FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Sajak Pendek untuk Pak Guru #4

Ringkasan Cerita #3

Percakapan di perpustakaan membuat hati Elsa plong begitu pula Pak Tris. Pertanyaan yang menghantui Pak Tris pun terjawab sudah. Namun Tris masih menganggap Elsa perlu bimbingan dan penanganan yang cermat.

Lomba penampilan kreasi seni antar SMU mendapat sambutan yang positif. Kelompok ”Aristra” pimpinan Darsono sudah siap menyelenggarakan gladi kotor. Tris diminta memberikan saran dan dorongan. Darsono datang kepadanya.

~ ”Bapak siang ini ada waktu kan ? Saran dan dorongan Bapak sangat kami harapkan.”

~ ”Kostummu siap ?”

~ ”Belum Pak. Untuk siang ini tanpa kostum dulu. Besok pagi baru gladi bersih. Kostum siap.”

Lena dan Nurul masuk

~ ”Bapak datang dong nanti siang. Di aula Pak.”

~ ”Kekompakkanya terasa kurang Pak. Semangatnya itu, terutama adegan tiga.”

~ ”Berapa orang yang turun ?”

~ ”Ada 43 orang.

~ ”Ih, 46 orang. Kan Teja, Fitri, dan Eva ditambahkan di adegan lima.

~ ”O ya, 46 Pak. Betul 46”

~ ”Hadir semua hari ini ?”

~ ”Rasanya lengkap Pak. Sekarang sedang berkumpul di ruang perpustakaan. Bapak bisa berbicara dulu kepada mereka.”

~ ”Saya masih mengajar dua jam lagi. Nanti saja, siang. Pukul berapa dimulai ?”

~ Setelah pulang nanti Pak. Ada beberapa anak dari kelas XII juga belum bisa berkumpul sekarang.”

~ ”Iya, itu Elsa juga masih mengikuti Biologi dua jam lagi. Ia harus mengetahui urutan penyajian. Ia, sebagai MC, bisa gugup kalau tidak mengetahui pola keseluruhan acara.”

~ ”Pelatih dramamu datang ?”

~ ”Datang. Ada di perpustakaan Pak sekarang sedang memberikan beberapa petunjuk penghalusan. terutama dialog tokoh-tokoh sentral.”

~ ”Datang ya Pak. Kami tunggu. Jangan lupa di aula.”
Tris tersenyum. Terasa keakraban anak-anak ini terasa kekolokkannya.
Sebelum menuju ke aula Tris dicegat Elsa. Cemberut saja gadis itu.

~ ”Masa Elsa ditodong jadi MC.” Bikinin !

~ ”Bikinin, bikinin. Buatkan !”

 ~ ”Ya, Buatkan !”

~ ”Buatkan apa ?”

~ ”Bagaimana bicaranya nanti ? Jadi MC kan susah.”

~ ”Yang terang kalau Elsa berbicara seperti itu teammu bisa bubar. Bahasamu itu !”

~ ”Alaa…, ini kan bahasa di luar. Ini kan bukan forum serius, jadi bukan bahasa resmi.”

~ ”Membiasakan yang baik itu baik.”

~ ”Ah, nggak… kaku.”

~ ”Ya sudah.” Tris beranjak pergi.

~ ”Loo…, kok ngambek.”

~ ”Ngambek mu. Mau ke aula. Anak-anak sudah menunggu.”

~ ”Iya, Elsa juga ke sana. Jadi, bagaimana menjadi MC ?”

~ ”Elsa, dengar, bicaralah dengan tenang. Ingat vokalmu. Ingat penampilanmu. Pengunaan bahasa puitis dalam acara ini akan sangat menunjang. Elsa pasti mampu.”

~ ”Pasti ?”

~ ”Pasti ! terutama kalau lagi benar.” Elsa menjerit, mencubit lengan Tris.

~ ”Idih, memangnya Elsa sering tidak benar ?”

Tris tidak meladeni. Tertawa beriringan menuju ke aula.

Sampai akhir, Tris menunggu gladi kotor. Telah dibuatnya beberapa catatan. Secara keseluruhan Tris melihat adanya ”rasa” baru dalam penggarapan materi itu. Ada momen-momen yang menyentuh dengan garapan yang artistik. Unsur tari digarap Daryanto dengan intens. Ia memang mampu untuk itu. Unsur drama ditangani pelatih dengan bobot yang cukup bagus pada ketiga ujung tombaknya: Vien sebagai ibu, Firman sebagai ayah, dan Dita sebagai guru. Ada adegan yang bagus dan memberikan tamparan yang menggelikan tetapi mempunyai makna yang tajam mengiris. Tinggallah, ah… benar omongan nurul, semangat yang terasa belum total.

~ ”Materimu bagus. Garapan tari dan drama cukup bagus dengan bobot yang dapat dikedepankan. Ada yang ingin saya sampaikan. Satu unsur penunjang pokok yang mungkin kalian lupakan ’Semangat !’ Kalian telah berkreasi. Itu yang saya hargai. Tidak sekedar berkumpul untuk ramai-ramai. Lihat materi acaramu itu. Kreatif ! Kalian telah membuat sesuatu dengan sadar, dengan garapan. Sebuah kreasi, itu yang berharga. Soal menang atau kalah jangan dijadikan tujuan akhir. Kalian akan kecewa. Saya pribadi akan kecewa – bukan soal menang atau kalah – lebih kecewa bila kalian mati. Tanpa kegiatan kreatif. Teruskan ! Yakini dulu ini kreasimu. Sesuatu yang kalian yakini, yang kalian tunjang dengan semangat yang tinggi akan betul-betul memberikan kepuasan batin yang dalam. Batinmu. Itu sudah suatu kemenangan.”

Mata anak-anak tampak bersinar. Dengan mencuri-curi, Elsa mengagumi cara Tris beicara dan membangun motivasi. Ia bangga. Diam-diam tetapi wajahnya tak mau menampakkan itu. Ia pendam dalam sanubarinya sendiri.

Tris pulang. Seluruh anggota team sama-sama meninggalkan aula. Berkelompok-kelompok. Elsa menempel terus pada Tris.

~ ”Pak, Elsa boleh minta …?”

~ ”Ongkos pulang.”

~ ”Uuu.., nggak usah ya ? Elsa punya.”

~ ”Makan siang ? Kan rumahmu dekat ?”

~ ”Ngaco. Eh, Pak, saat pementasan nanti Bapak pakai hem yang Bapak pakai waktu Elsa menghadap pertama dulu ya ?”

~ ”Lupa.”

~ ”Yang berlengan pendek. Abu-abu kebiru-biruan.”

~ ”Kenapa ?”

~ ”Tampak sportif ! Gagah dan …”

~ ”Dan rambut putih begini !”

~ ”Ah, ya biar… Apa mau disemir ? Jangan ! Nora ah !”

Siang itu Tris merasa dibebani, pikiran. Siapa Elsa ini ? Siapa anak cantik yang plas plos ini ? Seperti gunung api yang meledak-ledak. Memang tampak perubahan dalam sikapnya. Lebih terbuka dan ringan hati. Awan sendu yang bermuara pada sikap sinistis tampak mulai tersingkir.

Sadar lagi Tris akan tugasnya. Anak ini harus terlepasdari kemelut yang menggulung-gulung dirinya. Ia harus jadi anak yang berpribadi. Ia harus jadi anak yang dapat memenangkan perjuangan batinnya.

 Kasihan anak ini.

 

 

Berlanjut …

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , , ,

13 Responses

  1. Eoin mengatakan:

    Harusnya elsa mencubit lbh keras lg, gmn kalo pas ngemsi kehabisa kata2 coba? Atau cubit mencubit itu intinya? Metode pengungkapan sesuatu? Cool bro! Jd mkn penasaran..

  2. adiitya mengatakan:

    Wah sepertinya Elsa menyukai pak Tris ya pak..bakalan seru nih..lanjuuut

  3. kawanlama95 mengatakan:

    ya membaca ini memang harus konsen seeh.

    oo sajak tuh kaya gini ya pak , membangun kretifitas memang harus sedini mungkin termasuk dalam hal penulisan . ataupun seni yang lain. tapi hari ini aku sedang lelah.

    Selamat iang, salam super hangat

  4. ~noe~ mengatakan:

    lanjut lagee…

  5. diazhandsome mengatakan:

    oohh… sajak guru tuh gimana ya? sampe part berapa nih??

    jangan kayak sinetron tersanjung sampe episode 1456 belom kelar-kelar. hehehe

  6. cenya95 mengatakan:

    @kezedot: baik… masih dilanjut Blue.
    @diazhandsome: bukan… sajaknya blom sampai ceritanya. Bentar lagi muncul tuh sajak.
    @sarahtidaksendiri: Hmmmm… ada memori yang indah nich..😉
    @Hariez: yups… harus ditrapkan dalam kehidupan sehari-hari… hasilnya pasti baik.
    @WANDI thok: ya mas, katanya. salam dari anyak kecil, mas.

  7. WANDI thok mengatakan:

    Iya ya mas, kasihan anyak kecil itu. Halo anyak kecil, jangan nangis ya…😀

  8. Hariez mengatakan:

    saya suka pas di, ”Membiasakan yang baik itu baik.” kata-kata itu mengingatkan sosok keras nan arif guruku…😀

    -salam- ^_^

  9. sarahtidaksendiri mengatakan:

    lama tidak mampir… >_<

    g tau knp pas bc crta ini, aQ jd ingat sm kenangan waktu SD, aQ pernah ngalanmin sesuatu yg menyangkut guru waktu SD…😀

  10. diazhandsome mengatakan:

    hmm… sajak itu maksudnya dialog pendek?? wah, bahasa baru kah ini?

  11. kezedot mengatakan:

    pagi bang….
    pa cabar?
    wah masih berlangsung tidak esok ceritanya?
    blue nanti ya
    salam hangat 2 musim

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: