FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Mlancong To Batu

Episode : Mengejar Kereta Api

Setiap tahun, saat menjelang liburan, tradisi keluarga, menghabiskan waktu liburan dengan memanjakan diri berekreasi. Sasaran wisata adalah tempat-tempat bersejarah. Dan tentu saja tempat hiburan serta kuliner pun menjadi tujuan. Kali ini, kami akan mlancong ke Batu dan Malang. Rute perjalanan pun direncanakan dengan konsep senang, puas dan fresh.

Hari libur tiba, kami pun merealisasikan rencana perjalanan ke Batu, Jawa Timur. Sebelum berangkat kami mencek ulang persiapan akomodasi Mlancong to Batu; Tiket Kereta pergi pulang sudah, Penginapan sudah dipesan, dan Kendaraan sudah siap.

Kami pun berangkat ke Gambir pkl. 15.15, naik KA Gajayana. Di perjalanan, kami terjebak macet karena pawai kendaraan hias. Kekuatiran terlambat sampai di Gambir pun mulai menyentuh hati. Ku lihat jam tangan menunjukkan pukul 16.30 dan satu jam lagi jadwal keberangkatan kereta api. Kondisi ini, saat mengendarai mobil sendiri sangat membutuhkan konsentrasi dan berpikir cepat untuk mencari jalan pintas. Setiap ada kesempatan terbuka, mobil ku masuk, sodok sana … sodok sini … cari jalan.

“Hati – hati, Say.” kata istriku, “Awas !”, membuatku kaget sehingga kaki kanan ku menginjak rem dalam-dalam secara reflek. Dan serempak, semua kepala condong ke depan terkena daya dorong.

Dalam waktu kurang dari satu jam, harus sampai di stasiun dan mendrop keluarga. Padahal posisi kami sudah berada di Patung Pak Tani. Jika berjalan kaki ke stasiun, kurang lebih 15 menit sampai. Kemudian menuju kantor yang berada di bagian Barat Monumen Nasional untuk menitipkan mobil. Ini pun rute setengah macet karena lancar di Medan Merdeka Utara dan macet di Medan Merdeka Barat. Aku memarkirkan mobilku di parkiran kantor selama seminggu. Penghematan biaya parkir. Selanjutnya kembali ke stasiun. Lihat kanan … lihat kiri … “Ojek, Mas ? ke Stasiun !” ajakku kepada lelaki setengah baya berjaket.

“Maaf, bukan mas.” sahutnya sambil mengerakkan telapak tangannya, menandakan penolakkan, tanpa menolehkan wajah. Ojek, … ada atau tidak, tidak jelas bedanya, antara ojek dan penonton kendaraan hias. Masalah lagi … terpaksa berlari kecil ke stasiun. Jarak kantor ku ke stasiun Gambir hanya sepanjang lapangan Monumen Nasional. Meskipun sudah direncanakan dengan matang. Masih ada yang luput dari perhatian dalam menghitung waktu dan jarak tempuh.

Akhirnya sampai juga di jalur 1 dengan keringat mengalir deras. Kulihat … anakku gelisah menanti bapaknya, takut tidak terbawa, padahal keretanya belum ada di jalur. Terlebih lagi, tiket pulang dibawa bapaknya. Tak terbayangkan apa jadinya dan bagaimana suasananya bila terjadi hal yang tak diinginkan. Memang manusia hanya dapat berencana dan Allah yang menentukan.

Lima menit dari kedatangan ku di jalur 1, KA Gajayana pun masuk jalur. Kulirik anakku. Kulihat … dia menarik nafas panjang dan lega karena semua dah lengkap berada di stasiun. Kami menuju gerbong tempat duduk kami. Terlihat kereta apinya bersih. Belum sempat duduk, tiba-tiba kudengar “Pi, nanti aku pesan nasi goreng.. ya?” anakku memohon, meskipun Kereta pun belum juga bergerak.

“Yaaa…” jawabku. Sudah menjadi kebiasaan bagi keluargaku bila melakukan perjalanan dengan kereta api. Benar saja… saat petugas restorasi lewat, anakku memanggilnya dan memesan nasi goreng. Padahal dia sudah makan bekal, masakan Jepang. Hmm… masa pertumbuhan, pikirku.

Ada suatu kenikmatan tersendiri, menikmati suasana saat makan di kereta dan juga masakan koki kereta.

Episode berikutnya

Filed under: Article, cenya, Cerpen, Civilisation, IBSN, Indonésie, Jurnal, NaBloPoMo09, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

11 Responses

  1. […] Episode sebelumnya … Episode berikutnya […]

  2. jus manggis xamthone mengatakan:

    Kereta api, kapan ya saya terakhir naik kereta api…
    oh ya waktu saya kelas 4 SD…perjalanan ke jakarta…

  3. Yahya mengatakan:

    kunjungan pertama uyy
    salam knal aja dh..

  4. diajeng mengatakan:

    Kunjungan balik aaaah……lama nggak mampir🙂
    sehat mas ?🙂

  5. outbond malang mengatakan:

    salam kenal🙂

  6. SITI FATIMAH AHMAD mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Hehehe… kisahnya sangat melelahkan ya kerana rencana asalnya sangat mantap seperti tiada halangan aja di depan sana. Saya bisa membayang kerumitan yang dilalui oleh mas sekeluarga kerana pelbagai halangan yang ditempuh. Itulah namanya cabaran ya. Barulah liburannya memberi kenangan indah.

    Iya, siapa tahu tencana Allah. Kita hanya merancang tetapi Allah menentukan. Allah mahu kita menghargai masa dan berfikir dengan pantas dalam mengambil tindakan jika berlaku kejadian seperti ini di masa depan. Solusinya, Allah mahu kita punya pengalaman untuk ditulis dan dijadikan kenangan masa depan.

    Hati-hati mas semasa memandu, kasihan sama ahli keluarga kalau terdorong ke depan. Harap tidak ada yang cedera…

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.

    • Cenya95 mengatakan:

      betul, di depan kita hanyalah misteri illahi. kita hanya dapat berencana dan bermimpi.

      alhamduillah, mreka slamat, tak kurang apa pun. trimakasih.
      kembali salam.

  7. komuter mengatakan:

    mantaps……
    nitip mobil di kantor selama seminggu. gratis-tis-tis…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: