FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Pasrah … ?

Kupandangi surat Ika yang telah terbuka. Masih terngiang dalam ingatanku kejadian siang tadi. Aku tertengun oleh kelakuan temanku, Boen. Dan beberapa detik kemudian Ika pun pergi. Ika meninggalkan ku dengan wajah cemberut, marah dan kecewa. Niat hati ingin mengejar Ika dan mengantarnya pulang tapi khawatir akan terjadi pertengkaran. Suasana hati pun akan berubah menjadi sedih beramarah. Ku putuskan membiarkannya sendiri. Ketenangan lah yang dibutuhkannya untuk meredam panas di hati. Begitu pula dengan ku hanya untuk menghilangkan kebimbangan di hati.

Keingintahuan Boen menjadi masalah bagi ku dan Ika. Memang Boen adalah temanku sejak pertama masuk kuliah. Orangnya lugu dan lucu. Melihat wajahnya saja, sudah ingin tertawa. Apalagi bila ia bercerita, perut ini terasa dikocoknya. Penampilannya tidak seperti yang lain. Ia selalu memakai kaos dan celana kesayangannya. Kaos bergaris penuh dengan beberapa lubang kecil. Lubang kecil dari bara debu rokok. Celana panjang bewarna hijau hansip dengan banyak kantong dan cingkrang, 5 senti di atas mata kaki. Sepatu yang dipakai pun sesuai dengan celananya. Sepatu TNI peninggalan ayahnya, seorang perwira TNI AD. Dosen killer pun tak sanggup memarahinya bila Boen berpakaian seperti ini. Apalagi aku. Banyak teman yang memberikan pakaian layak pakai kepadanya, namun tetap saja dia memakai seragam kesayangannya. Hmmm… susah juga pikirku sambil menarik nafas panjang.

Kuperhatikan kembali surat berwarna biru lembut itu. Ku ambil isinya dengan perlahan-lahan, tanpa semangat, tidak seperti biasanya. Lipatan kertas surat sangat rapih dan membuatku berhati-hati melepaskan lipatan-lipatan itu. Kubentangkan kertas dihadapanku dan kubaca :

Kalau memang kebersamaan tidak kunjung tercapai.

Kalau kata sepakat tidak jua terjangkau

Untuk apalagi kita paksakan ?

Kalau perpisahan yang terbaik

Dua tahun telah berlalu

Tanpa saling pengertian

Dua tahun sia-sia

Tanpa saling memahami

Mengapa kita enggan mengakuinya ?

Tersadar aku dibuatnya. Dua tahun berlalu begitu saja. Tiada kemesraan yang teringat, hanya perselisihan yang dikenang. Aku tak percaya. Kubaca kembali untaian kata di surat itu. Benarkah ini keinginannya ? atau terbawa emosi ? Kugali memoriku tentang hubungan ini. Menimbang-timbang…, akan kah berlanjut atau tidak.

Kubayangkan secara fisik, Ika baik, lengkap… tidak cacat, dan cantik meskipun berkulit agak hitam, manis sedikit. Badannya tinggi langsing, tidak jauh berbeda dengan diriku. Bila berpakaian, Ika sangat memperhatikan penampilannya. Pilihan warnanya selalu matching antara atasan dan bawahan. Secara sifat, Ika baik, ramah dan sopan, serta kurang sabar terutama saat menunggu, walaupun hanya lima menit. Berbeda sekali dengan diriku yang santai, easy going dan tidak banyak bicara, namun banyak berpikir. Bila diperhatikan tanda-tanda berpikir dengan seksama, tampak jelas krenyit di dahi ku.

Sedang apa dia sekarang ? Terlintas pertanyaan ini di benakku. Kuraih telepon ku. Ku hubungi Ika. Terdengar nada sambung … tapi tidak diangkat. Sudah tidur kah ? atau tidak mau bicara lagi dengan ku ? Kucoba kembali menghubunginya dan …

”Sebel !” terdengar suara Ika menjawab telepon ku. Bukan nya kata assalammualaikum atau hallo. ”Kenapa tidak mengejar aku, tadi ?” tanyanya, ”Aku tidak suka dengan Boen. Kasih tahu teman mu itu”, lanjutnya. Belum sempat aku jawab pertanyaan pertama, Ika sudah bicara lagi, mengalir terus kata-kata dari mulut mungilnya itu. ”Bukan haknya main buka saja. Pasti dia sudah membacanya. Kamu diam saja. Tunjukkan kalau kamu tidak suka dengan caranya. Kalau mau terus, kamu harus marahi dia. Aku tunggu beritanya sampai besok.” pinta Ika sambil menutup pembicaraan. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut ku, hanya diam terpaku.

Ingin ku telepon kembali tapi aku urungkan niat itu. Khawatir Ika bertambah marah kepada ku. ”Kalau jodoh…, tak kan lari kemana.” kata Brain ku, ”Semoga, besok, dia kuliah. Amiin”

”Kalau bukan…, wassalam.” sahut Heart.

end part one


Filed under: Bahasa, cenya, Cerpen, IBSN, Indonésie, Jurnal, NaBloPoMo09, , , , , , , , , , , , , , , ,

77 Responses

  1. Francesca mengatakan:

    I was suggested this web site through my cousin. I’m not sure whether or not this publish is written through him as no one else know such designated approximately my difficulty. You are incredible! Thanks!

  2. Gennifer Cooley mengatakan:

    Muchos Gracias for your blog.Really looking forward to read more. Really Great.

  3. Mary Kay mengatakan:

    When you come to a roadblock, take a detour.

  4. Knupp mengatakan:

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is great, let alone the content!. Thanks For Your article about Pasrah … ?

  5. Dido mengatakan:

    After years of using the Internet, now I honestly what do severe problems mean. Never in my life have I made such a fault, and I never was as disoriented as I was last time. This post smashed all my apprehensions.

  6. Andrew Pelt mengatakan:

    Thanks for good information that comes out to

  7. Nicely made, I’m not actually convinced, are you certain it’s true? Although I often enjoy electronic gizmos and devices I’ve got learned to possibly be sceptical. There are a great number of posts about tech on the web that they shouldn’t really be considered as absolute simple fact.Maybe you are looking for information about electronic devices perphaps look at user reviews such as this franklin electronic 24 In any event I will bookmark this site on digg and keep in touch.

  8. free sex videos mengatakan:

    wow gotta love that

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: