FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Sajak Pendek untuk Pak Guru #9

Ringkasan Cerita #8

Pagi-pagi, Tris dan Elsa sudah terlibat percakapan yang serius di ruang guru. Tris mengajak Elsa nonton berdua dengan maksud mengorek makna sajak itu.  Tapi alasan penulisan sajak itu, keluar begitu saja dari mulut Elsa, setelah disindir Tris. Akhirnya Tris tersadar dan Elsa pun senang. Bu Wiek masuk ruang guru saat mereka selesai berdialog. Bu Wiek pun mengoda Elsa. Bu Wiek percaya kepada Tris akan profesi yang diembannya.

Seorang demi seorang guru-guru datang. Hari ini bel masuk tetap dibunyikan tepat waktu. Hari ini, murid-murid tetap menunggu 10 menit sampai guru memasuki kelas. Hari ini, Tris mengajar tepat waktu seperti biasanya. Anak-anaknya tak pernah menggerutu walaupun di luar masih saja anak-anak kelas lain, menggerombol di depan pintu-pintu kelas mereka masing-masing, menunggu gurunya.

Hari ini Tris mengajar dengan hati ringan walaupun hatinya merasa dituding-tuding. Pembohong ! Kapan dirinya mengenal hati wanita ? Berapa kali ia membohongi Elsa, pagi ini ? Berapa kali ia membohongi gadis cantik itu sampai gadis itu tetap saja mengira bapak gurunya ini mengetahui segala-galanya. Mengetahui dengan pasti apa yang tersirat dalam puisinya, katanya. Merasa bahagia membaca puisinya, katanya. Padahal seminggu ia dibakar oleh ketidaktahuannya tentang perasaan seorang gadis yang terangkum dalam puisi yang dibuat untuknya. Berhari-hari ia terpukul oleh ”tukang beca”. Masih juga ragu ketika Bu Sri mengungkapkannya. Aku harus bisa berperan, sampai membohong pun, katanya, membela diri. Tidak ! Telah mantap ia pada prinsipnya. Tidak mau ia berpaling dari garis prinsipnya. Dalam saat-saat kritis, ia jadi tetap tegar dalam peran bohongnya, sampai orang yang dibohongi tetap yakin bahwa ia tidak bohong. Sampai Elsa tetap yakin bahwa bapaknya ini berpura-pura bohong. Tris memang telah yakin pada dirinya. Ia telah matang. Tris tak pernah bekerja setengah-setengah. Hatinya kini tersenyum. Mulai terpegang gadis cantik ini. Ia tahu kemana mesti dituntunnya.

Malamnya Elsa jadi nonton bersama Tris. Menonton pementasan drama di TIM. Rutin. Tris selalu membawa anak-anak kelas XII untuk menyaksikan pementasan drama di pusat kesenian ini. Anak-anak membuat tinjauan sekilas setelah menyaksikan sebuah pementasan drama. Tris akan membimbing sampai pada tingkat diskusi di kelas sebagai akhir kegiatan itu.

Di mobil, Elsa tetap tak bisa diam. Berkelahi terus dengan Aditia. Tris sekali-sekali menengahi dengan kocak. Bu Tris ikut meramaikan suasana. Ditanggapnya Elsa dengan keramahannya. Bu Tris dekat dengan Elsa ini. Sudah seperti anaknya sendiri. Senang ia menghadapi anak cantik yang nakal, keras, centil dan suka meledak-ledak ini. Berkali-kali ia berbimbingan tangan dengan gadis ceria ini, menyusuri jalan setapak berliku-liku di hutan-hutan cemara, sungai, jurang, dan bukit-bukit di kawasan Ciloto – Puncak pada acara jelajah medan.

~ ”Rencana Elsa mau kemana sesudah lulus ?”

~ ”Nggak tahu, Bu. Niat sih Psikolog UI, tapi tahulah nanti.”

~ ”Wiraswasta saja El !”

~ ”Wiraswasta apaan ?”

~ ”Panti pijat !” Sambil teriak idiiiih digebukinya Aditia yang menggodainya itu. Bu Tris tak dapat menahan tawanya. Tinton, si bungsu, ikut juga tertawa.

~ ”Kenapa tertawa, Ton ?”

~ ”Lucu Pa. Panti pijat kan harus tuna netra dulu. Masak Mbak Elsa harus …” Tidak diteruskan karena semuanya tertawa mendengar logika anak kecil yang tidak sempat nyambung itu. Tinton memang sering ikut papa dan mamanya pergi ke panti pijat. Panti pijat tuna netra.

Hari-hari berlalu dengan cepat. Seperti berkejaran. Elsa makin dekat. Telah terikat ia. Tris tahu saat-saat yang tepat untuk mengisi jiwanya yang labil. Terus dibangunnya jiwa yang resah itu. Keluarga sudah tidak menjadi beban lagi bagi Elsa. Pendekatannya kepada ayah sudah mulai mulus walaupun awalnya tersendat-sendat. Elsa sudah dapat merasakan damai yang melegakan dalam keluarganya. Kolokannya pada Tris sudah menjurus pada pengertian yang hakiki. Sikap dewasa, seperti hari ini.

~ ”Bapak terus pulang ?”

~ ”Ya.”

~ ”Elsa ikut.”

~ ”Boleh.” Dusuk disamping Tris. Kijang meluncur pelan. ”Tidak bingung lagi ?”

~ ”Nggak.”

~ ”Masih dengan yang di ITB.”

~ ”Ah, gombal. Elsa memang keras. Nggak tahu, Elsa nanti dengan siapa.”

~ ”Tidak cocok ?”

~ ”Nggak. Egois dia. Elsa nggak mau. Masa, Elsa harus ngalah terus.”

~ ”Bagus. Masih kecil ini.” Elsa memandang Tris.

~ ”Elsa kemarin sudah 18 !”

~ ”Belum 28.”

~ ”Loo…”

~ ”Kan makin matang. Elsa bisa merasakan indahnya hidup ini dengan tuntas. Apa Elsa mau, tahun depan sudah mengendong anak ?”

~ ”Idih, amit-amit. Jangan deh.”

~ ”Maka itu. Orang yang mampu seperti Elsa hendaknya tahu memanfaatkan waktu. Otakmu jalan. Studi. Serius. Berhasil. Nah…, terserah. Mau turun dimana ?”

~ ”Di depan itu.” Kijang berhebti. Elsa turun. ”Terima kasih.”

~ ”Salam untuk ayah dan ibumu.”

~ ”Ayah belum pulang. Ibu ke Kebayoran.”

~ ”Ya sudah sana. Nanti saja sampaikan.”

~ ”Kalau nggak lupa.”

Elsa tajam memandang Tris. Tersenyum. Senang ia membuat Tris jengkel. Lalu menyeberangi jalan. Lalu melambaikan tangan. Tris menjalankan mobilnya. Ia melirik kaca spion. Elsa sudah tidak adalagi. Tris memandang puas. Sebentar lagi UN. Ia sudah yakin.

Stop !! Sampai di sini saja. Titik.

Sekarang saya ambil alih persoalan Elsa dan Tris ini. Masalahnya menyangkut akhir sebuah cerita. Ini tidak mudah karena menyangkut berbagai aspek. Bisa aspek psikologis, bisa aspek sosiologis, bisa aspek politis, bisa aspek ekonomis, bisa aspek theistis. Bisa aspek paedagogis, bisa aspek dikdatis, bisa aspek, hmm…, seksologis. Begitulah !

Alangkah rumit. Harus pilih-piih, hati-hati lagi. Mana yang bagus, mana yang artistik, mana yang enak.

Tidak boleh sembarangan.

Sebenarnya semuanya memang tergantung kepada saya. Apa yang saya maui itulah yang terjadi. Mestinya ! Tetapi saya ingin masalah Elsa dan Tris ini tuntas sampai ke tulang sumsum. Artinya, tuntas dalam pengertian masuk akal.

Nah, saya sudah terlanjur menulis masuk akal. Berarti saya terjebak. Sebenarnya apa yang tidak masuk akal ? Semuanya kan memang bisa menjadi masuk akal bila dibuat. Ditentukan. Diputuskan. Kan begitu ?

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , ,

20 Responses

  1. […] Ringkasan Cerita SPuPG […]

  2. D3pd mengatakan:

    sukses dan terus semangat ya…^_^…V salam D3pd

  3. Fietria mengatakan:

    Hobi nulis cerita ya?

    Lam kenal
    😀

  4. tuyi mengatakan:

    Wuih indah nian sajaknya Pa’…?

  5. Hariez mengatakan:

    malem Om…wahh…salut buat Pa tris nya…panjang sekali cerita ini Om, apakah masih ada lanjutannya ?? saya tunggu kelanjutannya Om😀

    -salam- ^_^

  6. idham mengatakan:

    wah ceritanya panjang banget…
    pa kabar?

  7. itempoeti mengatakan:

    baca dari awal sampai akhir nahan napas…
    alur ceritanya cepat…

    open ending…

    pembaca silakan menyimpulkan sendiri…

  8. AeArc mengatakan:

    wah, seru banget critanya..

  9. Wandi thok mengatakan:

    Salut buat pak Tris, aku monya juga bejitu. Lanjutken!😀

  10. Free PC games mengatakan:

    Wah….
    Maaf OOT…
    Saya cuman mau ngajak kenalan ajah….
    Hehehe…
    Salam kenal ya sob…🙂
    :.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:
    Kunjungan balik sangat ditunggu…..🙂

  11. wahyu ¢ wasaka mengatakan:

    Sorry OOT : Selamat Anda mendapatkan Award Silahkan lihat dan ambil Di Weblog saia / Klik Disini

  12. Abdul Cholik mengatakan:

    Sajak bisa meluluh lantakkan hati wanita lho,apalagi kalau sajaknya diolesi coklat he..he..he
    salam kenal dari Surabaya mas

  13. bocahbancar mengatakan:

    wahh….cerita ini..
    Pasti ditulis oleh sang Isteri tercinta yawh..🙂
    (maav kalo salah nebak Mas)

  14. bluethunderheart mengatakan:

    selamat malam bang
    wah blue pokoknya manut apa yg abang inginkan dech………….
    salam hangat selalu

  15. Irfan mengatakan:

    apa yang saya mau, itulah yang terjadi. setuju!😀

  16. ~noe~ mengatakan:

    kalo nanti larinya ke aspek seksologi, nanti ga jauh2 dari enny arrow dunk😀
    aku belum menemukan jurus maut dari pak tris untuk membimbing elsa. mungkin sekedar tindakan atau bahkan kata-kata sakti yang bisa menyadarkan ke-abg-an elsa.
    dengan kata lain, endingnya masih ngambang. kita yang menentukan sendiri.
    terus eksplorasi dari pak tris juga masih kurang. ada apa dengan bapak ini hingga membuat muridnya ngefans berat.
    kalo sekedar hobby outdoor, aku juga sama, tapi kok tidak ada elsa-elsa yang ngefans aku ya😀
    hehe…
    salut…

  17. newbiedika mengatakan:

    udah dipasang ..hehehe muph lupa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: