FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Plesir to Lembang 2

Episode : Naik Gunung Lihat Kawah

Pagi yang cerah. Udara cukup dingin, namun hangat di dalam kamar. Kami pun bersiap pergi ke Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu yang berada di ketinggian 1830 mdpl. Letaknya di utara kota Lembang, tepatnya di Desa Cikole. Gunung Tangkuban Perahu memiliki 9 kawah dengan luas 1290 Ha sebagai kawasan Cagar Alam. 370 Ha dapat dijelajah oleh wisatawan. Mudah-mudahan, semuanya dapat dikunjungi.

Sebelum berangkat, kami sarapan di Hotel. Jatah sarapan hanya untuk 4 orang, sedangkan satu orang harus bayar. Cukup murah karena makan seenaknya. Sepuas-puasnya mata memandang makanan, perut juga ada batasnya.

Perjalanan menuju Taman Wisata Alam dimulai. Ada dua jalur menuju Taman tersebut; Jalur kendaraan bermotor melalui jalan raya Lembang Subang dan Jalur hiking melalui Kawasan Jayagiri. Kali ini, kami melalui jalur pertama. Berangkat dari Hotel, dekat Pasar Buah Lembang menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 8,5 km.

Jalan menuju lokasi berkelok-kelok, terhampar kebun teh, lembah dan pohon pinus. Udara sejuk.

“AC sudah dimatikan. Buka jendelanya !” pinta ku sambil menghirup udara segar pegunungan. Nikmatnya udara pegunungan. Tak terasa, sampai juga di pintu gerbang Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu. Kulihat harga tiket Rp. 13.000 per orang ditambah tiket masuk kendaraan.

“Uang seratus ribu, Mi, untuk tiket masuk.” kata ku, “Berapa, Kang ?” tanyaku kepada petugas yang ada di pinggir jalan masuk, dekat loket.

“Lima orang .., Pak ?” tanyanya.

“Ya.” sambil kuserahkan uangnya. Dia ke loket dan kembali menyerahkan tiket masuk beserta kembaliannya.

“Maaf, Pak. Lewat jalan baru saja. Jalan lama ditutup, licin.”

“Ya. Terima kasih, Kang.”

Kami lanjutkan perjalanan ini. Jarak tempuh 15 menit jadi lebih lama karena lalu lintas padat merayap. Rutenya pun melalui Terminal Wisata, tempat parkir bus. Bagi mereka yang naik bus atau kendaraan umum, berhenti di sini dan melanjutkan dengan berjalan kaki menuju Kawah Ratu, 1 km dari parkiran bus. Tak terbayangkan pegalnya tuh kaki  melalui medan yang menanjak dan berliku serta menghabiskan energi. Atau mereka bisa naik ELF karena kendaraan kecil dapat melanjutkan sampai ke Kawah Ratu.

Cuaca mendung. Rintik hujan pun turun perlahan. Bau belerang pun tak tercium karena partikel belerang kalah dengan tetes air hujan. Di Kawah Ratu, kami mencari tempat parkir. Susah juga karena sudah penuh dan banyak pedagang kaki lima yang menjual bermacam mainan dan suvenir. Jalan perlahan. Lihat kanan kiri, mencari dengan seksama. Akhirnya dapat satu tempat dekat kios-kios.

Di kawasan ini terdapat tiga kawah yang menarik untuk dikunjungi. Kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Kawah Upas dan Kawah Domas. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Kawah Ratu dan disambut ucapan selamat datang dalam 3 bahasa; bahasa Sunda, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Kawah Ratu bentuknya seperti mangkuk raksasa yang besar dan dalam. Lokasi ini diberi batas pagar kayu. Jika cuaca cerah, pengunjung dapat melihat dengan jelas dinding dan dasar cekungan kawah. Dalam dan curamnya kawah membuat asap yang tampak keluar menciptakan pemandangan indah dan menggetarkan hati. Kawah Ratu berwarna putih dihiasi batu belerang yang bewarna kuning. Suasana kering dan gersang sangat terasa. Sangat kontras dengan hijaunya pepohonan. Keindahan ini yang menjadikannya sebagai tempat wisata alam.

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di gunung ini. Untuk melihatnya pun disediakan dua pos pantauan.

Kami pun menaiki salah satu pos yang terletak dekat jalan setapak menuju Kawah Domas. Dari pos ini, Kawah Ratu tampak jelas seutuhnya dan pemandangan indah Gunung Tangkuban Perahu dapat dinikmati. Alur jalan setapak menuju Kawah Domas sangat indah terlihat. Membuat hati tertarik untuk menelusurinya menuju Kawah Domas.

Kawah Domas letaknya lebih rendah dari Kawah Ratu. Di Kawah Domas, wisatawan dapat lebih dekat dengan kawah. Kawah Domas bentuknya berupa cekungan yang mengeluarkan air panas.

Perjalanan menuju Kawah Domas dari Kawah Ratu penuh kehati-hatian karena jalannya masih alami, tanah, dan licin setelah tersiram air hujan. Tidak perlu khawatir, beberapa kios di pintu masuk jalan setapak telah menyediakan tongkat dengan harga murah.

“Telur, Pak, untuk mancing.” kata ibu penjaga kios menawarkan dagangannya.

“Mancing ?”

“Ya. Caranya.., telur dimasukkan ke dalam plastik berlubang kecil. Plastik tersebut diikat dengan tali rafia yang panjang kira-kira 50 cm. Kemudian masukkan telur ke sumber air panas selama lebih kurang sepuluh menit.”

“Oo.. direbus.” gumamku, “Bu, berapa jauh Kawah Domas ?”

“Satu kilo, Pak. Diantar anak saya saja, Ayu, Pak. Dia tahu jalan pintas.”

“Ya. Terima Kasih.” kataku sambil membayar tiga telur ayam, “Ayo, jalan lagi.”

Sepanjang jalan setapak, kami telah beristirahat dua kali di tempat yang telah disediakan. Bentuknya seperti pos. Di awal perjalanan, kami tidak berpas-pasan dengan wisatawan. Mendekati Kawah Domas, barulah kami berjumpa. Rupanya mereka masuk dari pintu Kawah Domas, tidak seperti kami.

Ada beberapa sumber air panas di kawah ini. Di sini, para wisatawan dapat merendam kaki dan membasuh badan. Air panas ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Puas merendam kaki dan makan telur rebus, kami kembali ke tempat parkir. Jalan pulang yang kami tempuh melalui rute yang berbeda dengan jalan masuk. Jalan pulang lebih landai. Suasana pun berbeda.

Tiba-tiba, “Sudah. Sampai di sini.” kata Ayu, tepat sebelum melintasi jembatan, “Terus ikuti jalan itu atau bisa naik motor.” lanjutnya.

Agak berbahaya, naik motor dengan kondisi jalan basah dan di tepi lembah, namun boleh dicoba bila ingin memacu adrenalin. Perjalanan ke pintu keluar/masuk Kawah Domas pun jadi lebih singkat. Namun jarak pintu keluar/masuk Kawah Domas 1,5 km dari tempat parkir mobil kami. Ada angkutan umum yang dapat disewa siap membawa kami menuju mobil kami.

Rencananya saya yang mengambil mobil dan lainnya menunggu di pos pintu masuk/keluar Kawah Domas. Namun dibatalkan karena langit mendung dan tempat menunggu pun kecil, Jadi diputuskan semua berangkat dengan menyewa sebuah mobil.

Hujan lebat pun turun mengiringi kami ke tempat parkir di Kawah Ratu.

Filed under: Article, cenya, Cerpen, Civilisation, IBSN, Indonésie, Jurnal, NaBloPoMo09, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Responses

  1. Lihat: […] « Episode : Tanpa Rencana. » […]

  2. Mila mengatakan:

    Saya pengen banget deh ke sini, ke tangkuban perahu Lembang🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: