FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Pemilu 2009 dan Konflik di Papua

Penanganan gerakan separatis di Papua (OPM) banyak menunjukkan kemajuan. Seiring dengan langkah penerapan Otonomi Khusus (Otsus), berbagai keberhasilan dalam bidang ekonomi dan pembangunan telah dicapai. Nilai-nilai adat/budaya masyarakat Papua kini juga telah terwadahi dengan keberadaan lembaga adat dan infrastruktur sosial-budaya lainnya. Dari segi keamanan, aktivitas perjuangan bersenjata OPM juga cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Akan tetapi isu Papua juga menunjukkan peningkatan, akibat aktivitas pendukung separatis seperti dukungan sejumlah Negara di kawasan Pasifik Selatan dan kegiatan LSM (Lokal dan Asing) yang kerapkali mengangkat isu HAM dan lingkungan hidup.

Saat ini, dapat dikatakan bahwa gerakan separatis Papua sebagai salah satu gerakan yang berbahaya dan mengancam eksistensi kebutuhan NKRI. Gerakan ini memiliki dukungan diplomatis dari luar negeri. Aktivitas ini dapat terlihat pada pengibaran bendera Bintang Kejora setiap tanggal 1 Desember, termasuk pada kasus pembukaan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua pada bulan Juni 2007, dan aksi-aksi simpatisan gerakan separatis seperti Otoritas Nasional Papua Barat (The West Papua National Authority-WPNA) yang melakukan aksi unjuk rasa untuk memberikan dukungan penuh kemerdekaan Papua. Adanya dukungan sejumlah Negara dan tokoh politik asing, termasuk kegiatan sejumlah LSM di Papua yang cukup sulit untuk dipantau. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan dan stabilitas keamanan yang telah dicapai saat ini, masih dapat terganggu oleh sejumlah masalah atau isu, termasuk isu pemekaran wilayah yang dipandang berbeda oleh berbagai kalangan.

Disamping perkembangan negative tersebut, terdapat sejumlah perkembangan yang mengembirakan yaitu meningkatnya jumlah masyarakat Papua di Papua Nugini yang menginginkan kembali ke Indonesia dan Meningkatnya jumlah OPM yang telah menyerahkan dan menyatakan diri bergabung kembali dengan NKRI. Ini adalah dampak penerapan otonomi khusus telah mulai terlihat hasilnya, walaupun hal ini tidak diakui oleh beberapa kalangan, termasuk sejumlah anggota Kongres AS, setidaknya kemajuan politik, ekonomi dan sosial-budaya di Papua. Perubahan pendekatan dan keseriusan pemerintah telah diketahui dan diakui oleh pihak-pihak di luar Indonesia.

Pemilu 2009 dicemarkan tindak kekerasan di Papua, padahal perkembangan situasi dan kondisi Papua sudah bertambah kondusif. Memang momen ini dimanfaatkan oleh OPM  karena semua mata di dunia memperhatikan proses Pemilu di NKRI. Banyak isu-isu yang beredar tentang Pemilu 2009 khusunya di Papua. Menurut kalangan analis, isu-isu ekonomi menjadi isu utama pada Pemilu 2009 dihadapkan kepada berbagai gangguan logistik mulai dari DPT hingga sosialisasi pencontrengan surat suara.

Situasi dan kondisi di Papua akan lebih kondusif bila dapat memecahkan atau mencairkan penyebab terjadinya konflik. Latar belakang masalah yang berkembang sampai saat ini adalah :

  1. Problem tanah adat yang memicu konflik antar penduduk dengan investor.
  2. Gangguan sosial yang mengganggu ketertiban masyarakat seperti : mabuk, zina, dan kecemburuan sosial.
  3. Aneka macam suku yang tersebar di banyak lokasi dan kemudian mendefinisikan perannya masing-masing.
  4. Pemekaran wilayah memunculkan tuntutan baru akan perubahan status kelompok adat.

Permasalahan ini dapat diatasi dengan membangun suatu bentuk Badan yang mengutamakan hubungan baik antara Pemerintah/Polri/TNI dan masyarakat setempat. Kerjasama dengan masyarakat secara dekat berarti mendekati pekerjaan Pemerintah/Polri/TNI sebagai pekerjaan proaktif ketimbang reaktif dan lebih mengedepankan relasi antar manusia dan menekankan pada desentralisasi atau kepekaan terhadap ciri-ciri lokal.

Dengan demikian, diharapkan konflik Papua menurun dan pada Pemilu 2009 , diharapkan para caleg yang terpilih adalah mereka yang mewakili Papua dan memahami “isi perut” Papua. Ada keinginan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk memenangkan caleg dari orang asli Papua dan mengambil hak dari Undang-undang  (UU) Otsus dalam bidang politik serta diakomodir dengan penempatan 11 orang khusus bagi orang asli Papua. Keinginan ini berdasarkan UU Otsus yang mengatur keberadaan orang asli Papua pada Lembaga Perwakilan Rakyat Papua secara langsung, tanpa melalui proses pemilihan (Pasal 28 UU No. 21 Tahun 2001). Pada Pasal 28 ayat 1 UU No. 21 Tahun 2001 berbunyi : “Rekrutmen politik oleh partai politik di Papua dilakukan dengan memprioritaskan masyarakat asli Papua”. Namun sayangnya, belum ada Partai lokal di Papua sehingga keinginan MRP akan menemui kesulitan untuk memperoleh 11 dari 56 kursi di DPRD. Meskipun telah begitu banyak warga Papua yang bukan keturunan asli Papua begitu gigih memperjuangkan hak-hak orang asli Papua daripada orang asli Papua.

Pada Pemilu 2004, mekanisme kesebelas kursi tersebut diikutkan dalam partai-partai nasional. Berikut hasil Pemilu 2004 dari 24 parpol (data dari sini) untuk DPR di Daerah Pemilihan Papua :

Golkar 233,500 suara; PDIP 76,351 suara; PDS 59,964 suara; PNI 56,066 suara ; PKB 48,561 suara; PDK 46,086 suara; PAN 43,698 suara; Demokrat 43,230 suara; P.Sila 35,301 suara; PKPI 34,649 suara; PIB 34,429 suara; PNBK 34,104 suara; Pelopor 34,061 suara ; PKPB 32,506 suara; PPD 26,068 suara; PKS 21,872 suara ; MDK 18,097 suara; PPP 14,607 suara; PSI 14,653 suara; PPDI 10,615 suara; PBSD 9,978 suara; PBB 9,785 suara; PBR 5,247 suara; PNUI 1,760 suara.

Pada Pemilu 2009, hasil sementara (per tanggal posting dan data dari sini) untuk DPR di Daerah Pemilihan Papua belum masuk dan di Daerah Pemilihan Papua Barat :

Golkar 5,196 suara; Demokrat 963 suara; Hanura 753 suara; PPP 433 suara; PDIP 397 suara ; PAN 368 suara; PDS 353 suara; PKS 338 suara; Gerinda 336 suara; PPRN 329 suara; PKPB 243 suara; PIS 239 suara; Barnas 226 suara; PKDI 200 suara; PPPI 187 suara ; PPI 186 suara; PNI Marh 182 suara; PDK 166 suara ; PMB 110 suara; PNBKI 87 suara; PKB 86 suara; PBB 70 suara; PSI 65 suara; PP 64 suara; PDP 59 suara; PKNU 50 suara; PBR 47 suara; RepublikaN 46 suara; PPIB 39 suara; PKPI 38 suara; Buruh 38 suara; PK 35 suara; PPD 25 suara; PPDI 23 suara; Pelopor 13 suara; Patriot 8 suara; Merdeka 6 suara; PPNUI 2 suara; .

Dapat lah diketahui kekuatan partai di provinsi Papua dan provinsi Papua Barat, meskipun perhitungan suara secara Nasional baru dilakukan pada 27 April, nanti.

Semoga lancar proses Pemilu 2009 khususnya di Papua.

ps: Didedikasikan kepada Kawanlama95.

Filed under: Indonésie, Jurnal, Opini, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , , , , , , , , ,

33 Responses

  1. Robby mengatakan:

    Senan juga membaca tulisan seperti ini, tapi aku sering bertanya siapa separatis itu sehingga dibalik itu ada gerakan separatisme di negeri ini, karena tanpa separatis tidak mungkin ada gerakan seperti itu. Saya pikir separatis itu ada di Jakarta mengapa, karena implementasi otsus tidak jelas sehingga melalui aksi-aksi masyarakat Papua sering mengatakan otsus gagal tetapi pemerintah tidak pernah evaluasinya, apa lagi otsus dijalankan tidak sesuai dengan amanat UU otsus itu sendiri seperti lambang daerah, partai lokal, sekolah khusus, pasar khusus dan lainnya sama sekali tidak ada.

  2. indonesianobservercannal mengatakan:

    Salam Kenal,,blog dan isinya bagus….I do appreciate,..

  3. haniifa mengatakan:

    @Mas Cenya95
    Atau bagusnya Bule Kebo, kali yach !!

    Bangsat Kebo Bule…?! yach orang bule yang kelakuannya mirip kebo, tapi jangan di generalisasi lho.

    Contohnya :
    Politik “devide et impera” sayangnya kita masih terpengaruhi oleh nuansa ini, atau hal lain dari segi hukum kita masih mengabsorsi sistem hukum KEBO BULE dan hal yang paling riil adalah perkawinan sejenis kawin disono (baca:buang-buang uang) tinggal di Nusantara trus ngaku-ngaku udah resmi kawin dan RT/RW kudu ngaku syah secara HUKUM hehehe…😀

    btw… tak terbanyangkan absorsi negatif dari aspek yang lain, artinya kita masih LALAI

    Wassalam, Haniifa.

  4. Cenya95 mengatakan:

    @herdy al-ayyubi : tergantung keinginan diri.
    @ofaragilboy, @mahardhika, @INDAHREPHI, @cahayadihati, @kawanlama95 : amin…
    @javanese : mungkin ajah…
    @Mahendra : konsep atau implikasinya ? Jaman Orba khan… tidak dapat mengkritisi ide pimpinan.
    @Andioka : betul… dan harus menggunakan pendekatan budaya dalam penyelesaian masalah.
    @achoey : makasih
    @Zian X-Fly : jangan dunk… harus peduli.
    @yanti : yups…
    @Billy Koesoemadinata : tuch khan ada yang senang dengan Papua.
    @zee : kondisi tersebt memang masih menjadi masalah bagi pemerintah. Namun yang utama adalah publikasi tentang Papua harus sebanding lurus antara yang negatif dan positif. Selama ini, propaganda yang beredar di media masa lebih banyak menyoroti kegagalan bukan keberhasilan atau kemajuan yang telah dicapai meskipun hanya 1 % peningkatannya.
    @Aden Kejawen : Apa..nya ?
    @tya, @diemaz : kembali salam kenal.
    @Rindu : okey, kupilih dikau, De.
    @Didien®: Yups.. untuk saat ini. Besok… apalgi…:mrgreen:
    @kezedot : makasih dah perhatian akan kesehatanku. Dah agak mendingan sekarang setelah minum obat ghenerik.
    @haniifa : betul… badan tidak kuat membawa kepala dan ekor “EMAS”… sungguh berat memang. Hmmm… siapa sich dia ? daku koq belum mengenalnya, Mas.

  5. haniifa mengatakan:

    Aceh dan Papua dua-duanya bagaikan Kepala dan Ekor “EMAS” bagi Nusantara, namun bangsa ini terlalu lalai mengurusnya atau dilalaikan BANGSAT Kebo Bule… ?! 😀

  6. kezedot mengatakan:

    knapa?
    abang sakit? tak enak badan?
    pasti kurang istirahat atau makannya tak teratur
    minum obat truz minum vitamin ya bang juga istirahat yg cukup banyak ok

    salam hangat selalu

  7. bluethunderheart mengatakan:

    blue selalu mencoba sapa abang terus
    salam hangat selalu

  8. diemaz mengatakan:

    salam kenal mas, kunjungan pertamaku

    Analisa yang bagus , semoga di dalam pilpres ini
    tidak terjadi konflik horizontal. moga

  9. tya mengatakan:

    hayah… pemilu ya…
    no koment ah..

    salam kenal cenya95🙂

  10. kezedot mengatakan:

    pa cabar sahabat?

    selamat menimati liburannya

    salam hangat dalam persahabatan

  11. achoey mengatakan:

    Wah
    Laporan dan analisinya bagus bos
    Semoga Papua makin kondusif🙂

  12. Rindu mengatakan:

    Makanya pilih saya aja gimana? biar gak ada konflik …

    *dibekep, gak boleh ngomong gini*

  13. yanti mengatakan:

    Hmmm….
    Hati panas… Istighfar…
    Kepala cemot-cemot… ambil air wudhu..

    Ber pasrah.. segalanya memang sudah DIA atur.. entah apa lagi rahasiaNYA.. kita hanya bisa tunggu saat rahasia ini terbuka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: