FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Pengertian Kamnas dan Hanneg.

Akhir-akhir ini, banyak terjadi demo-demo yang menjurus ke arah anarkisme. Apa efeknya terhadap keamanan nasional dan pertahanan negara ? Sebelum membicarakannya lebih jauh sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu keamanan nasional dan pertahanan negara ?

Banyak para pakar yang menyatakan tentang pemahaman keamanan nasional (national security). Misalnya, Meehan (1996) menyatakan bahwa keamanan nasional adalah fungsi utama dari tiap-tiap Negara yang mewujudkan perlindungan atas rakyatnya dari bahaya luar dan keamanan dalam negeri. Nasution (1992), menyatakan soal keamanan nasional adalah soal nasional dan bukan soal militer, bukan soal politik saja, tetapi soal kita semua. Pertahanan, sudah sama dengan keamanan. Setiap bahaya bagi keamanan dari dalam, selalu dibarengi dan diboncengi oleh bahaya pertahanan dari luar.

Pertahanan keluar dan keamanan ke dalam sudah menjadi satu serta saling merasuki diantaranya. Dari berbagai pendapat itu, dan dengan adanya pertimbangan kondisi geografis Indonesia sebagai Negara Kepulauan (Geopolitik), sifat dasar dan hirarki doktrin, serta pemahaman akan perang, konflik bersenjata, dan damai, dicermati bahwa keamanan nasional dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari pertahanan Negara, yang pemahamannya berangkat dari konsepsi holistik tujuan nasional. Selain itu, istilah keamanan dapat dipersepsikan lebih luas dibandingkan dengan istilah pertahanan. Mengingat, keamanan (nasional), mempunyai fungsi dari berbagai aspek. Misalnya, aspek Negara, aspek keselamatan bangsa, aspek perlindungan masyarakat, dan aspek keamanan/ketertiban masyarakat. Dengan kata lain, dalam kaitan paradigma nasional soal keamanan nasional, jika tataran hirarkhi mengacunya keatasnya maka akan mendukung dan mendasari soal tujuan nasional, termasuk didalamnya kepentingan nasional. Sebaliknya, ke bawah mengatur dan/atau asimetris dengan strategi nasional yang didukung kekuatan/strategi politik, ekonomi, militer, dan lainnya.

Berbeda dengan keamanan nasional yang sifatnya holistik, nasional, dan komperhensif dalam mendukung kepentingan dan atau tujuan nasional yang melibatkan secara integrative antar tiap komponen bangsa. Pertahanan Negara (2002), dipahami sebagai usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keutuhan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara. Pertahanan Negara, pada hakekatnya sebagai upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga Negara serta keyakinannya pada kekuatan dirinya sendiri. Dimana, tujuannya adalah menjaga dan melindungi kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa dari segala ancaman.

Sementara itu, fungsinya mewujudkan dan mempertahankan seluruh wilayah NKRI sebagai satu kesatuan pertahanan. Diselenggarakan, melalui usaha-usaha membangun dan membina kemampuan, daya tangkal Negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman, yang oleh pemerintah dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan Negara. Lalu, sistem pertahanan negaranya diarahkan untuk menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen/kekuatan utama dengan dukungan komponen cadangan dan pendukung. Sedangkan, ancaman non militer menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama, dengan didukung unsur lain dari kekuatan bangsa. Adapun sebagai warga Negara, diatur tentang hak dan kewajiban untuk upaya Bela Negara melalui setidaknya pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, dan lainnya (UU No. 3/2002 pasal 9).

Apakah perlu semua rakyat masuk wajib militer tanpa kecuali ?

Filed under: Article, IBSN, Indonésie, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , , , , ,

20 Responses

  1. Guanggaung mengatakan:

    […] disimpulkan bahwa potensi ancaman terhadap keamanan nasional dan pertahanan negara dapat datang dari mana saja. Namun potensi ancaman yang lebih besar adalah dari dalam negeri. […]

  2. Selina Paddack mengatakan:

    Excellent! Your blog has a bunch comments. How did you get so many bloggers to see your post I’m envious! I’m still learning all about posting articles on the net. I’m going to click on more articles on your site to get a better idea how to attract more people. Thank you!

  3. […] disimpulkan bahwa potensi ancaman terhadap keamanan nasional dan pertahanan negara dapat datang dari mana saja. Namun potensi ancaman yang lebih besar adalah dari dalam negeri. […]

  4. cenya95 mengatakan:

    @all: Program wajib militer bukan berarti menciptakan masyarakat yang militeristik,
    namun untuk membentuk karakter bangsa. Patriotisme dapat dipandang dalam ranah human security, seperti dalam ketahanan pangan, hak asasi manusia, kemandirian ekonomi, dan pembangunan industri nasional. Cetak biru wajib militer tidak boleh didominasi tentara. Keterlibatan masyarakat sipil dalam
    perumusan nilai ‘patrotisme’ adalah hal mutlak. Hal ini penting untuk menghindari penyalahgunaan wajib militer untuk penyebaran ideologi militerisme. Dengan demikian, wajib militer haruslah dibatasi pada ranah keahlian tehnis pertahanan saja. Wajib militer juga sangat penting untuk membantu korban bencana alam, salah fungsi militer di luar perang. Jerman mempraktekkan ini, dimana komponen wajib militer selama satu tahun diarahkan langsung untuk penaganan bencana dan kecelakaan, termasuk pemadaman kebakaran. Fasilitas militer, seperti helikopter, pesawat dan truk digunakan peserta wajib militer untuk evakuasi penduduk. Merujuk pada situasi Indonesia yang rentan bencana alam dan kecelakaan maka pola ini menjadi signifikan untuk dilakukan.
    Dalam mengelola cadangan strategis, Indonesia tertinggal oleh dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Singapura sudah menerapkan wajib militer sejak tahun 1976, sementara Malaysia mulai menerapkan wajib militer pada 2002. Wajib militer dapat digunakan negara dalam memenuhi hak ekonomi warganya. Di negara lain, kalau tidak memenuhi wajib militer, warga negara harus ikut wajib sosial.

  5. kahfinyster mengatakan:

    hidup indonesia!!

    thx dah mampir ke rumah baru gue,,🙂

  6. lovepassword mengatakan:

    T: Komentarku kok ilang?
    ———
    J : 🙂 maaf komennya kena spam (masuk daftar moderasi).

  7. lovepassword mengatakan:

    Waduh artikelnya serem. HI HI HI

  8. sarahtidaksendiri mengatakan:

    mungkin…mengingat di korea kayak githu khan, jd warganya lbh disiplin dan bertanggung jwb.. mm…
    drpd anarkis g jelas dan main hakim sendiri, kayak g tau aturan…malu2in bangsa dan negara aj dech…

  9. Mahendra mengatakan:

    Masalah pertahanan negara dan keamanan negara memang ibarat sekeping mata uang dengan dua sisi yang berbeda.

    Salah satu saja tidak ada maka tidak ada nilainya. Saling kait mengkait.

    Dalam konteks NKRI, maka masalah pertahanan dan keamanan negara harus dikembalikan pada fundamen filosofi dasar berbangsa dan bernegara yang termaktub dalam Pembukaan UUD’45 alinea ke 4 yang secara jelas dan gamblang menyatakan bahwa, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia………, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,……..”

    Menjadi jelas bahwa sistem pertahanan dan keamanan negara kita tidak bisa mengacu pada teori-teori barat yang tentu berbeda secara filosofis dalam menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan.

    Sistem pertahanan dan keamanan NKRI menitikberatkan pada upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Itu artinya secara geopolitik sistem pertahanan kita bukan sistem pertahanan garis depan yang bersifat pre-emptive strike seperti halnya Amerika yang selalu bertingkah seolah-olah menjadi polisi dunia. Namun pertahanan negara kita lebih bersifat pertahanan garis belakang yang baru akan bertindak ketika ada kekuatan perang negara lain yang akan masuk ke wilayah kita.

    Disisi lain, keterlibatan TNI dalam penggelaran pasukan untuk operasi militer dibawah misi-misi PBB guna ketertiban dunia tetap harus dengan mempertimbangkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Artinya, fungsi pertahanan sangat lekat dengan kebijakan politik luar negeri yang dijalankan sesuai dengan UUD’45.

    Untuk soal keamanan, meliputi segala upaya untuk menciptakan perlindungan terhadap setiap warga bangsa yang berada di wilayah tanah tumpah darah Indonesia.

    Setiap tindakan yang menimbulkan ketidakamanan dalam wilayah kedaulatan Indonesia menjadi tanggung jawab dari fungsi keamanan.

    Oleh karena itu, Sistem Keamanan Negara sangat terkait erat dengan kebijakan politik dalam negeri. Kemampuan pemerintah untuk menciptakan kebijakan dalam negeri yang berkeadilan dan berkemakmuran sangat mempengaruhi terciptanya keamanan dalam negeri.

    Ketika muncul ketidakadilan baik secara politik, ekonomi maupun budaya, maka akan segera timbul situasi yang tidak aman.

    Dari perspektif tersebut, yang paling tepat dilakukan dalam membangun kebijakan pertahanan dan keamanan negara adalah dengan menggunakan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dimana rakyat berperan langsung sebagai komponen utama dari sistem pertahanan dan keamanan.

    Dengan demikian, peran TNI dan Polri hanya menjadi supporting sistem untuk mengkoordinasi dan memfasilitasi segenap komponen bangsa dalam upaya-upaya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan.

    Wajib militer dan bela negara mutlak diperlukan untuk mewujudkan Sishankamrata.

    Tabik…🙂

  10. jiwakelana mengatakan:

    Aq kira itu trgantung kondisinya. Wamil diperlukan apabila negara benar2 mndapat ancaman bahaya dari luar, bukan dari dalam. Bela negara yg paling efektif adalah melakukan sesuatu hal yg tdk mnjantuhkan marwah negara.

  11. bocahbancar mengatakan:

    Walah ga perlu dech..

    Menurut saya mah, diajarkan saja cara cara menyanyangi dan membela negeri ini saat di sekolah, mulai dari SD sampai SMA..

    Jika dasarnya kuat, ga wamil pun akan siap untuk membela negeri ini(meskipun mati duluan hihihihihi)

    Salam…

  12. idham mengatakan:

    sebenarnya banyaknya demo rusuh berkaitan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, orang jadi mudah marah… kemarahan mereka dilampiaskan pada saat demo…
    kalo wamil….kelihatannya terlalu berlebihan deh…

  13. Heru mengatakan:

    wah kalau sampai ada wamil, takut nya ntar rakyat jadi hobbi perang….

  14. achoey mengatakan:

    Sepertinya memang lebih baik ada Wamil
    Jadi mereka lebih mencintai begara daripada anarkis terhadap saudara sebangsa🙂

  15. omiyan mengatakan:

    wadu jangan deh wamil…… sing penting pemerintah bisa bersikap adil dan perduli terhadap rakyat juga senantiasa menpati janji janji politik maka dengan otomatis negara akan aman

    karena selama ini terjadi kerusuhan akibat rasa ketidakadilan yang didapat serta pembangunan yang tidak merata

  16. gwgw mengatakan:

    halo cenya…salam kenal ya….
    hidup indonesia !!!!!
    merdeka !!!!!

  17. tuyi mengatakan:

    Kedaulatan NKRI perlu dijaga….
    Wamil menurut saya Perlu…
    ngga’ tau yang laen..🙂

  18. pengendara mengatakan:

    wajib militer ?
    .
    perlu,
    .
    argumentasinya ? nanti dipikirkan dulu.

  19. Billy Koesoemadinata mengatakan:

    wamil?
    ga deh.. mending narapidana2 aja tuh yang disuruh wamil..😛

  20. Singal mengatakan:

    Menurut saya dasar daya tangkal yang kuat adalah “budipekerti”
    Karena budipekerti ditanamkan pada saat anak-anak, maka di sekolah-sekolah taman kanak-kanak dan SD dst harus ditekankan kembali.
    ini salah satu prioritas dasar ketahanan menurutku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: