FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Diklat Bela Negara


Sejak reformasi bergulir, pendidikan bela negara berkurang porsinya, mulai dari pendidikan moral pancasila sampai pendidikan kewiraan, baik melalui pramuka maupun resimen mahasiswa. Jalur ini ada yang dihapus dan ada pula yang hanya diganti nama. Perubahan syah-syah saja, asal memperhatikan hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara.

Pada tahun 2008, para akademisi dan  pakar pertahanan membicarakan tentang pendidikan bela negara, diantaranya tercetus tentang pendirian universitas pertahanan dan sampai saat ini masih menjadi sebuah polemik. Ada baiknya kita lihat isi UU No. 3/2002 pasal 9. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, IBSN, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , ,

Fanatik dari Fanaticus


Fanatik berasal dari bahasa latin “fanaticus”.

Orang fanatik memiliki keteguhan hati yang kuat. Dapat dikatakan “Jatuh cinta pada pandangan pertama dan tidak mau pindah ke lain hati”. Tapi fanatik terhadap seseorang tidak selalu baik dan benar. Kenapa ? karena fanatik dapat menjerumuskan ke lobang kepahitan. Baik buruk seseorang dimatanya akan terlihat selalu baik. Pada wikipedia.co.id : Fanatisme adalah sebuah keadaan di mana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung menimbulkan perseteruan dan konflik serius. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, fanatisme juga berarti kesenangan yang berlebihan (tergila-gila, keranjingan). Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, cenya, Cerpen, Curhat, Diklat, IBSN, Indonésie, Jurnal, NaBloPoMo09, , , , , , , , , , , ,

Fungsi Organisasi


Banyaknya partai pada Pemilu 2009 membuat bingung para pemilih bahkan diperkirakan akan banyak warga NKRI ini yang tidak memilih (GOLPUT). Mereka paham atau tidak tentang politik tapi mereka harus tahu tentang organisasi dan pengawakannya. Dengan mengetahui tentang organisasi, diharapkan mereka dapat memilih partai yang berkompeten dan berkualitas. Partai yang berkompeten dan berkualitas pasti memikirkan pengawakan organisasinya. Hal ini dapat diketahui melalui visi, misi dan strategi yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut.
Bagaimana cara menganalisanya ? Baca entri selengkapnya »

Filed under: Indonésie, Organisasi, Pertahanan, , , , , , , , , , , ,

Perang, Konflik Bersenjata dan Damai


Secara implisit dalam pengertian perjuangan Nasional atau memperjuangkan kepentingan Nasional, tidak dapat dilepaskan dengan kemungkinan-kemungkinan adanya pertentangan kepentingan dengan bangsa lain, bahkan pula pertentangan kepentingan antar kelompok dalam tubuh bangsa sendiri. Dari sini timbullah situasi konflik. Penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan akomodasi, integrasi secara konsensus tanpa kekerasan. Banyak dilakukan dengan tekanan dan kekerasan, tidak terbatas selalu dengan kekerasan senjata, tetapi dengan bentuk-bentuk kekerasan yang meliputi bidang kehidupan, apakah politik, ekonomi, kebudayaan dan sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: IBSN, Indonésie, Pertahanan, Politik, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kepemimpinan… sejak reformasi bergulir


Sejak reformasi bergulir, sistem kepemimpinan di Indonesia tidak lagi sentralistik, tetapi sudah desentralistik, kenyataannya dalam Pilkada Tk. I, II maupun pilpres punya janji-janji masing-masing, yang notabene pemimpin daerah dan pemimpin nasional tidak satu suara, sehingga banyak menimbulkan ketimpangan-ketimpangan kepemimpinan, Bupati seakan sudah berdiri sendiri dan tidak tergantung lagi dari Gubernur dan instruksinya, demikian juga Gubernur tidak lagi ketergantungan komando presiden. Lihat saja struktur Departemen-departemen seperti pertanian, pendidikan dan lain-lain yang sudah tidak satu mata rantai lagi karena di daerah sudah dikendalikan oleh Bupati/Gubernur. Wali melalui dinas-dinasnya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, IBSN, Pertahanan, , , , , , , , , , , , , ,

Modernisasi Politik


Pembangunan politik sebagai bagian dari modernisasi senantiasa melibatkan ketegangan dan konflik secara terus menerus antara proses pembangunan dengan syarat-syarat agar system politik tetap pada keadaannya. Ketegangan maupun konflik tersebut merupakan sesuatu inheren dalam pembangunan, yang meliputi tuntutan akan persamaan, proses-proses diferensiasi serta kebutuhan akan kapasitas yang lebih besar. Merupakan suatu ha yang biasa bahwa setiap perubahan-perubahan pada dimensi persamaan, diferensiasi dan kapasitas/kemampuan dalam pembangunan akan mempengaruhi budaya politik elite dan massa, perubahan (smooth) dimana elite maupun massa terakomodasi dalam budaya-budayanya. Hal ini menunjukkan dinamika modernisasi masyarakat. Krisis mulai terjadi apabila budaya elite atau massa atau keduanya, menyebabkan ketegangan-ketegangan yang inheren, misalnya antara dimensi kapasitas dengan dimensi persamaan yang semakin membesar dan sangat terlihat sebagai suatu ancaman utama pemerintah atau rakyat maupun kedua-duanya.

 

Sejak tahun 1980-an, negara-negara berkembang di dunia terjadi kecenderungan disintegrasi maupun upaya untuk memajukan demokrasi untuk menghindari krisis disintegrasi. Upaya untuk mencegah disintegrasi bangsa akan lebih relevan dan actual melalui studi pembangunan politik, istilah lain dari pembangunan politik adalah pendidikan politik, pembaharuan politik, pengembangan politik, perubahan politik dan modernisasi politik. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, IBSN, Pertahanan, , , , , , , , , , ,

pengKaderan kePemimpinan yang diHarapkan


Munculnya orang-orang yang ingin menjadi pemimpin secara instant akibat dari pengkaderan kepemimpinan, saat ini, masih terdapat kelemahan dalam pelaksanaannya dan mereka tidak dapat memenuhi kriteria yang diharapkan sehingga dapat menimbulkan ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan. Hal ini dapat menimbulkan berbagai persoalan dalam pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Meskipun pemimpin telah memiliki tiga gaya kepemimpinan dalam mengambil keputusan yaitu pragmatisme, memiliki orientasi mencapai tujuan rasional (goal oriented), dan pertimbangan ideologi yang dianut.

Guna menentukan kebijaksanaan, strategi dan upaya dalam mengatasi kelemahan pelaksanaan pengkaderan kepemimpinan, kita harus memahami karakter kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan yaitu bersifat egaliter, kesetaraan, dan religius. Bersifat egaliter yaitu kepemimpinan yang menyatu dengan yang dipimpinnya. Pendekatan yang digunakan bukan pendekatan kekuasaan, apalagi kekuatan, melainkan dengan menempatkan diri sebagai penggerak, pendorong, dan panutan. Kesetaraan adalah penghayatan pimpinan terhadap ‘hakikat ke-Indonesia-an adalah keberagaman’, sehingga mapu bersikap anti diskriminatif, memberi perhatian, sentuhan dan perlakuan yang setara. religius berdasarkan Pembukaan UUD 1945 : “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa …” seorang pemimpin akan memiliki norma, etika dan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya bangsa. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Indonésie, Organisasi, Pertahanan, , , , , , , , , , , , , , ,

Kecenderungan Perkembangan Lingkungan Strategis


Menjelang Pemilu 2009, para kader pemimpin atau calon pemimpin bangsa harus memperhatikan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis. Lingkungan Strategis (baik pada tingkat global, regional maupun nasional) akan berpengaruh pada keseluruhan arah kebijakan politik luar negeri dan pertahanan nasional. Lingkungan strategis juga mempengaruhi pembangunan kemampuan diplomasi Indonesia, pembangunan kekuatan, serta kebijakan strategis yang akan diambil dan akan dioperasionalkan untuk menghadapi perubahan/dampak lingkungan strategis. Pemahaman atas lingkungan strategis ini sangat diperlukan untuk membangun postur pertahanan yang sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis, sekaligus dihasilkan kebijakan pertahanan yang mampu mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia. Oleh karena itu kecenderungan perkembangan global, regional dan nasional perlu diperhatikan untuk pengkaderan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan.

Pengaruh dari fenomena lingkungan strategis dapat digunakan untuk mencari peluang yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pengkaderan kepemimpinan untuk mewujudkan pertahanan nasional. Di sisi lain, perlu dicermati pula kendala-kendala yang dapat menghambat upaya pengkaderan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan. Kendala-kendala tersebut harus segera dieleminir agar tidak mengganggu proses pengkaderan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Indonésie, Pertahanan, , , , , , , , , , , , , , , ,

Halaman

Arsip

Tops Ten

Banner

banner cenya95

<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_2" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_2.jpg" alt="banner cenya95" width="200" height="129" /></a>
banner cenya95
<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_1" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_1.jpg" alt="banner cenya95" width="95" height="107" /></a>
%d blogger menyukai ini: