FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Day 2 : Keliling Kota Bukittinggi

D2 Benteng FdK mapsPagi yang indah. Cuaca cerah. Tenaga kami telah pulih. Kami tidak salah pilih Hotel. Kamarnya bersih dan nyaman untuk tempat peristirahatan. Sayangnya tidak memiliki resto/kantin/cafe sehingga tamu hotel tidak dapat makan siang dan malam. Tetapi jangan khawatir, kita dapat berwisata kuliner. Hanya 50 meter ke kanan Hotel, sudah dapat kita temui kedai-kedai dengan aneka pangananan, seperti sate danguang, nasi kari kambing, soto, dan lain-lain.

Persiapan jalan kaki keliling kota Bukittinggi di mulai dari Sarapan pagi dengan menu dari hotel. Lumayan enak makanannya. Ada bubur, ada roti. Ada lontong sayur, Ada kopi. Ada teh, ada papaya. Boleh diambil sesuai selera. Dua tiga tahap, semua dilahap. Setelah sarapan, kami mulai perjalanan keliling kota. Dengan mengucapkan basmallah, kami langkahkan kaki kanan keluar hotel.

Tujuan pertama adalah Benteng Fort de Kock; D2 Benteng FdKBenteng peninggalan Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Tempat ini dipilih karena jalan menuju benteng, tepat berada di depan hotel. Ini dapat terlihat dari gapura yang ada di mulut jalan. Gapura tersebut bertuliskan “Kampoeng Jawa tempo dulu. Benteng Fort de Kock”. Tanpa ragu, kami memasuki jalan ini.

Sepanjang jalan ini, kami temukan pagar yang memberi kesan seperti tembok benteng. Di ujung jalan, terdapat rumah makan dan jalan … . dari ujung jalan ini, kita sudah tampak pintu masuk Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan/Benteng Fort de Kock Bukittinggi. Untuk memasuki taman tersebut, kita dikenakan biaya Rp. 10.000., kecuali bagi mereka yang berolahraga, tidak ada biaya masuk (gratis).

Menurut cerita, kawasan benteng Fort de Kock direnovasi oleh pemerintah daerah pada tahun 2002 menjadi Taman Kota Bukittinggi (Bukittinggi City Park) dan Taman Burung Tropis (Tropical Bird Park). Benteng Fort de Kock masih ada, berupa bangunan bercat putih-hijau setinggi 20 m. Benteng Fort de Kock dilengkapi dengan meriam kecil di keempat sudutnya. Kawasan sekitar benteng sudah dirubah menjadi sebuah taman dengan banyak pepohonan rindang dan mainan anak-anak.

Menurut sejarah, Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Merkus de Kock sebagai komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Oleh karena itu benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock. Benteng terletak di Bukit Jirek. Tentara Belanda menjadikan bukit ini sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau, sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837. Di sekitar benteng masih terdapat meriam-meriam kuno periode abad ke 19.

D2 B LimpapehBenteng ini berada di lokasi yang sama dengan Kebun Binatang Bukittinggi dan Museum Rumah Adat Baanjuang. Kawasan benteng terletak di bukit sebelah kiri pintu masuk sedangkan kawasan kebun binatang dan museum berbentuk rumah gadang tersebut berada di bukit sebelah kanan. Keduanya dihubungkan oleh Jembatan Limpapeh di atas jalan Ahmad Yani, Bukittinggi. Bentangan Jembatan Limpapeh ini memiliki panjang 90 meter dan lebar 3,8 meter.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan atau yang lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Bukittinggi adalah salah satu kebun binatang di pulau Sumatera, yang terletak di atas Bukit Cubadak Bungkuak Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan ini juga merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, dan satu-satunya di Sumatera Barat, dengan koleksi hewan terlengkap di pulau Sumatera. Pada tahun 1935, di area kebun binatang ini dibangun Rumah Gadang yang mempunyai 9 ruang dengan anjungannya di bagian kanan dan kiri. Rumah Gadang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut Rumah Bagonjong atau Rumah Baanjuang oleh masyarakat setempat.D2 B R Baanjuang

Setelah puas berphoto ria di Replika Rumah Adat Baanjuang, kami pun keluar taman margasatwa melalui pintu utama. Jalan keluar ini mengarah ke pusat keramaian kota, kawasan Jam Gadang yang berdekatan dengan Pasar Ateh (Atas). Saat melewati pinggiran Pasar Atas, kami membeli makanan kecil “rendang telur”, bentuknya seperti keripik dan diberi bumbu rempah-rempah kering. Di kawasan Jam Gadang, kami membeli “Sala Lauak”. Kami mengelilingi kawasan ini. Di depan Jam Gadang, di seberang jalan, kami melihat Istana Bung Hatta. Tampak sepi di sekitar Istana Bung Hatta, sepertinya tidak dapat dikunjungi. Sayang sekali, hanya bisa lihat dari kejauhan.

D2 B Kawasan JGKami kembali ke arah Pasar Atas. Di Pasar Ateh terdapat banyak penjual kerajinan tangan dan bordir, serta makanan kecil oleh-oleh khas Sumatera Barat, seperti keripik sanjai (keripik singkong ala Jalan Sanjai di Bukittinggi), karupuak jangek dari bahan kulit sapi atau kerbau, dan karak kaliang, sejenis makanan kecil khas Bukittinggi yang berbentuk seperti angka 8. Di pasar ini, kami membeli dendeng, dadiah, kue pancong dan pisang bakar. Meskipun beberapa makanan ada di Jakarta, namun rasanya beda kalau kita membelinya di daerah asal. Begitu pula Nasi Kapau yang ada di Pasar Lereng. Diberi nama Pasar Lereng karena berada di lereng bukit. Letak pasarnya pun berdekatan dengan Pasar Atas. Nama pasar tersebut diberinama berdasarkan letak atau lokasi.
Tujuan berikutnya adalah Ngarai Sianok. Karena letaknya agak jauh dari Jam Gadang, kami memilih naik andong ke sana. Kami sewa dua andong dan meminta tidak langsung menuju Ngarai Sianok, berputar keliling pusat kota Bukittinggi. Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata utama. Di bawah Ngarai terdapat Nagari Koto Gadang. Untuk mengunjunginya, kita bisa melalui Jenjang Koto Gadang. Jenjang yang memiliki panjang sekitar 1 km ini, memiliki desain seperti Tembok Besar China.D2 B Taman Panorama dan Lobang Jepang

Rencana mengunjungi Ngarai Sianok batal karena kami diturunkan di Jl. Panorama, Taman Panorama. Taman Panorama terletak di samping Istana Bung Hatta dan Taman Margasatwa Bukittinggi. Di Taman ini, kami melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Kami mengabadikan pemandangan indah hasil dari keajaiban alam ini. Taman ini juga memiliki teater mini untuk pertunjukan kesenian lokal. Di Taman ini juga terdapat gua bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang disebut dengan Lubang Jepang.

Lubang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang ada di Kota Bukittinggi. Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan. Kami tertarik untuk melihat Lubang Jepang. Kami pun memasuki Lubang ini dengan panduan seorang tour leader. Bila tidak, kita dapat tersesat di dalam lubang. Luar biasa luasnya dan lorong di dalam lubang saling berhubungan. Hanya 20 menit, kami berada di dalam Lubang. Kemudian, kami beristirahat, melepas lelah dekat patung prajurit Jepang.

Menjelang sore hari, kami kembali ke hotel.

Hari sebelumnya …                                                               Hari berikutnya

Filed under: Article, cenya, Cerpen, IBSN, Indonésie, Jurnal, NaBloPoMo09, , , , , , , , , , , , ,

3 Responses

  1. SITI FATIMAH AHMAD mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Cenya…

    Tulisan wisata yang menarik tentang beberapa tempat di Bukit Tinggi dan sangat mengasyikkan perjalanannya. Membuat saya teringin ke sana suatu hari nanti. Kalau berwisata, yang paling saya suka adalah makanan tempatannya. Pelbagai rasa bisa kita cicipi secara asli berbanding yang dijual di tempat kita.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawk.😀

    • Cenya95 mengatakan:

      Terimakasih, mbak. Sebuah perjalanan yang mengasikkan dan melelahkan. kami tunggu kedatangannya di tanah minang.
      Rasa makanan di tempat asalnya memang jauh beda dengan yang di rantau karena beda bumbu, ada yang hilang atau ditambah bumbunya.

      Salam kembali dari Batavia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: