FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Proses Pelaksanaan Evaluasi Internal

Evaluasi internal utamanya digunakan oleh unit diklat untuk menilai keefektifan pemberian kursus/diklat dan kualitas dari sistem pendukung unit diklat. Biasanya, pelaksana diklat bertanggungjawab untuk melakukan evaluasi internal. Instruktur dan manajer diklat melaksanakan proses ini dengan menggunakan data dari hasil penilaian peserta diklat dan sistem pemberian masukan. Evaluasi internal dapat menghasilkan data pada bidang : dampak dan pengaruh bahan ajaran, keefektifan strategi pengajaran, keefektifan pemberian kursus/diklat,  paket-paket penilaian kursus/diklat, dan manajemen kursus/diklat secara keseluruhan.


Evaluasi Internal dapat dilaksanakan dalam tiga tingkatan utama :
a. Sebelum Dikklat dimulai. Jika peserta diklat ternyata telah dapat melaksanakan tugas-tugas tertentu, atau telah memiliki pengetahuan tertentu, maka isi pelatihan yang tidak mempertimbangkan faktor-faktor ini menjadi tidak efisien atau tidak relevan. Sewaktu menyusun isi dari program latihan, mungkin ada baiknya untuk mengetahui apa yang telah dapat dilakukan oleh para peserta diklat, dengan cara tes diagnosa sebelum diklat. Selain itu beberapa peserta pelatihan perlu dites untuk mengetahui kelayakannya mengikuti kursus keahlian tertentu.
b. Selama Diklat. Evaluasi-evaluasi rutin dilaksanakan secara berkala untuk kursus yang memakan waktu lama. Waktu untuk evaluasi tergantung pada lamanya kursus, meskipun demikian haruslah dilaksanakan secara berkala selama kursus, misalnya untuk kursus yang lebih dari 12 bulan maka evaluasi rutin dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Tujuan dari evaluasi rutin adalah memberi masukan yang membangun kepada manajemen unit pelaksana diklat tentang seberapa jauh keefektifan kursus dari persepsi orang-orang dalam yaitu para peserta diklat dan instruktur. Informasi yang dikumpulkan dari metodelogi ini akan berkaitan erat dengan mutu pemberian pelatihan dan masalah-masalah administrasi pelatihan. Penerapan khusus lainnya dari evaluasi rutin adalah Audit Mutu Internal dan Evaluasi Target.


  • Audit Mutu Internal. Tujuan dari audit mutu internal adalah untuk menilai kepatuhan pada sumber dokumentasi diklat, cara pemberian pelatihan dan dokumentasi kebijakan diklat yang relevan. Metode ini efektif untuk pemberian pelatihan yang dipersingkat. Data yang dikumpulkan selama audit-audit ini akan digunakan untuk menyoroti setiap penyimpangan dan merekomendasikan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi penyimpangan tersebut. Untuk kursus yang lebih besar, audit mutu internal akan dilaksanakan dengan menggunakan modul. Teknik-teknik untuk pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dan analisa dokumen.
  • Evaluasi Target. Evaluasi target dilaksanakan jika masalah dalam diklat dapat dideteksi. Evaluasi target merupakan investigasi internal dan terperinci dari modul/kursus, yang akan merekomendasikan strategi-strategi bagi manajemen dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Evaluasi target biasanya dimulai dari unit manajemen, atau jika masalah diklat telah terdeteksi melalui audit mutu internal, kunjungan rutin atau evaluasi eksternal.
c. Pada Akhir Diklat. Pada bagian akhir diklat, biasanya diadakan penilaian atas pencapaian (prestasi). Analisa dari hasil (secara statistik atau kualitatif) akan memberikan informasi pada penentuan areal kursus dimana peserta diklat menghadapi kesulitan. Pada saat yang bersamaan mekanisme pemberian masukan, seperti angket dan kritik atas kursus, dapat memberi informasi lebih jauh untuk mengetahui pendapat peserta diklat tentang pelatihan dan apa yang mereka rasakan telah mereka raih, berkaitan dengan tujuan diklat. Jika peerta diklat merasa tidak puas maka manajer diklat perlu menyelidiki penyebabnya sehingga dapat menetapkan tindakan apa yang harus diambil, jika ada. Kritik atas kursus adalah jenis teknik evaluasi yang paling umum digunakan dalam diklat militer. Hal-hal yang biasa mengemuka dalam metode kritik ini adalah analisa yang terlalu berlebihan atas hasil diklat (misal : sumber daya yang diambil untuk menghasilkan maukan terbatas dalam diklat) dan reaksi yang berlebihan dalam mengimplementasi perubahan-perubahan dalam kursus (meskipun demikian kursus membutuhkan adanya kritik-kritik untuk menentukan kecenderungan dalam kursus dan pola pemberian kursus). Hasil penilaian peerta diklat, bersamaan dengan reaksi mereka terhadap diklat akan memberi para pendidik gambaran tentang kinerja dan metode pengajaran. Hal ini juga memberi para pengembang diklat gamabara tentang apa yang harus mereka perbaiki berkaitan dengan alat-alat/strategi penilaian, penentu waktu dan rangkaian pemberian pelatihan.
Dalam rangka memperoleh informasi yang sah dan dapat dipercaya dari hasil evaluasi internal maka metodelogi triangulasi dapat digunakan (yaitu berupa kombinasi berbagai alat). Jenis-jenis alat evaluasi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
a. Tes. Tes pencapaian dapat digunakan untuk menilai efektifita sistem diklat serta untuk menilai setiap individu peserta diklat. Tes bisa berupa tes praktek, tertulis atau oral. Mereka dapat digunakan untuk menguji potensi kesuksesan, kemajuan yang dicapai, prestasi dan pemahaman, atau untuk mendiagnosa kelebihan dan kekurangan peserta diklat. Harap dicatat bahwa semua tes yang digunakan untk mengevaluasi efektifita pelatihan harus distandarisasi agar dapat menghasilkan hasil yang dapat diandalkan.
b. Observasi. Prosedur observasi khususnya berlaku dalam Diklat dan penilaian berdasarkan kompetensi serta secara khusus dapat diandalkan untuk mengukur hal-hal seperti kecepatan, keberlangsungana, keterampilan manual dan keselamatan kerja.
c. Analisa atas produk jadi. Analisa atas produk jadi, atau bagian-bagian dari komponennya, memungkinkan dilakukannya penilaian atas kualitas dan rancangan serta fitur-fitur yang berkaitan.
d. Bagian akhir dari Laporan Kursus/Diklat. Laporan yang berisi pendapat instruktur tentang para peserta diklat juga penting untuk evaluasi internal karena ia dapat menjadi data tambahan yang diperoleh dari hasil Tes.
e. Angket. Angket dapat digunakan untuk mengukur kelebihan peserta diklat dan pendapat instruktur tentang berbagai topik. Ia dapat digunakan untuk data kualitatif, kuantitatif atau pencampuran dari kedua jenis data tersebut. Kadang-kadang angket secara populer juga disebut ‘happy sheet’.
f. Dikusi. Banyak kursus melakukan diskusi kelompok atau ‘kritik atas kursus’ pada bagian akhir dari diklat antara instruktur dan peserta diklat. Hal ini memungkinkan para peserta diklat mengemukakan pandangan mereka dan staf pendidik juga dapat mengukur kesan awal mereka terhadap diklat.
g. Wawancara. Wawancara adalah cara ideal untuk mengumpulkan reaksi peserta diklat terhadap pelatihan. Wawancara mempunyai kelebihan fleksibilitas dan memungkinkan munculnya topik-topik yang sebelumnya tidak dipersiapkan oleh pewawancara untuk dibahas dan didalami, hanya saja cara ini banyak memakan waktu dalam pelaksanaan dan pengumpulannya, dan biasanya hanya digunakan untuk mendapatkan opini terbatas dari sejumlah kecil personel.
Laporan evaluasi internal harus dibuat tertulis pada bagian akhir dari kursus dengan meringkas topik-topik utama, bersamaan dengan tindak lanjut yang diusulkan dan tindakan-tindakan tertentu harus diambil. Format dan distribusi dari laporan harus tercermin dalam penyusunan laporan. Mekipun demikian, penting untuk dicatat bahwa tindakan tidak selalu diambil segera setelah satu kursus mengalami masalah. Tanggapan dapat berupa data base elektronik untuk menentukan kecenderungan dan pola diklat. Kadang-kadang disarankan untuk mengumpulkan lebih banyak data dari dalam kursus sebelumnya untuk menyoroti kecenderungan sebelum ada tindakan yang disarankan. Pendekatan ini menyelamatkan upaya dengan cara mencegah terus berlangsungnya ‘target yang berubah-ubah’ dalam kursus.

Filed under: Diklat, Evaluasi, , , , , , , , , , ,

One Response

  1. ning mengatakan:

    Ajarain Q donk, Sir.
    Pelis…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: