FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Agama sebagai Pertahanan Nilai-nilai


Perdebatan tentang hubungan antara agama dan budaya menimbulkan permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya umat islam, dalam membedakan antara agama dan budaya. Secara pengertian, agama dan budaya berbeda. Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata a berarti “tidak” dan gama berarti “kacau”, jika dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau. Budaya menurut Koentjaraningrat adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Secara teoritis perbedaan tersebut dapat dijelaskan namun dalam prakteknya sangat sulit dibedakan karena hubungan agama dan budaya sangat erat. Permasalahannya adalah bagaimana hubungan tersebut dalam dimensi sosialbudaya pertahanan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, cenya, Diskusi, IBSN, Indonésie, Keamanan, NaBloPoMo09, Pertahanan, sosial, , , , , , , , , , , , , , ,

Toleransi dan Tolerasi


Beberapa hari/minggu/bulan terakhir media massa dan media sosial cukup ramai memperbincangkan isyu intoleransi dalam masyarakat kita. Kami jadi teringat percakapan kami di tahun 2011 dengan Bapak Achmad Fedyani Saifuddin (saat itu beliau menjabat sebagai staf ahli bidang sosial Kementerian Pertahanan). Inti dari percakapan tersebut sebagai berikut:

“Toleransi (diterjemahkan dari kata bahasa Inggris “tolerance”) didefinisikan sebagai sikap penerima eksistensi keragaman kebudayaaan, secara khusus keragaman agama atau keyakinan. Konteks penggunaan istilah toleransi adalah individu dan kolektif dalam ranah empirik. Maksudnya adalah bahwa sikap menerima tersebut tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari individu atau kolektif para penganutnya. Berbeda dengan tolerasi, tolerasi (diterjemahkan dari kata bahasa Inggris “toleration”) adalah sikap negara yang mengakui keragaman budaya, secara khusus keragaman agama atau keyakinan, yang sebagai konsekuensi penerima itu negara mengatur dan menjamin secara adil semua agama atau keyakinan itu berdasarkan atas kesamaan hak hidup dan mengekspresikan keyakinan mereka dengan aman dan damai. Dipandang dari pengertian ini, kedua istilah tersebut tidak mengandung persoalan karena karakternya yang integratif. Keduanya mengandung makna hidup berdampingan secara damai dan rukun. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, cenya, Diskusi, IBSN, Indonésie, Keamanan, NaBloPoMo09, Pertahanan, Politik, sosial, , , , , , , , , , , , , ,

Penanganan Ancaman Belum Optimal


Berita KOMPAS, Jumat 28 Agustus 2009 Halaman 4 kolom 1 tentang Penanganan Terorisme.

“Sejumlah elemen masyarakat sipil masih belum mempercayai TNI … terkait kemungkinan terjadinya intimidasi, salah tangkap, penculikan, dan penyiksaan yang bisa saja dilakukan militer saat mereka diterjunkan mengajar anggota masyarakat yang masih diduga pelaku teroris. …”

Kekhawatiran ini sebenarnya tak perlu terjadi bila masyarakat sipil memahami peran TNI dan Polri. Dalam TAP MPR nomor : VI/MPR/2000 dan nomor : VII/MPR/2000, TNI dan Polri secara kelembagaan terpisah sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. TNI adalah alat negara yang berperan sebagai alat pertahanan negara, Sedangkan Polri adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat. Perbedaan peran dan fungsi tersebut mempengaruhi kinerja kedua lembaga itu dalam penanganan ancaman, terutama ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata, teroris. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Diskusi, Keamanan, Opini, Pertahanan, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komponen Cadangan di Negeri seberang


Komponen cadangan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Di negara lain, secara umum fungsi komponen cadangan dibagi menjadi: fungsi mobilisasi dan fungsi non-mobilisasi. Pola pengangkatan komponen cadangan yang umum dilakukan adalah pertama, enlistment, yaitu kewajiban bagi mereka yang memenuhi syarat kesehatan dan syarat-syarat lainnya. Kedua, recruitment melalui pendaftaran secara sukarela.
Beberapa konsep komponen cadangan dari negeri seberang, sebagai bahan perbandingan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Pertahanan, Sejarah, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sistem Pertahanan Negara


Pada penyelenggaraan pertahanan negara, bangsa Indonesia menganut prinsip bahwa setiap warga negara berhak dan wajib terlibat-aktif dalam membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara, juga keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Pembelaan terhadap negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan-aktif dalam upaya pertahanan negara merupakan sikap, perilaku, tanggung jawab, dan kehormatan yang dijiwai oleh kesadaran dan kecintaan kepada NKRI.

Hal tersebut tertuang secara eksplisit dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya” dan ayat (3) “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Tidak seorang pun warga negara boleh dihindarkan dari kewajiban ikut serta dalam pembelaan negara, kecuali ditentukan dengan undang-undang. Upaya pertahanan negara harus didasarkan pada kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri sebagaimana tertuang pada Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara” dan ayat (2) “usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Indonésie, Pertahanan, , , , , , , , , , , , , , , ,

Potensi Ancaman di NKRI


Bela Negara biasanya selalu dikaitkan dengan militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara terletak pada TNI. Padahal berdasarkan Pasal 30 UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara NKRI. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan NKRI terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Baca entri selengkapnya »

Filed under: IBSN, Indonésie, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pertahanan Militer dan Nirmiliter


Pertahanan militer, yang dipersepsikan didukung / diorientasikan dengan pertahanan tri-matra akan berbeda dengan pertahanan nir-militer. Mengingat, UU No. 3/2002 pasal 7 menyatakan bahwa penyelenggaraan pertahanan Negara dengan sistem pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan pendukung. Padahal, dipahami bahwa ancaman militer dengan menempatkan TNI sebagai komponen utama. Tidak menutup adanya tugas pokok TNI (UU 34/2004 pasal 7) yang dilakukan dengan operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Pada persoalan yang menyentuh OMSP, sebenarnya sangat riskan jika kurang dicermati aktualisasinya. Mengingat, kepatutan TNI yang telah konsisten mengamankan segala kebijakan dan keputusan politik Negara jangan lantas dikaburkan dengan adanya pertahanan nir-militer yang dipersepsikan menghadapi ancaman non militer yang menempatkan lembaga pemerintah diluar bidang pertahanan sebagai unsur utama, yang didukung unsur lain dari kekuatan bangsa.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: IBSN, Indonésie, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , , , , , , , ,

IBSN : Problematika Kawasan Perbatasan


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai 81.900 km, memiliki kawasan perbatasan dengan 10 negara, baik perbatasan kontinen maupun laut (maritim). Kawasan perbatasan kontinen Indonesia, tersebar di tiga pulau (Kalimantan, Papua, Timor) yang masing-masing wilayahnya memiliki karakteristik kawasan perbatasan yang berbeda-beda. Pada kawasan perbatasan maritim, pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau termasuk pulau-pulau kecil, beberapa di antaranya mempunyai masalah dengan negara tetangga. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, IBSN, Indonésie, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Halaman

Arsip

Mutiara

Tops Ten

Banner

banner cenya95

<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_2" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_2.jpg" alt="banner cenya95" width="200" height="129" /></a>
banner cenya95
<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_1" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_1.jpg" alt="banner cenya95" width="95" height="107" /></a>
%d blogger menyukai ini: