuannya secara profesional dan berkompetisi secara sehat. Dengan demikian pengangkatan jabatan harus didasarkan atas penilaian objektif terhadap prestasi dan kompetensi PNS.
Dan  mengacu kepada Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 1994 menyatakan bahwa Pola Karier PNS adalah pola pembinaan PNS yang menggambarkan jalur pengembangan karier yang menunjukkan keterkaitan dan keserasian antara jabatan, pangkat, pendidikan dan pelatihan baik struktural maupun fungsional serta masa jabatan insan PNS, sejak pengangkatan pertama dalam jabatan tertentu sampai dengan pensiun. Pemberian kesempatan duduk dalam jabatan dan peluang mengikuti pendidikan kejenjangan, fungsional, keterampilan, dan pendidikan formal seharusnya PNS memperoleh peluang yang sama dengan personnel TNI, sehingga tercipta suatu kompetisi yang sehat dengan harapan munculnya kompetensi kemampuan personnel dapat diakselerasi. PNS yang profesional harus memenuhi standar kompetensi jabatan yaitu kemampuan profisiensi, mengetahui uraian tugasnya, memiliki persyaratan jabatan antara lain : pendidikan, pelatihan dan pengalaman, dan standar prestasi kerja. Hal ini sangat diperlukan kesiapan pribadi dalam rangka meningkatkan kinerja PNS.
Meningkatnya persyaratan kualitatif bagi PNS untuk menduduki jabatan struktural, sejalan dengan kebijakan pemerintah, untuk meningkatkan kinerja birokrasi sebagai pelayan publik. Setiap insan PNS dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan, keahlian dan ketrampilan sesuai dengan derap perkembangan zaman. Dalam konteks ini profesionalisme dan kemampuan individu yang diimbangi dengan kemahiran manajemen modern tampil sebagai indikator pengukur. Secara nyata pendidikan formal PNS Dephan rata-rata relatif rendah (Jumlah S3 dan S2 nya sangat minim secara kwantitas maupun kwalitas, sedangkan S1 cukup secara kwantitas). Untuk menjawab tuntutan profesionalisme yang dibutuhkan Dephan saat ini, PNS Dephan harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan pengetahuannya dan menggunakan segenap pengetahuannya dalam upaya menyelesaikan tugas atau masalah. Dalam mengembangkan kemampuannya, PNS harus menjadi individu yang « belajar » (learning individual) dan mampu membuat unit organisasinya menjadi organisasi yang belajar (learning organization). Profesionalisme dapat dicapai dengan meningkatkan kemampuan ke arah profesional (Profesional adalah sebuah tahapan setelah melewati masa amatiran) melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman lapangan atau membaca buku.
PNS harus profesional dalam melaksanakan tugasnya dan didukung oleh kemampuan tinggi (pengetahuan, keterampilan dan sikap) dalam melaksanakan tugas tanpa memandang suku, agama, ras, golongan dan partai sehingga dalam melaksanakan tugas harus ahli di bidangnya, memahami konsep sistem dan prosedur, mengetahui kegunaan peralatan dan kelengkapan media pendukung pekerjaan. Tanpa memiliki keahlian yang kuat, seseorang tidak dapat melakukan analisis dan evaluasi serta mengambil keputusan yang tepat dalam menyelesaikan tugas atau masalah. Tingkat profesionalisme PNS harus kompetitif yaitu bertaraf dunia/global. Selain memiliki kemampuan profesional, diharapkan PNS Dephan memiliki karakter integritas. Dalam hal ini, seorang profesional tidak akan goyah oleh iming-iming. Segala tugas dikerjakan dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya tanpa memandang besar kecilnya persoalan atau nilai proyek dan harus demokratis (tidak otoriter) dalam kehidupan sehari-hari.
PNS juga harus akuntable yaitu dapat dipertanggungjawabkan tindakan dan karyanya baik secara hukum maupun secara moral. Dalam hal tersebut, segala tugas dilakukan dengan seksama, segenap kemampuan dan pikiran didedikasikan agar rencana dan proses berjalan baik, tepat waktu, sesuai spesifikasi dan tidak terbengkalai. Seorang profesional siap dan terbuka menerima segala « complain » atas ketidaksempurnaan produk dengan tidak mencari « kambing hitam ». Bagi seorang profesional, semua tugas harus dilaksanakan dengan senang dan harus terbuka (transparan) bagi masyarakat, sejalan dengan era keterbukaan. Dalam hubungannya dengan lingkungan kerja, seseorang profesional dituntut mempunyai kemampuan komunikasi lisan dan tulisan secara baik, serta ditunjang dengan penggunaan media-media komunikasi sehingga akseptable bagi bawahan, teman sejawat dan atasan.
Apabila terpenuhi semua persyaratan tersebut di atas maka PNS Dephan akan mempunyai kwalitas yang tinggi dan dapat mengimbangi dinamika perkembangan masyarakat atau organisasi. Akibatnya jabatan yang diinginkan akan diberikan guna pengembangan karier yang bersangkutan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi di bidangnya.

Filed under: Article, Evaluasi, KORPRI, , , , , , , ,

10 Responses

  1. […] & PNS Dephan Netral Sekjen Dephan: TNI dan PNS Dephan Tetap Menjaga […]

  2. prastowo mengatakan:

    hello semua….

  3. […] penataan sisdiklat PNS Dephan yang mengarah kepada kompetensi tugas/jabatan sehingga dapat merubah budaya kerja dan meningkatkan […]

  4. cenya95 mengatakan:

    @subbagmin: thanx infonya.
    @kucingkeren: Yah… gitu lah peluang sama kesempatan tampil tidak sama.
    @Rafki: amin…
    @arik: hmmm… peraturan harus kita patuhi… kemudian kebijakan pimpinan yang berperan… kebijaksanaan lah yang bermain…(nyata lho…)
    @yellow-cat: wah… yang biasa kejar tikus pasti lah tau…
    @subpokjepang: terbalik atau tidak, peluang itu harus sama… Untuk menjadi ‘the best’ ditentukan oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan perilaku.

  5. subpokjepang mengatakan:

    @kucingkeren,
    bukannya kebalik, seharusnya personel TNI memperoleh peluang yang sama dengan personel PNS.
    .
    PELUANG APA SIH ?

  6. Yellow-cat mengatakan:

    Wah mas arik…klo tanya soal uang makan, tanya aja sama tikus got….
    karena yang suka ngambilin sisa apa aja itu cuma tikus got…he…he…he

  7. arik mengatakan:

    Mana bisa profesional? Lha wong uang makan aja dipotong 15%. Padahal banyak yang nggak punya jabatan lho! trus uang yang dipotong itu lari kemana? Tanya kemana?

  8. Rafki RS mengatakan:

    Semoga PNS semakin profesional di masa depan.

  9. kucingkeren mengatakan:

    seharusnya PNS memperoleh peluang yang sama dengan personnel TNI…. lhaaa memang seakrang belum dapt peluang yg sama ?? wuaduhh..kudu lapor sby dong..

  10. subbagmin mengatakan:

    Ada lomba membuat weblog dalam rangka ultah Korpri. Silahkan lihat di Dephan.go.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: