FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Ending SpuPG Alt #1

Sikap Elsa kepada Tris melukai hati saya. Sebagai keputusan saya, akhir cerita itu saya buat begini, tapi sebelum dilanjutkan ada baiknya membaca ringkasan berikut, sebagai pembangkit ingatan akan cerita sebelumnya.

Ringkasan Cerita SPuPG

Elsa hanya mampu berkata benci tanpa dapat menjelaskan sebabnya kepada Tris. Ini membuat Tris penasaran dan bertanya dalam hati. Tris memanggil Elsa melalui guru piket dengan alasan ada konsultasi, padahal ia ingin mencari tahu penyebab kebencian Elsa terhadapnya. Pertemuan keduanya di perpustakaan membuat Tris bingung akan peristiwa yang terjadi di bukit hutan cemara. Sebuah peristiwa yang tak dapat dilupakan oleh Elsa. Percakapan tersebut membuat hati Elsa plong begitu pula Pak Tris. Pertanyaan yang menghantui Pak Tris pun terjawab sudah. Namun Tris masih menganggap Elsa perlu bimbingan dan penanganan yang cermat.

Tris terlibat untuk memberi penilaian pada pementasan kreasi seni dimana Elsa mendapat peran menjadi MC. Menurut Tris, pementasan kreasi seni itu memang dapat diselenggarakan dengan baik meskipun sound system tidak mendukung.

Hari-hari terus berlari. Semua menggelinding menuju arah sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tris sibuk dengan tugas-tugas keguruannya. Anak-anak sibuk dengan tugas-tugas menjelang semester genap, juga Elsa. Saat pembagian rapor. Elsa sudah nyelonong ke ruang guru langsung ke meja Tris yang baru saja selesai membagikan rapor di kelasnya. Tris meminta Elsa untuk menulis apa saja sesuai yang dirasakannya selama liburan. Elsa memberikan amplop kepada Tris. Setelah selesai mengajar Tris membacanya hingga dua kali. Tulisan Elsa yang berupa sajak ’tukang beca’ membuat Tris tercenung untuk mencari apa yang tersirat di balik tulisan itu.

Seminggu Tris berdiam diri setelah membaca sajak Elsa. Membuat Bu Wien dan Bu Rismauli penasaran dan akhirnya ikut membaca juga sajak itu. Mereka terkejut dan memberi komen dengan emosi di depan Tris. Keributan tersebut menarik perhatian Bu Sri dan Ia pun terlibat membahas makna sajak tersebut. Akhirnya mereka tertawa sambil meninggalkan Tris sendiri, termenung.

Pagi-pagi, Tris dan Elsa sudah terlibat percakapan yang serius di ruang guru. Tris mengajak Elsa nonton berdua dengan maksud mengorek makna sajak itu. Bu Wiek masuk ruang guru saat mereka selesai berdialog. Bu Wiek pun mengoda Elsa. Dan Bu Wiek percaya kepada Tris akan profesi yang diembannya.

Malamnya Elsa dan Tris menonton pementasan drama di TIM. Di mobil, Elsa tak bisa diam, berkelahi terus dengan Aditia. Tris sekali-kali menengahi dengan kocak dan Bu Tris pun ikut meramaikan suasana.

Hari-hari berlalu dengan cepat, seperti berkejaran. Elsa makin dekat, telah terikat. Tris telah mengisi jiwanya yang labil dan akan terus dibangunnya jiwa yang resah itu.

”Elsa lulus UN dan SPMB. Memang anak cerdas, ia. Perhatian dan kekolokannya pada Tris membakar dirinya sendiri. Ia terbakar. Ia bingung sendiri karena tidak bisa memadamkan api yang telah berkobar itu. Ternyata bayang-bayang Tris selalu mendekap dirinya. Kemana saja. Juga di meja belajar. Juga di kamar mandi. Juga di tempat tidur. Mengeliat-geliat ia diburu mimpi-mimpi indahnya. Ia ingin selalu dekat Tris. Ia mulai membayangkan betapa bahagianya bila selalu bersama Tris. Ke toko, ke pasar, ke resepsi, ke Ragunan, Kebon Binatang !

Ah, ah, ah, mana mungkin ia harus hidup tanpa Tris ? Mana mugkin matahari bisa bersinar cemerlang tanpa Tris ? Mana mungkin bulan memancarkan cahaya indah itu, terasa romantis tanpa ia berbaring dengan kepala di dada Tris ? Mana mungkin …

Hei…!

Ia tak mau berlarut-larut. Sudah cukup lama, ia tak bertemu Tris. Ia sudah tenggelam dalam kesibukan perkuliahan. Alangkah banyak mahasiswa yang ganteng, muda, dan gagah. Tetapi, mana yang matang seperti Tris ? Mana yang penuh pesona dan wibawa seperti Tris ? Gelisah terus ! Risau terus ! Tidaaak ! Hanya Tris yang mampu mendamaikan hidupku, katanya. Hanya Tris yang mampu membahagiakan hidupku, katanya.

Hari itu, ia nekad, tekad baja. Sudah teguh hatinya, sudah kukuh jiwanya. Ia tak akan melepaskan Tris dalam hidupnya. Kakinya membuat langkah-langkah panjang, memasuki sekolahnya dulu itu. Jam sepi, ia tahu hari ini, seperti biasanya, Tris kosong dua jam pelajaran. Ya.. jam seperti ini. Dibalik kaca jendela itu, ia berhenti. Tertengun, matanya terbelalak. Tris sedang berdialog dengan… ih, ih, gemasnya ia. Fitria ! Sekretaris Umum OSIS yang ia kenal. Cantik anak itu. Rambutnya itu ! Tergerai sampai ke pinggulnya. Tiba-tiba saja, ia benci memandangi Fitria yang cantik itu dekat dengan Tris. Duh…, tersenyum-senyum lagi. Panas hatinya. Tanpa mengetuk pintu, ia nyelonong ke meja Tris. Tris tenang saja. Tris kalem saja. Tersenyum.

~ ” Halo Elsa”. Fitria menoleh.

~ ”Elsa !” Disalaminya Elsa. Ribut tanya ini itu. Bilang tambah gemuk, bilang tambah manis, bilang tambah cantik, bilang sudah mahasiswi nih..! Bilang … Ah, ah, kenapa jadi dia yang banyak ngomong ? Tentu saja Elsa keki, tetapi masa ditunjukkan kekinya ? Ya dalam hati saja jadinya. Sementara itu anak-anak OSIS berdatangan. Hari ini Tris akan memberikan briefing kepada beberapa pengusrus OSIS.

~ ”Elsa mengganggu ya ?”

~ ”Kebetulan saja. Adik-adikmu ini sedang menyiapkan upacara pelantikan MPK.” Fitria mengatur kelompok itu, duduk merapat, memandang Tris, menunggu Tris. Wajah Elsa beku. Kaku.

~ ”Ya.. sudah kalau begitu.” Tris tidak menahannya, hanya berpesan, belajar baik-baik agar sukses. Sambil meninggalkan ruangan guru, Elsa selintas melihat Tris sudah tenggelam di antara anak-anak itu, diapit Fitria dan Oky, Ketua OSIS. Hati Elsa morat-marit. Ia merasa tak berharga. Hatinya berteriak. Gila ! Begitu saja aku diterima ! Gila ! Gila ! Gila ! Elsa tidak pulang lagi.

Hari itu orang-orang berkerumun di sekitar kecelakaan itu. Ada orang terlindas kereta. Kaca matanya terpelanting, hancur sebelah, sebelah lagi retak kacanya. Elsa telah pergi untuk selamanya. Tragis sekali ! ”

Nah puas saya, dikiranya Tris itu siapa ? Tris kan pembina pelajar yang disegani ? Masa kepada Tris sikapnya ”meremehkan” seperti itu ? Tris, orang yang baik, sudah hampir 50 tahun, mestinya dihargai, mestinya dihormati. Ia memang ramah. Ia memang menyayangi murid-muridnya, bukan Elsa saja, bukan Fitria saja, tapi semuanya. Memangnya apa dia ?

Lalu, saya baca set akhir cerita itu. Deg ! Kejam amat saya ini ! Sebagai oprang jawa yang suka pada filsafat ”Begitu ya begitu, tetapi ya jangan gitu”. Saya digugat, digugat hati nurani saya. Cabut ! Itu tidak manusiawi ! Itu mau menang sendiri ! Dalang ya dalang, tetapi welas asihlah terhadap sesama, apalagi ini gadis, pandai lagi.

Bayangkan kalau ia jadi dokter kelak berapa orang yang bisa diselamatkan ? Ia kan punya potensi untuk itu. Apa kau punya ? Apa kau bisa jadi dokter ? Atau insinyur ? Kalau ia bisa jadi dokter, dokter betulan, yang mau turun ke sawah untuk menanam padi kebaikan, kemanusiaan, menolong para petani supaya sehat sehingga bisa terus menanam padi seumur-umur, khan hebat itu. Lalu padinya untuk kau. Maka itu cabut ! Cabut tidak ?

Merasa diancam seperti itu saya mengalah. Khan mengalah itu tidak berarti kalah. Begitu kan kata Tris dalam menasehati Elsa ? Oleh karena itu akhir cerita, saya akan ubah.

Filed under: Cerpen, Jurnal, , , , , , , , , , , , ,

22 Responses

  1. Nisa mengatakan:

    wah., maw ngganti endingnya..😀, nisa maw lanjut baca ah..

  2. Wandi thok mengatakan:

    Wahaha, cerpennya sudah berakhir belum mas? sip. lanjutken.

  3. way of harmony mengatakan:

    blogwalking🙂

  4. kanglurik mengatakan:

    kanglurik salam kenal yah….. Puanjangggggg..😀

  5. way of harmony mengatakan:

    nih sapa yg ngarang ya hehehe

  6. krishnabalagita mengatakan:

    …terima kasih banyak Mas….

  7. krishna mengatakan:

    …salam kenal Mas …apa boleh tukeran linknya terima kasih sebelumnya…

  8. debiSiDudud mengatakan:

    pengalaman pribadi ya maz?

  9. kawanlama95 mengatakan:

    pak teris guru yang bijak dan bisa di jadikan contoh , apakah ini pengalaman di SMU 21 kah.

  10. cenya95 mengatakan:

    @all: Baca dulu baru komen atau komen dulu baru baca… ? silahkan…

  11. goncecs mengatakan:

    panjang bener om ….

    tak wocone sik yoooo

  12. mel mengatakan:

    maju terus pantang mundur neh kaya’nya….kaya’ tersanjung 6 atau cinta fitri season 3 hehheee

  13. Mahendrattunggadewa mengatakan:

    lanjut terus….
    masih duduk manis disini…

  14. bluethunderheart mengatakan:

    pagi bang.
    pokoknya apapun tindakan abang blue akan menantikan kelanjutannya Ok

    salam hangat selalu

  15. Rivanlee mengatakan:

    keduaax dulu yang penting , baru baca , hihihihi

  16. Catatan Rudy mengatakan:

    Pertamax.. Blum kubaca.. Mo baca dulu ah..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: