FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Day 4 : Bukittinggi ke Pekanbaru

Tidak seperti hari sebelumnya, setelah sarapan di hotel, kami berangkat berwisata. Hari ini merupakan hari terakhir di kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sejak kembali dari Padang, kami merapihkan dan menata kembali isi koper, oleh-oleh, dan perlengkapan lainnya. Pagi ini, kami menaikkan barang-barang ke bagasi mobil nan sempit. Kami tata sedemikian rupa agar muat dan nyaman selama perjalanan menuju Pekanbaru, Riau. Saat sarapan, kami menentukan sasaran wisata berikutnya; Danau Maninjau, Danau Singkarak, dan Istana Basa Pagaruyung.

Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan akibat tidur larut malam. Tepat pukul 07.30, kami check out. Perjalanan sejauh 315 km dimulai. Dari Jl. Teuku Umar No. 5 ke arah Timurlaut untuk memutar karena jalan satu arah. Padahal kalau langsung ke arah baratdaya (melawan arus), kami akan dibawa sampai ke Danau Maninjau yang terletak di kecamatan. D4 Meninjau Danau di Embun PagiMenurut legenda setempat Danau Maninjau adalah cekungan yang terbentuk karena letusan gunung Sitinjau. Danau ini dikelilingi bukit sebagai dinding, oleh karena itu danau ini disebut juga danau vulkanik. Di salah satu bagian danau, di hulu sungai Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau.

Menurut resepsionis hotel bahwa jika kita mau ke danau Maninjau, kita dapat mengikuti jalan ke arah Lembah Sianok. Jalannya cukup untuk dua kendaraan dan berkelok menurun dan menanjak. Atas pertimbangan kondisi mobil, kami mengambil jalur aman melalui Jl. Jenderal Sudirman sampai Jl. Raya Bukittinggi-Payakumbuh. Keindahan alam, hawa sejuk penuh kelembutan dan angin berhembus semilir sangat terasa sepanjang jalan yang dilalui. Tujuan awal Danau Maninjau dan Kelok 44, kami urungkan karena kami terhenti di kawasan objek wisata Embun Pagi di desa Padang Gelanggang. Di tempat ini, kami menikmati panorama yang indah dari Danau Maninjau. Tampak bagai cermin, air danau nan biru memantulkan keindahan alam sekitar. Cukup sudah meninjau danau dari Embun Pagi. Kami melanjutkan perjalanan ke arah Tenggara, menuju Danau Singkarak.

Danau Singkarak membentang di dua kabupaten yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan hulu sungai Batang Ombilin sebagian air dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Sungai Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak dekat Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Danau Singkarak terkenal dengan ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) yang merupakan spesies ikan yang hanya hidup di air danau ini satu makanan khas. Ikan ini sangat unik karena tidak dapat bertahan hidup di mana saja, bahkan di dalam akuarium.

Danau SingkarakSetelah melewati jalan Padangpanjang, kami berhenti sejenak di sebuah mushollah yang terletak di daerah persawahan. Tempatnya bersih dan nyaman. Setelah shallat, kami melanjutkan perjalanan menuju Danau Singkarak. Di jalur ini, hampir tidak ada penunjuk arah dan tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. meskipun kami menggunakan aplikasi google maps, kami masih ragu untuk mengikutinya. Kami lihat ada seorang Bapak sedang berdiri di pinggir jalan. Kami berhenti tepat di depannya dan kami bertanya arah ke Danau Singkarak.

“Ya, ke sana” dia jawab sambil menunjuk arah searah mobil kami menghadap.

“Kira-kira berapa kilometer lagi, pak?”

“Dekat, itu dah tampak gunungnya.” Kami lihat memang ada gunung di hadapan kami, tampak jelas sekali.

“Ya… Terimakasih pak.” Kami pun melanjutkan perjalanan dengan tenang dan yakin tidak tersasar.

30 menit kemudian, danau tersebut sudah terlihat dengan latar belakang bukit barisan, sepanjang tepi danau, menambah keindahan danau. Udara yang terasa segar dan angin yang terasa sejuk menyapa saat kita mendekati tepi Danau singkarak ini. Kami berhenti di sebuah rumah makan dengan teras yang agak menjorok ke tengah danau. Airnya jernih. Kami menyantap makan siang dengan nikmatnya dan mencoba ikan bilis, sambil menikmati pemandangan Danau Singkarak.

D4 IBP viewTujuan berikutnya adalah Istana Basa Pagaruyung. Istana ini terletak di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, merupakan objek wisata andalan Kabupaten Tanah Datar dan juga merupakan salah satu “icon” pariwisata Propinsi Sumatera Barat. Istana Basa Pagaruyung, Batusangkar.” Setelah perut terisi, perjalanan dimulai dengan sasaran yang berada 15 km ke arah utara. Dengan cepat dan mudah, kami sampai istana Pagaruyung. Istana yang megah nan indah. Istana ini berbentuk rumah adat minang “Rumah Gadang” dengan ukuran sangat besar yang terdiri atas 11 gonjong, 72 tonggak (2 tonggak menggantung), dan 3 lantai.

Kami masuk ke lokasi Istana setelah membeli tiket masuk. Kami berkeliling lokasi ini. Kami perhatikan eksterior dan interiornya dilengkapi dengan beragam ukiran yang bentuk dan warna ukirannya mempunyai falsafah sejarah dan budaya Minangkabau. bentuk Ukiran Istana basa Pagaruyung Sementara di ruang tengah dipamerkan berbagai benda bersejarah seperti keramik peninggalan kerajaan Pagaruyung dan berbagai benda kerajinan tangan dari Minang. Uniknya, semua tonggak yang menyangga bangunan ini dibuat miring yang agak bertentangan dengan teori arsitektur. Kemiringan tersebut membuat kekokohan bangunan apabila terjadi gempa. Selain itu, di bagian halamannya, bangunan istana ini juga dilengkapi dengan bangunan surau, “Rangkiang Patah Sembilan” yang berfungsi sebagai tempat penyimpan hasil panen, “Tabuah larangan” untuk memanggil warga, “Tanjung Mamutuih” dan “Pincuran Tujuh”.

Istana yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istana asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966. Kembali dibangun dan pada tahun 2007, Istana Basa terbakar kembali akibat petir menyambar di puncak istana. Istana yang kami kunjungi merupakan bagunan keempat. Letak istana ini tidak sama dengan ketiga istana sebelumnya. Menurut kebudayaan Minang, bila istana/rumah dibangun di tempat/lokasi yang sama, istana/rumah tersebut akan memiliki hawa panas.  Dan keluarga yang menempatinya akan mendapat masalah.

Makam Rajo AlamSaat keluar kawasan Batusangkar, kami berhenti sejenak di lokasi Prasasti Adityawarman dan makam Rajo Alam yang letaknya tepat di pinggir jalan. Ada batu bersusun yang tampak seperti kursi dan disusun seperti tempat pertemuan atau musyawarah. Batu-batu tersebut terletak tepat di bawah pohon, di sudut komplek makam. Tak seberapa jauh dari makam terdapat komplek Prasasti Adityawarman. Prasasti tersebut dijejerkan dengan penataan biasa saja. Di sini, kami membaca isi semua prasasti. Sayang, letak tulisannya agak jauh dari jarak membaca. Tak kurang akal, kugunakan lensa tele kamera sebagai kaca pembesar. Cukup 15 menit saja, kami di komplek ini karena perjalanan masih jauh. D4 Batusangkar

Sebelum meninggalkan Propinsi Sumatra Barat, kami mampir ke rumah kerabat untuk mempererat tali silahturahmi. Agak sulit mencari rumahnya karena kami tidak menemukan papan nama jalan. Beberapa kali kami menanyakan alamatnya, tetap saja tidak ketemu, walaupun sudah menghubungi melalui HP tetap saja kami binggung mencarinya. Tanpa sengaja, kami bertemu saat kami menanyakan alamatnya di sebuah kedai. Rupanya dia memang hendak menjemput dan sudah berputar-putar pula. Maklum banyak akses jalan menuju rumahnya. Sampai di rumahnya, kami disuguhi duren jatuh (matang di pohon). Nikmat sekali.

Pukul lima sore, kami pamit. Langsung menuju Pekanbaru. Dan kami berencana mampir di kedai Mak Syukur. Perjalanan ke Pekanbaru, kami melalui rute yang sama dengan perjalanan ke Bukittinggi. Perjalanan pulang diiringi rintik hujan. Ini membuat laju kendaraan melambat. Rencana tinggal rencana. Keinginan makan di kedai mak Syukur tidak terlaksana karena kedainya sudah tutup. Dan akhirnya, kami masuk ke rumah makan Saiyo.

Setelah keluar dari Saiyo, kami langsung tancap gas ke Hotel Ibis Pekanbaru.

Hari sebelumnya …                                               Hari berikutnya

Filed under: Article, cenya, Cerpen, IBSN, Indonésie, Jurnal, NaBloPoMo09, Sejarah, , , , , , , , , , , , ,

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.043 pengikut lainnya

Halaman

Award

Dunia Nyata :

1. The Best Blog pada Lomba Blog Badiklat Dephan.

2. Juara Harapan Lomba WebBlog Korpri Dephan.

3. Winner Lucky Votter at 2nd IBSN Blog Award

Dunia Maya :

1. Award Nyante Aza Lae from Sarah

2. Award Gokilzz from Sarah

3. Award Oscar from Sarah

4. Special Award Special Day from Mahendra and from Aling

5. Friendly blogger award 2009 from Ofa Ragil Boy

6. Your blog is Fabulous from Newbiedika

7. Bertuah Award 2009 from Newbiedika and from wahyu ¢ wasaka

8. Kindly Blogger 2009 from Newbiedika

9. Smart Blogger from Newbiedika

10. Super Follower Award from Newbiedika

11. Your BLOG makes us SMILE from Newbiedika

12. Friendship Emblem from Newbiedika

13. Tutorit Friendship from Mahendra

14. Special Award Special 4U from Siti Fatimah Ahmad

15. Pasopati Award from Ali Haji, from newbiedika-fly, and from diazhandsome

16. Award Mawar Merah from OLVY

17. Bintang Wiki Wikipedia from Aldo Samulo

18. Award Perkasa - kau adalah yang terbaik from Siti Fatimah Ahmad

19. Award Truly Blogger from Pelangiituaku

20. Stylish Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad

21. Beginner Experienced Editor Wikipedia from Wagino & Mikhailov Kusserow

22. Very Inspiring Blogger Award from Siti Fatimah Ahmad.

23. Liebster Award from Siti Fatimah Ahmad.

enjoy-jakarta

logo-ibsn-11

hiblogikoh

%d blogger menyukai ini: