FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Sajak Pendek untuk Pak Guru #2

Ringkasan Cerita #1

Elsa hanya mampu berkata benci tanpa dapat menjelaskan sebabnya kepada Tris. Ini membuat Tris penasaran dan bertanya dalam hati. Ada apa sebenarnya ?

Tris benar-benar jengkel. Merasa ditantang. Apalagi ini menyangkut harga diri. Harga diri seorang guru.

~ ”Lo… Kok datang Pak Tris ? Hari ini kan kosong ?

~ ”Ada yang perlu diselesaikan Bu. Ibu piket hari ini ?”

Bu Sudarmi mengiyakan dan membantu ketika Tris minta tolong memanggil Elsa yang sedang belajar di kelas. Surat panggilan sudah dibuat dan ditandatangani. Disuruhnya penjaga sekolah menyampaikan panggilan itu ke kelas.

~ ”Kelasnya apa Bu sekarang ?

~ ”Tunggu Pak, saya lihat dulu”, setelah melihat rooster, ”Pak Amin, Pak. Agama.”

~ ”Saya tunggu di perpustakaan Bu. Suruh saja terus ke sana.”

~ ”Baik Pak.”

~ ”Terima asih, Bu. Ada konsultasi sedikit.”

Bu Sudarmi tersenyum. Mengerti. Paham bahwa Pak Tris memang menjadi tenaga andalan di sekolah ini. Pembina Pelajar, sejak dulu, sebelum dirinya memasuki sekolah ini sebagai guru sejarah.

Tris duduk di ruang perpustakaan. Ia telah mengambil sikap. Ia harus bertindak. Keangkuhannya tiba-tiba muncul. Tegak dalam dirinya. Rambutnya yang memutih menambah keangkerannya. Garis wajahnya menunjukkan pribadi yang matang. Hari ini ujian lagi. Itu yang harus dihadapinya. Diselesaikannya. Dituntaskannya. Ini masalah pribadi. Pribadi yang tergampar.

Ia tahu. Dalam menunduk sambil menulis langkah penyelesaian di agendanya. Ia melihat sekelebat sosok Elsa di luar perpustakaan, tetap ia menunduk. Menulis dan tak mengangkat wajah. Ia yakin itu Elsa nyelonong masuk, duduk di depan mejanya, duduk kaku. Elsa memandang tajam Tris yang sedang menulis.

Tris mengangkat muka, memandang tajam. Beradu pandang, beradu tajamnya pandang. Tris tersulut … panas… tapi tenang berkata,

~ ”Keluar. Pergunakan etikamu dengan benar. ketuk pintu, baru masuk. Duduk bila saya suruh.”

Mata Elsa berkilat, bergetar. Berdiri, berjalan menuju ke pintu. Keluar. Berhenti. Berbalik. Mengetk pintu.

~ ”Masuk !”

Setapak setapak Elsa masuk. Hatinya berdenyar-denyar mendapat hantaman yang di luar duga. Berdiri mematung di depan Tris. Kebencian memuncak terpancar di matanya yang teralang kacamata.

Tris berkata tanpa memandang

~ ”Duduk !”

Elsa menurut, meskipun hatinya kesal. Lama, barulah Tris mengangkat wajahnya. Memandang Elsa penuh kebapakan.

~ ”Selamat pagi, Elsa. Kau tampak sehat hari ini.”

Elsa tertengun. Terhenyak oleh sapaan ini. Tumbang kekukuhan hatinya. Tetapi tak mau ia menunjukkannya. Judes ia menjawab.

~ ”Baik”

~ ”Saya ingin bicara. Sebagai orang tuamu. Sebagai gurumu.” Berhenti dan makin pelan ucapannya, ”Saya ingin menyayangi murid saya, dengan harapan murid saya mau menyayangi saya. Ada yang saya harapkan: murid saya dapat menerima dengan baik materi yang saya berikan. Hanya dengan dasar saling menghormati, saling menyayangi, kegiatan belajar mengajar dapat mencapai hasil yang maksimal.” Tris memandangi wajah tegar di hadapannya. Bara api di matanya sudah memudar. ”Saya kaget sekali mendengar ucapanmu kemarin. Saya harapkan Elsa mau menjelaskan mengapa Elsa bersikap begitu ?”

~ ”Sudahlah. Lupakan saja. Elsa hanya ngin ngomong saja kok.”

~ ”Ngomong apa?”

~ ”Yaaa… ngomong itu.”

~ ”Itu yang mana ?”

~ ”Itu…, Saya membenci Bapak.”

~ ”Alasanmu ?”

~ ”Yaaa.. ingin ngomong begitu saja, tidak ada alasannya.” Plas plos omongannya seperti tak bersalah, seperti tak ada apa-apa.

~ “Elsa, kau perlu ke dokter. Ada sesuatu yang harus dikoreksi. Hanya orang yang sakit bisa merasa senang bila orang lain merasa sakit karena ulahnya. Ia merasa puas setelah menyakiti orang lain. Engkau telah mengatakan sesuatu dengan sikap yang menyakitkan. Sekarang engkau menganggap hal itu seperti angin lalu. Engkau sakit ?”

Elsa menunduk. Hatinya menggelinjang tak karuan.

~ ”Saya bingung, serba salah. Setiap Bapak mengajar perasaan saya tak karuan, tak bisa berkonsentrasi. Saya mengagumi Bapak. Bapak penuh perhatian. Elsa tak bisa melupakan peristiwa di hutan pinus dalam acara jelajah medan dulu.”

Tris berkerut dahi.

~ ”Peristiwa apa ?”

~ ”Elsa tahu Bapak pasti tak ambil peduli. Tapi bagi Elsa itu sangat berkesan. Sangat penting bagi bagi hidup Elsa !”

~ ”Apa itu ?”

~ ”Apa yang Bapak lakukan terhadap diri Elsa saat itu !”

Tris tertengun. Ada yang mengalir di punggungnya.

~ ”Saya tak memahami !”

~ ”Sudah Elsa bilang, bapak tak ambil peduli. Tetap Elsa merasakan dengan rasa haru yang dalam. Elsa tak akan bisa melupakan sepanjang hidup Elsa. Elsa belum pernah merasakan seperti itu sebelumnya.”

… Sunyi …

Hati Tris mengigil. Diakuinya memang, ia bukan hanya guru bahasa Indonesia. Ia penegak acara jelajah medan. Acara bina fisik dan mental yang luar biasa efektifnya. Merangkak, meluncur, melompat, merambah tebing, bergantung di semak-semak untuk mencapai puncak bukit. Terbenam dalam lumpur, menggeliat, bangkit, menggelinding, terjun, … Fisik dan mental secara sempurna terbina. Inilah acara yang digairahi anak-anaknya. Mereka dengan wajah cerah dan mata bersinar selalu memandang kagum pada Tris yang selalu sigap dan tegas dalam membimbing.

Tiba-tiba Tris terhenyak lagi. Peristiwa apa ? Di bukit cemara ? Apa yang pernah dilakukannya terhadap anak cantik, Elsa, ini ? Berdenyut-denyut kepalanya. Elsa bilang, belum pernah merasakan itu dengan rasa yang dalam… Ah !

Bagaimana menghubung-hubungkan benang semraut ini ?

 

Berlanjut …

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , , ,

12 Responses

  1. Kang Nur mengatakan:

    jadi penulis prosa? bikin penasaran utk mengetahui akhir cerita

  2. ~noe~ mengatakan:

    wah wah…
    lanjut baca dulu ye…

  3. cenya95 mengatakan:

    @adiitya: jangan terlalu rendah, nanti tdk susah berdiri lho… okey, langsung ke TKP memberi penilaian.😀

  4. adiitya mengatakan:

    Eh iya , PRnya sudah saya kerjakan mohon maaf jika gak sempurna..dan gak seperti biasa..
    Sekali lagi maafkan saya yang bodoh ini he he..
    Sukses terus ya pak..

  5. adiitya mengatakan:

    Woww pak okta ternyata berbakat nulis cerpen..saya juga suka menulis cerpen dan puisi tapi untuk konsumsi pribadi he he malu pak..gak pede..
    Sepertinya saya harus banyak belajar dari bapak..

  6. cenya95 mengatakan:

    @ciput mardianto: makasih pujiannya… sebenarnya sich tidak terlalu berbakat.
    @bluethunderhearrt: tak pernah bosan bahkan jangan sampai bosan membacanya.
    @suwung: Baru dimuat di Blog ini.
    @komuter: yups… sedang bergairah:mrgreen:

  7. komuter mengatakan:

    sedang mencoba sesuatu yang lain ??

  8. suwung mengatakan:

    dah dimuat belom nih hasil karyanya? hebad ooeey

  9. bluethunderheart mengatakan:

    malam bang
    blue datang memuji postingan abang ini
    salam hangat selalu

    bosan tidak if blue sedang bercerita tentang kisah si blue,bang?

  10. ciput mardianto mengatakan:

    wah salut sekali mas bakat jadi seorang penulis cerpen!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: