FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Pengembangan Program Pelatihan

Untuk mengikuti sebuah diklat di lingkungan sendiri, tidak lah mudah. Kenapa ? Karena selain memenuhi persyaratan diklat, harus seijin pimpinan atau atasan. Minta ijin merupakan dilema bagi pegawai yang rajin atau yang terbaik di mata pimpinan, sedangkan pegawai yang dianggap tidak memiliki kinerja atau malas, akan mudah mendapatkan ijin mengikuti sebuah diklat. Pegawai terbaik mendapat beban pekerjaan yang lebih dan tidak mendapat kesempatan mengikuti diklat.

Saat itu, kesan tentang sebuah diklat adalah tempat bagi orang-orang yang tidak produktif. Dan kendalanya adalah saat promosi jabatan dimana pegawai terbaik tidak mendapatkan kesempatan itu karena terbentur oleh syarat jabatan tersebut yaitu sertifikat sebuah diklat. Sebaliknya, pegawai yang dianggap pimpinan, tidak produktif, memiliki kesempatan promosi, meskipun tidak lolos pada sidang badan pertimbangan jabatan dan pangkat. Sedih bukan ?

Namun paradigma tersebut telah berubah sesuai dengan perkembangan kemajuan di bidang teknologi. Karena tidak ada gunanya menghabiskan waktu demi memperkerjakan pegawai terbaik jika pegawai yang diperkerjakan tidak terlatih secara memadai. Dalam buku Made in Amerika, sebuah kelompok periset MIT menyimpulkan bahwa pelatihan yang superior merupakan satu alasan perusahaan Jepang melewati perusahaan Amerika dalam industri yang sama. Perusahaan Jepang akan menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam program pelatihan yang sangat cermat mengembangkan keahlian pegawai mereka, sementara perusahaan Amerika yang setara sering melakukan semuanya namun mengabaikan proses pelatihan.

Karena begitu banyak beban dan pegawai yang terbatas pada perusahaan sehingga pelatihan sangat penting dan dilaksanakan secara cermat dalam melatih pegawai mereka. Ada suatu prosedur praktis yang dapat digunakan untuk mengembangkan program pelatihan.

Langka pertama; Menetapkan Sasaran Pelatihan. Tulislah sasaran pelatihan, misalnya, sasaran pelatihan adalah membuat pegawai agar dapat meningkatkan kemampuan dan kecepatan (tepat waktu) dalam menyelesaikan suatu produk.

Langkah kedua; Menetapkan Uraian Jabatan secara Rinci. Uraian jabatan secara terinci merupakan jantung dari program pelatihan apa saja. Setiap organisasi pasti memiliki tugas pokok dan fungsi pada setiap bagian unit kerja. Uraian jabatan ini hendaknya menjelaskan bagaimana melakukannya termasuk langkah-langkah yang harus dikerjakan.

Langkah ketiga; Kembangkanlah suatu Formulir Analisis Tugas. Untuk tujuan praktis, pimpinan dapat menggunakan sebuah formulir yang berisi tentang penjabaran tugas, misalnya, kolom pertama tentang tugas-tugas (termasuk apa yang harus dilakukan dan langkah-langkah tiap tugas). Kolom kedua tentang berapa sering tugas tersebut dilakukan (menunjukkan frekuensi tugas tersebut dilaksanakan). Kolom ketiga tentang standar kinerja (dari segi kuantitas, kualitas, kecermatan, ketepatan waktu, dll). Kolom keempat tentang kondisi kinerja (kondisi saat tugas dijalankan). Kolom kelima tentang keterampilan mampu latih yang dituntut, hal-hal yang harus diketahui atau dilakukan pegawai dalam menjalankan tugas. Keterampilan atau kecerdasan yang dituntut yaitu kecerdasan manusiawi (seperti: pemahaman mekanik, toleransi untuk kebosanan, dll.) yang harus dilatih oleh pegawai. Kolom keenam tentang tempat belajar yang paling baik dengan mempertimbangkan waktu belajar, keamanan dan kenyamanan belajar.

Langkah keempat; Kembangkanlah sebuah Lembaran Instruksi Kerja. Sebuah lembaran pelatihan instruksi jabatan menunjukkan langkah-langkah pada setiap tugas berikut titik-titik kuncinya. Langkah-langkah ini memperlihatkan apa yang harus dilakukan dan titik-titik kunci memperlihatkan bagaimana dilakukan dan mengapa.

Langkah kelima; Persiapkan Program Pelatihan untuk Jabatan. Semua dokumen pelatihan dan sarana harus disiapkan serta disusun sebagai manual pelatihan. Manual pelatihan ini berisi suatu ringkasan sasaran program pelatihan, ketiga formulir pada langkah sebelumnya dan sebuah daftar keterampilan mampu latih yang dituntut. Manual pelatihan untuk peserta pelatihan dibedakan dan berisikan perkenalan terhadap jabatan, sebuah penjelasan tentang bagaimana hubungan jabatan itu dengan jabatan lainnya, sebuah uraian jabatan dan sebuah lembaran instruksi jabatan.

Pada langkah ini juga harus diambil keputusan yang menyangkut sepuluh komponen diklat yang akan digunakan pada program pelatihan ini. sepuluh komponen tersebut adalah kurikulum, paket instruksi, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta diklat, alat instruksi atau alat penolong instruksi (media), metode pengajaran, fasilitas diklat, evaluasi diklat, dan anggaran.

Dengan demikian, dapatlah ditentukan jenis pelatihan yang dituntut oleh pegawai dan juga dapat merancangnya sesuai kebutuhan di lingkungan unit kerja Anda.

Bagaimana program pelatihan di tempat Anda bekerja ?

Filed under: Article, Diklat, Evaluasi, IBSN, , , , , , , , , , , , , , , ,

20 Responses

  1. […] tujuan pelatihan, pengurutan tujuan-tujuan, pengembangan topik/modul, pengurutan topik/modul, pengembangan program, pengembangan uji coba dan penilaian, analisa metode pemberian pelatihan dan media untuk […]

  2. […] sebuah kurikulum pelatihan harus sesuai format kurikulum. Pada kurikulum, terdapat program pelatihan dengan persyaratan seperti : Nama pelatihan, Lama pelatihan, Tujuan pelatihan, Sasaran pelatihan, […]

  3. Anonim mengatakan:

    […] Pengembangan Program Pelatihan […]

  4. Cenya95 mengatakan:

    @neta: Makasih dah berkunjung. Kembali salam.
    @iwan: Yups…, Kembali kasih
    @tuyi : pelatihan agar menjadi cerdas, bukan pintar, Mas.
    @husnun : Selamat, Cak. kapan ya bisa dilatih oleh Cak Nun.
    @ciput mardianto, @pengendara :🙂
    @kawanlama95: lha… itu khan pimpinannya dah putus asa kaleee.
    @DIAJENG: nah ini lain lagi problemnya bila man powernya terbatas.
    @goncecs: Tidak paapa, koq. begini ajah dah senang hatiku bila dikunjungi.
    @omiyan: Hmmm.. aturannya mah ada penyesuaian untuk gol IIb (D3) bila memperoleh S1, Akan terasa aneh bila baru diangkat gol IIa (0 tahun/SMA) atau IIa (2 tahun/D1) terus mengajukan penyesuaian pangkat golongan. Ini hanya kebijakan dari pimpinan setempat ajah kaleee. Dan untuk kepangkatan golongan perlu ditinjau kembali PPnya.
    @aribicara: yups…. kalo untuk petani namanya penyuluhan.
    @ria manies: semoga terbantu.

  5. ria manies mengatakan:

    weuuu…. membantu nichhhh😉

  6. aribicara mengatakan:

    wach kalau aku cuman petani, jadi g ada pelatihan sama sekali🙂

    PPL yg katanya ada ditempatkan di setiap desa, tapi kenyataanya ditempatku g ada pelatihan sama sekali😀

    *Atau memang pelatihan2 itu identik dengan mereka yg bekerja di kantor saja ?😀

    Salam🙂

  7. omiyan mengatakan:

    kalo disaya masih terganjal adanya aturan untuk yang tadinya masuk dari SMA/D-1 yaitu Gol II/a untuk persamaan S-1 harus menunggu II.c 2 tahun, tapi kalo yang masuk kerja dari S-1 langsung menjadi III/a…

    yang menurut saya sungguh aneh padahal dari segi pengalaman kerja dan ilmu jelas yang masuk dari D-1 (yang emang kuliahnya langsung menjurus terhadap kerjaannya) tapi itulah negeri seperti ini…..

    Pengalaman kalah dengan tingkat pendidikan padahal pegawai yang dari D-1 itu udah tamat kuliah S-1 tapi musti nunggu aturan tersebut…ironis memang

  8. goncecs mengatakan:

    maap pak baru nongol lagii nii !!!

  9. DIAJENG mengatakan:

    Di tempat saya sebenarnya banyak yg harus ikut pelatihan..cuman si boss yg pelit waktu…bukan pelit uang sih…soalnya man powernya terbatas…hehehe:)

  10. DIAJENG mengatakan:

    ijin dari pimpinan itu yg kadang sulit mas🙂

  11. pengendara mengatakan:

    program pelatihan di tempat saya kerja ?
    .
    yaaaa gitu deh

  12. iwan mengatakan:

    wah bnar juga mang si kalau hanya teori tanpa ada praktek kayaknya pincang begitupun dengan sebaliknya iyakan…

  13. kawanlama95 mengatakan:

    sebenarnya tidak ada istilah pegawai malas atau tidak produktif yang ada pimpinan tidak mampu mengawasi dan menduplikat orang – orang yang diangap produktif kepada pegawai lain.

  14. ciput mardianto mengatakan:

    inilah dunia, diklat =cara instan

  15. husnun mengatakan:

    Aku baru saja bikin dua pelatihan
    1. Pelatihan penulisan artikel populer untuk guru
    2. Pelatihan press release untuk humas
    Memang ada yang cuma cari sertifikat, tapi umumnya mereka serius untuk belajar menulis

    • EFFENDI HARI mengatakan:

      Apa kabar cak, sory banget waktu sampeyan di Semarang tepat UNNES aku gak iso nemu. maklum cak lagi sibuk tenan. sarjuni wis mantu lho cak.

    • EFFENDI HARI mengatakan:

      cak nun sampean nulis masalah kepelatihan olahraga wae kanggo guru – guru olahraga

  16. tuyi mengatakan:

    Kalo DIKLAT hanya nyari sertifikat kok, ngga njamin pinter. soale DIKLAT=Pendidikan Kilat. Yg lama aja lom tentu pinter.

  17. iwan mengatakan:

    makasih atas post kamu yang cukup membuat aq mendapatkan inspirasi

  18. neta mengatakan:

    Bagus nih postingannya.
    Szuper sekalii..
    Salam kenal pak.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: