FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

IBSN : Sensor Pornografi (lagi-lagi)

Negara maju dan demokratis sudah lama mengerti bahwa sensor hanya berhasil dalam satu hal, yaitu menghalangi kreativitas, terutama di bidang kesenian dan kebudayaan.

Khusus masalah Pornografi, manusia tetap akan penasaran, baik dewasa maupun anak-anak, baik pria maupun wanita.  Jadi manusia tetap akan mencari…

Ya… memang saya suka mengintip gambar porno, tetapi kita memang harus menjaga dari jangkauan anak yang belum dewasa. Hak Belajar, Hak melakukan praktek dari apa yang dipelajari adalah hak asasi manusia yang paling dasar dan dilindungi oleh UU.

Dulu di Indonesia di jaman ORBA memang segala-galanya dilarang termasuk membaca buku2 marxis, sosialis, atau ilmu2 yang mengajarkan teknik-teknik sex yang sangat indah sekalipun dilarang. Bukankah tanpa sex, perkawinan akan menjadi hambar ?  Sex adalah alat pemersatu.

Selama 30 tahun presiden Soeharto berkuasa, Ia telah berhasil membentuk manusia Indonesia berkacamata kuda dan manusia bagaikan katak dalam tempurung.

“Lantas bagaimana mencegah adanya cyber pornografi, khususnya untuk anak-anak sekolah dan umumnya untuk masyarakat ?! “

Sensor Porno yang paling efektif bukan agama, atau UU, tetapi perilaku orangtua anak sendiri. Yang bertanggungjawab atas perilaku seksual anak2 kita, bukan UU pornografi, juga bukan guru agama tetapi kita sebagai orangtua. Anak-anak di Indonesia banyak yang mengakses situs porno karena mencontoh perilaku anggota DPR-RI yang terhormat yang sering menjadi aktor film porno amatir. Yang banyak mengintip, membaca, melakukan adegan porno bukan anak-anak tetapi para orangtua.

Di bawah ini tulisan seorang sohib, Ki Hadiwaratama …. semoga makin banyak insan Indonesia yang cerdas. Barangkali ada yang punya solusi tentang apa yang harus kita lakukan jika anak-anak kita yang melihat pornografi :

Saya semula tidak perhatian sampai kemarin terima sms dari pengirim tidak dikenal. Begitu saya unduh isinya adegan pornografi, bukan skedar photo. Kalo kita renung2, semua itu menjadi mungkin karena “deret”nya Fourier beserta integralnya. Betapa tidak, karena tanpa deret & integral Fourier, tidak akan terbayang dan terhitung secara tepat, bagaimana signal analog yg match dengan indera manusia ini bisa diubah jadi deretan sampel/cuplikan yang kemudian diiris-iris (quantized) sesuai kaidah quantum yg diskrit dan dinyatakan tinggi lapisan/irisan itu dalam suatu deretan pulsa periodik sesuai besaran biner (binary digit) yg digunakan untuk memenuhi kriteria kebutuhannya, makin besar binary digit tentunya makin tinggi fidelitynya.
Deret Fourier membuktikan bahwa sampling rate (jumlah cuplikan/sekond) = 2 x frequency maksimal yang dikandung akan menghasilkan lagi signal analog aslinya.

Jadi tanpa ada deret Fourier tidak akan ada teknologi dan komunikasi digital
yang hasil sampingannya antara lain cyber pornografi ! Deret Fourier memang uampuu…h tuenaaaan!
Lantas bagaimana mencegah adanya cyber pornografi, khususnya untuk anak-anak sekolah dan umumnya untuk masyarakat ?!


ibsn-platform

Filed under: Article, IBSN, Pertahanan, , , , , , ,

20 Responses

  1. cenya95 mengatakan:

    @kurangkerjaan: thanx infonya.
    @omiyan: betul sekali… mari kita awasi implementasi UU pornografi.
    @syelviapoe3: oooh.. ya. betul, siapa lagi kalo bukan orang tua yang menjadi teladan bagi anaknya.
    @cantigi™ : makasih… doakan sukses.
    @hidayati: sama-sama.
    @ira mirawati: alhamdulillah, masih memiliki rasa malu. Kasihanilah mereka yang sudah putus urat malunya (tidak tahu malu)…:mrgreen:

  2. ira mirawati mengatakan:

    saya suka mikir, apa sih yang ada dipikiran orang-orang ketika melihat adegan porno, apalagi mereka yang masih remaja, lajang, udah gitu nontonnya rame-rame. saya aja yang udah nikah kalo nonton film di bioskop terus ada adegan yang menurut saya agak “ke sana” yang kata orang “ga ada apa-apanya” suka malu hati sendiri.

  3. hidayanti mengatakan:

    humm bisa di jadikan bahan pertimbangan nih🙂 makasih ya

  4. cantigi™ mengatakan:

    selamat mengikuti 1st IBSN™ Blog Award.. ^_^

  5. syelviapoe3 mengatakan:

    wah…ki Hadi itu mengingatkan saya sama dosen matematika saya di kampus😀

    Sensor bagi seorang anak adalah orang tuanya…
    Tapi , tentu saja orang tua kudu memberikan teladan yang baik juga

  6. omiyan mengatakan:

    yang penting musti ada payung hukum dimana para pelaku dan penikmat fornografi ada hukumannya…minimal dengan aturan ini industri forno tidak terekspos secara luas….dan emang bener benteng utama adalah keluarga tapi tetap dengan memberikan masukan nilai-nilai Agama yang sudah mulai ditinggal oleh diri kita sendiri

  7. […] The 1st IBSN Blog Award Article…  https://cenya95.wordpress.com/ IBSN : Sensor Pornografi (lagi-lagi) IBSN: Bertengkar Enjoy Ajah http://bahagialah.wordpress.com/ RIAK-RIAK JIWA […]

  8. cenya95 mengatakan:

    @Odie: hmmm… okey.
    @Indah Rephi: ya… porno tetap porno.
    @Humor lucu: betul… sebagai rambu-rambu begitu juga dengan UU dan kita butuh polisinya… khan untuk mengawasi, menegur, meluruskan. Bagaimana?

  9. Humor lucu mengatakan:

    Agama tetep penting bro

  10. INDAH REPHI mengatakan:

    gimana ya?? apapun itu namanya pronografi ya tetep aja porno😀

  11. Odie mengatakan:

    setubuh, eh, setuju dah…😀

  12. cenya95 mengatakan:

    @Heru: yup… pendidikan pertama ada di lingkungan keluarga.
    @Hai Syifa!: harus belajar lagi… biar lulus, okey.
    @sarahtidaksendiri: selektif dalam segala bidang… tentunya.
    @antokoe™: betul… problemnya adalah bagaimana kita menyetel otak tersebut ? Ini merupakan sebuah tantangan di dunia pendidikan.
    @haniifa: Sikap kedewasaan berpikir perlu ditingkatkan sehingga bangsa ini dapat jernih pikiran… ya, mas.
    @michaelsiregar: thanx. Bukankah orang penasaran akan hal-hal yang rahasia dan ditutup-tutupi. Hal yang wajar bahwa manusia mempunyai rasa ingin tahu… segalanya, meskipun bukan urusannya. Semakin ditutupi semakin menarik untuk diketahui. Kalo dibuka… malah orang yang lihat jadi malu…. (muka ditutup oleh telapak tangan dengan jari yang renggang… :D)
    @Itmam Aulia: lihat sikon ? bukankah … Pendidikan sex harus disesuaikan dengan umur terutama bahasa (pilihan kata) …
    @heri: okey…

  13. heri mengatakan:

    saya simpan dulu, ntar di baca offline di rumah😀

  14. Itmam Aulia mengatakan:

    sensor memang salah satu jalan untuk meminimalisir praktek pornografi, pornoaksi dan sejenisnya. saat ini seseorang dengan mudah dapat mengakses situs porno via internet, bisa berupa video, gambar, ataupun cerita2 dewasa.
    untuk yang masih dibawah umur, peran orangtualah yang harus diutamakan.
    untuk pendidikan sex emang dianjurkan, tapi kudu lihat sikon🙂

  15. michaelsiregar mengatakan:

    Pertama saya ingin mengucapkan Salut pada Mas… karena masih mampu mengatakan Yang Terhormat pada anggota DPR … yang menurut saya SANGAT TIDAK TERHORMAT… tentunya Anda akan Bilang … Tidak Semuanya Begitu bukan…?! Betul… tetapi dengan membela dan menyembunyikan perilaku rekan sejawatnya yang Bejad, apakah mereka masih Terhormat…?!
    Kembali ke topik Tulisan… saya rasa kita arus menyadari bahwa sudah saatnya Pendidikan Sex diajarkan sejak Dini… jangan ditutup tutupi sehingga Remaja mencari tau dengan cara mereka sendiri… yang tentunya bisa ngawur… tentunya secara bertahap sesuai usia mereka… bukan langsung mengatakan atau membahas soal bersetubuh… seperti kebanyakan orang pikir, kalau dikatakan mengenai Pendidikan Sex… Tulisan yang Bagus… Terima kasih.

  16. haniifa mengatakan:

    Yang menarik, Allah mengilhamkan kepada kaum laki-laki dari usia aqli baligh hingga dewasa berupa mimpi sex…. ?!
    Bukan pornografi yang tutup rapat, tetapi bagaimana cara kita menyikapinya.
    Wassalam, Haniifa.

  17. antokoe™ mengatakan:

    teknologi adalah media untuk kemudahan, pornografi mungkin obyek. tapi setelan porno sudah ada di masing2 kepala manusia. UU mengatur isi kepala manusia ?
    agama dan iman yang paling tangguh menjaga pikiran dan hati manusia.

  18. sarahtidaksendiri mengatakan:

    iya, sdh saatnya Qta mmg lbh slektif dgn gambar2 yg bermunculan sekarang…hmm..

  19. Hai Syifa ! mengatakan:

    Saya bener2 ga ngerti apa yang diomongin sama ki hadi. Itu opini apa rumus matematika sih

  20. Heru mengatakan:

    memang benar, seharusnya orang tua yang berfungsi sebagai sensor bagi anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: