FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Arti Wacana


Menyambung postingan sebelumnya… tentang sebuah wacana.
Beberapa definisi dan pendapat dari pakar-pakar bahasa mengenai wacana.  Dalam pengertian linguistik, wacana adalah kesatuan makna (semantis) antarbagian di dalam suatu bangun bahasa. Oleh karena itu wacana sebagai kesatuan makna dilihat sebagai bangun bahasa yang utuh karena setiap bagian di dalam wacana itu berhubungan secara padu. Selain dibangun atas hubungan makna antarsatuan bahasa, wacana juga terikat dengan konteks. Konteks inilah yang dapat membedakan wacana yang digunakan sebagai pemakaian bahasa dalam komunikasi dengan bahasa yang bukan untuk tujuan komunikasi. Menurut Hawthorn (1992) wacana adalah komunikasi kebahasaan yang terlihat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktivitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya. Sedangkan Roger Fowler (1977) mengemukakan bahwa wacana adalah komunikasi lisan dan tulisan yang dilihat dari titik pandang kepercayaan, nilai, dan kategori yang termasuk di dalamnya. Foucault memandang wacana kadang kala sebagai bidang dari semua pernyataan, kadang kala sebagai sebuah individualisasi kelompok pernyataan, dan kadang kala sebagai sebuah praktik regulatif yang dilihat dari sejumlah pernyataan. Pendapat lebih jelas lagi dikemukakan oleh J.S. Badudu (2000) yang memaparkan; Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, IBSN, , , , , , , , ,

Sebuah Wacana


Dalam berbagai kesempatan sering terdengar dan tertulis kata wacana. Pernyataan-pernyatan yang disampaikan melalui media cetak maupun elektronik kata wacana disandingkan dengan satu konteks tertentu, seperti contoh berikut; “Pertemuan Ritz Carlton yang digelar dua hari lalu diyakini terus ditindaklanjuti. Bahkan, saat ini muncul wacana perlunya SBY-JK membentuk Koalisi Terbatas dalam melakukan reshuffle kabinet. Koalisi terbatas ini terdiri dari Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan PPP”. Contoh lain seperti; “Sebagaimana kita tahu, bahwa sejak NU dipimpin oleh Gus Dur, wacana keislaman berjalan secara dinamis, progresif, analitis, produktif, dan kontekstual. Gus Dur mampu mengilhami anak-anak muda NU untuk berlatih berpikir filosofis, metodologis, dan antisipatif”. Dan contoh seperti berikut; “Tak mudah mengembangkan wacana ahli kitab yang, di satu sisi, diterima non-muslim untuk menjadi bingkai dialog antaragama; tapi di sisi lain diakui kaum Muslim tetap berdasarkan Alquran. Model tafsir liberal mengandaikan dua syarat untuk itu. Pertama, wacana ahli kitab harus terlebih dulu dibersihkan dari segala distorsi yang telah menguburnya selama berabad-abad. Kedua, wacana yang khas quranik ini kemudian harus diterjemahkan ke dalam bahasa umum yang bisa dipahami semua agama”. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, IBSN, , , , , , , , , , ,

Halaman

Arsip

Tops Ten

Banner

banner cenya95

<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_2" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_2.jpg" alt="banner cenya95" width="200" height="129" /></a>
banner cenya95
<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_1" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_1.jpg" alt="banner cenya95" width="95" height="107" /></a>
%d blogger menyukai ini: