FAITES COMME CHEZ VOUS

Beramal dengan ilmu dan pengalaman mulai dari rencana, organisasi, kontrol sampai evaluasi. Diharapkan dapat mencerdaskan bangsa demi negara tercinta, NKRI. Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Komponen Cadangan di Negeri seberang


Komponen cadangan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Di negara lain, secara umum fungsi komponen cadangan dibagi menjadi: fungsi mobilisasi dan fungsi non-mobilisasi. Pola pengangkatan komponen cadangan yang umum dilakukan adalah pertama, enlistment, yaitu kewajiban bagi mereka yang memenuhi syarat kesehatan dan syarat-syarat lainnya. Kedua, recruitment melalui pendaftaran secara sukarela.
Beberapa konsep komponen cadangan dari negeri seberang, sebagai bahan perbandingan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Pertahanan, Sejarah, , , , , , , , , , , , , , , , ,

UU No. 20/1982 Vs UU No 3/2002


Gambar Perbandingan Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 dan Undang-Undang No. 3 Tahun 2002. Bagan hasil olahan dari Beni Sukadis & Eric Hendra. “Dinamika Hubungan Sipil-Militer dan Pertahanan Semesta” dan Kusnanto Anggoro. “Menguraikan Pertahanan: Struktur Teritorial, Demokrasi dan Pertahanan Non Militer” dalam buku naskah Sishanneg, Ditjen Pothan Dephan R.I  hlm. xii dan 14. sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, Indonésie, Pertahanan, , , , , , , , , ,

Laskar Rakyat dalam Sejarah Perang Nasional


Perang kemerdekaan 1945 adalah masa ketika bangsa Indonesia mulai mengorganisasikan angkatan perangnya untuk melawan kaum imperialis. Dalam kaitan ini, laskar-laskar rakyat berada dalam garda terdepan perjuangan, sekaligus cikal bakal tentara nasional yang memiliki daya juang tangguh dan loyalitas tinggi terhadap republik. Pada masa revolusi kemerdekaan, semua komponen bangsa terlibat dalam perjuangan perang semesta melawan kekuatan penjajah, meski keterlibatan warga sipil dalam perang kemerdekaan tersebut amat tergantung pada kemauan dan kesukarelaan mereka sendiri (R. Soebijono. Wadjib Militer (Jakarta: Penerbit Djambatan. tt)., hlm. 26.)

Gagasan tentang pelibatan warga sipil sebagai salah satu komponen perang sendiri dapat dilacak pada saat Perang Dunia I, ketika era penjajahan Belanda. Pada saat itu, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda merencanakan wajib militer (hulplenger) untuk warga sipil dalam rangka menghadapi perang. Namun karena alasan keuangan, wajib militer ini ditangguhkan. Penangguhan tersebut juga disertai alasan lain. Pemerintah kolonial khawatir bila wajib militer terselenggara, secara tidak langsung memberikan pendidikan militer bagi para bumiputera. Tentu saja hal tersebut dipandang dapat menggoyahkan sistem kekuasaan kolonial Belanda.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, Pertahanan, Sejarah, , , , , , , , , , , ,

Hasil Rakornis Diklat masih Tanda Tanya


Badiklat Dephan sebagai eselon pelaksana Dephan mempunyai tugas dan fungsi pengkajian serta melaksanakan diklat untuk memenuhi tuntutan kebutuhan organisasi di lingkungan Dephan, Mabes TNI, dan Angkatan. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Badiklat adalah Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Diklat. Rakornis ini diperlukan karena diklat merupakan upaya secara sadar, teratur, dan bertahap dalam rangka meningkatkan kemampuan personel baik kepribadian, keterampilan maupun pengetahuannya sehingga mampu berperan dan mengemban tugas sebagai personel yang profesional, efektif dan efisien. Dan Rakornis Diklat sebagai tindak lanjut dari Direktif Menhan.

Banyak permasalahan yang muncul pada Rakornis Diklat mulai dari tataran kewenangan dalam pengelolaan Diklat sampai dengan kendala yang dihadapi PNS dari sebelum sampai dengan sesudah mengikuti Diklat. Rakornis ini menghasilkan pokok-pokok pikiran tentang pengelolaan diklat. Namun semuanya itu hanya sebagai usulan kepada Pimpinan dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Semoga usulan tersebut dapat perhatian dari Pimpinan dan ditindaklanjuti… Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, Diklat, Jurnal, Pertahanan, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bahan Renungan ttg Mutu Pendidikan


Tulisan “Mutu Pendidikan : Silau Kemilau Olimpiade Sains” berikut ini sebagai bahan perenungan untuk masa depan pendidikan di NKRI.

Semoga bermanfaat. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, Diklat, IBSN, , , , , , , , , , , , ,

Perhitungan Kebutuhan Pelatih


Ketersediaan jumlah pelatih yang cukup dalam pelatihan adalah hal yang sangat penting agar pelatihan dapat dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien. Beban kerja tahunan (lamanya waktu pemberian pelatihan) bagi seorang pelatih adalah minimal 990 jam pertahun. Hal ini berarti 22 jam perminggu selama 45 minggu dalam setahun. Waktu tersisa pada tahun/minggu tersebut dapat digunakan untuk cuti, penyiapan pelajaran, pengaturan pelatihan, urusan pribadi, dll.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, Diklat, Evaluasi, IBSN, , , , , , , , , , , , ,

Diklat : Format Kurikulum Pelatihan


Konsep untuk apa melatih dapat disebut analisa kebutuhan pelatihan. Analisa kebutuhan pelatihan membantu para pengambil keputusan untuk menentukan apakah pelatihan bisa menjadi solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah personalia atau produksi atau kapabilitas. Sementara pelatihan dianggap tepat untuk mengatasi masalah kapabilitas seperti perlunya keahlian baru atau keahlian tambahan, untuk masalah personalia atau produksi ada solusi manajemen alternative seperti mengganti kondisi kerja.

Kebanyakan para perancang pelatihan setuju dengan perlunya mengadakan analisa kebutuhan sebelum mengembangkan suatu pelatihan. Sebuah analisa yang dilaksanakan dengan baik dapat mengidentifikasi tugas-tugas yang perlu dilaksanakan oleh tenaga kerja dan kebutuhan akan pelatihan di masa depan. Dari data ini sebuah pelatihan dapat dikembangkan agar dapat mengajarkan pengetahuan, keahlian dan sikap-sikap yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Article, Diklat, IBSN, , , , , , , , , , , , , , ,

Evaluasi Program Pelatihan


Tulisan ini hanya sekedar berbagi ilmu dan untuk menjawab pencarian para pengunjung yang telah mengklik search di sini, tentang evaluasi program pelatihan. Semoga bermanfaat.

Sebuah program diklat dapat dievaluasi untuk melihat seberapa baiknya sasaran diklat dicapai. Efektifitas program dapat diukur berdasarkan pada apakah tujuan-tujuan tersebut tercapai. Sebagai contoh, apakah peserta pelatihan belajar sebanyak mungkin sesuai kemampuan mereka ? Apakah mereka belajar secepat mungkin sesuai kemampuan mereka ? Apakah ada metode yang lebih baik untuk pelatihan mereka ? Ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan secara tepat mengevaluasi program pelatihan anda. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Diklat, Evaluasi, IBSN, , , , , , , , , , , , , , ,

Halaman

Arsip

Mutiara

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Tops Ten

Banner

banner cenya95

<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_2" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_2.jpg" alt="banner cenya95" width="200" height="129" /></a>
banner cenya95
<a href="https://cenya95.wordpress.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-2493" title="banner cenya95_1" src="https://cenya95.files.wordpress.com/2009/05/banner-cenya95_1.jpg" alt="banner cenya95" width="95" height="107" /></a>
<span>%d</span> blogger menyukai ini: