FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Suami Mandra Guna


Lama juga tidak OL karena menyiapkan laporan semester I. Hari ini kusempatkan membukanya, ternyata daku dapat kiriman video dari Javanese, seperti ini : Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Vidéos, , , , , , , , , , , , , , ,

Kindly Blogger 2009 Award


kindlyblogger2009

Newbiedika di sini berkata : Letakkan logo ini pada postingan Anda. Anugerahkan sedikitnya kepada 10 teman Blogger Anda. Jangan lupa masukkan linknya. Agar mereka mengetahui bahwa mereka sedang mendapatlan Awards ini, maka Anda sebaiknya memberitahunya dengan berkomentar di posting mereka ! Bagilah cinta dan link pada postingan ini dan dari orang yang menganugerahi Awards tersebut.

Untuk memberikan award ini tidak mudah karena judulnya saja Kindly Blogger 2009 award. Beberapa blogger yang telah menerima award ini menyebutnya Friendly Blogger padahal dari gambarnya tidak tertulis kata tersebut, sehingga salah interprestasi. Kindly Blogger 2009 award ini diperuntukkan bagi blogger yang ramah. Tidak mudah bukan untuk menentukan Blogger yang ramah. Baca entri selengkapnya »

Filed under: IBSN, Images, Jurnal, , , , , , , , , , , , , , ,

Sajak Pendek untuk Pak Guru #9


Ringkasan Cerita #8

Pagi-pagi, Tris dan Elsa sudah terlibat percakapan yang serius di ruang guru. Tris mengajak Elsa nonton berdua dengan maksud mengorek makna sajak itu.  Tapi alasan penulisan sajak itu, keluar begitu saja dari mulut Elsa, setelah disindir Tris. Akhirnya Tris tersadar dan Elsa pun senang. Bu Wiek masuk ruang guru saat mereka selesai berdialog. Bu Wiek pun mengoda Elsa. Bu Wiek percaya kepada Tris akan profesi yang diembannya.

Seorang demi seorang guru-guru datang. Hari ini bel masuk tetap dibunyikan tepat waktu. Hari ini, murid-murid tetap menunggu 10 menit sampai guru memasuki kelas. Hari ini, Tris mengajar tepat waktu seperti biasanya. Anak-anaknya tak pernah menggerutu walaupun di luar masih saja anak-anak kelas lain, menggerombol di depan pintu-pintu kelas mereka masing-masing, menunggu gurunya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , ,

Sajak Pendek untuk Pak Guru #8


Ringkasan Cerita #7

Seminggu Tris berdiam diri setelah membaca sajak Elsa. Membuat Bu Wien dan Bu Rismauli penasaran dan akhirnya ikut membaca juga sajak itu. Mereka terkejut dan memberi komen dengan emosi di depan Tris. Menarik perhatian Bu Sri dan Ia pun terlibat membahas makna sajak tersebut. Akhirnya merka tertawa sambil meninggalkan Tris sendiri, termenung.

Seperti biasa, Sabtu itu Tris, pagi-pagi sekali sudah tiba di sekolah. Memasuki ruangan, menuju ke meja kerjanya, berbenah diri, menyiapkan materi hari ini. Tidak biasanya, Elsa pagi ini sudah masuk ke ruang guru, langsung duduk di depan Tris. Tanpa awalan, langsung terjun.

~ ”Nanti malam jadi nonton ?” Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , ,

Sajak Pendek untuk Pak Guru #7


Ringkasan Cerita #6

Elsa memberikan amplop kepada Tris. Setelah selesai mengajar Tris membacanya hingga dua kali. Tulisan Elsa yang berupa sajak “tukang beca” membuat Tris tercenung untuk mencari apa yang tersirat di balik tulisan itu.

Ada seminggu Tris berdiam diri. Sekian lama, ia merasakan kehambaran hidup ini. Hari-hari mengajar dilewatinya dengan hati kosong. Gema yang bergelombang hidup dalam dadanya telah bubar. Tak ada lagi gemuruh di situ. Memandang wajah Elsa di saat kegiatan belajar mengajar berlangsung hanya menimbulkan muak saja. Tidak menarik lagi. Tidak seperti sebelumnya. Soalnya, sebelumnya itu ada gairah, karena ada yang mengikat. Rasa. Rasa itu sekarang sudah pergi bersama tukang beca. Kelasnya yang menjadi korban. Korban kepatahannya. Korban dendamnya. Predikat tukang beca benar-benar menimbukan akibat fatal bagi hidupnya, bagi karirnya sepanjang 20 tahun sebagai pembina pelajar. Alangkah tidak berartinya ia di pandangan Elsa. Tukang beca ! Selalu memburunya ! Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , ,

Tukang Beca


siang yang panas
lelah yang menggumpal
usai fisika, biologi, matematika
menumpuk di benak
menghajar habis-habisan

ah, bayang-bayang yang memburu
siang malam
dalam saat-saat yang terasa sangat panjang
menapaki aspal panas
siang yang begini
beca !

ternganga
terlontar jerit di luar kendali Pak Triiiiiiiiiis !
dalam hati tapi
terkunci lesu ditubuhku
abang beca menunggu
kemana, non ?
nggak bang !
berlalu
merintih

Bang,

wajahmu, pesonamu, sosok tubuhmu,
oh guru bahasa Indonesiaku !
kupandangi dengan hati dililit pelangi
Pak Tris ku membawa becanya
meluncur pelan
menuju arah sana

Filed under: Bahasa, Curhat, Poèmes, , , , , , , , , , , , , , ,

Sajak Pendek untuk Pak Guru #6


Ringkasan Cerita #5

Pementasan kreasi seni itu memang dapat diselenggarakan dengan baik meskipun sound system tidak mendukung. Hari-hari terus berlari. Semua menggelinding menuju arah sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tris sibuk dengan tugas-tugas keguruannya. Anak-anak sibuk dengan tugas-tugas menjelang semester genap, juga Elsa. Saat pembagian rapor. Elsa sudah nyelonong ke ruang guru langsung ke meja Tris yang baru saja selesai membagikan rapor di kelasnya. Tris meminta Elsa untuk menulis apa saja sesuai yang dirasakannya selama liburan.

Liburan semester telah habis. Hari pertama mengajar di semester genap terasa lain bagi Tris. Masih ada beberapa guru yang tidak hadir. Kegiatan belajar mengajar belum berjalan dengan mulus. Saat-saat sepi.

Tris sudah biasa menghadapi hal yang seperi ini. Jalan terus. Datang ke kelas.Kontrol kesiapan kelas. Absen. Siap. Mulai. Dua jam pelajaran penuh. Gairah anak-anak tetap hidup. Ini berkat penampilan Tris yang memang tetap tidak berubah. Tetap hidup. Tetap bersemangat. Mengimbas kepada anak-anak.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , ,

Sajak Pendek untuk Pak Guru #5


Ringkasan Cerita #4

Kelompok ”Aristra” pimpinan Darsono sudah siap menyelenggarakan gladi kotor di aula dalam angka mengikuti lomba penampilan kreasi seni antar SMU. Pak Tris diminta untuk memberi saran dan dorongan. Pak Tris pun mengiyakan. Semangat yang diberikan Pak Tris telah membakar jiwa kelompok ini. Namun Melihat perubahan Elsa, Pak Tris sadar akan tugasnya dan masih merasa dibebani Elsa.

Pementasan kreasi seni itu memang dapat diselenggarakan dengan baik. Atas nama Kepala Sekolah, Pak Tris memberikan sambutan. Mata Elsa berbinar. Tris memakai hem seperti yang dimintanya. Elsa sendiri tampil sebagai MC dengan baik. Seluruh penampilan telah menunjukkan kemampuannya berkreasi. Di luar dugaan yang tak tejangkau sebelumnya sound system jelek sekali. Hebatnya para penampil seperti sudah lebur dalam peran yang dipikulnya. Tampil total. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat, , , , , , , , , , , , , , ,

Halaman

Arsip

Tops Ten

Banner

banner cenya95

<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_2" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_2.jpg" alt="banner cenya95" width="200" height="129" /></a>
banner cenya95
<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_1" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_1.jpg" alt="banner cenya95" width="95" height="107" /></a>
%d blogger menyukai ini: