Ini lah akhir cerita yang benar. Bukan alternatif lagi.
”Hari-hari menapak dengan pasti. Elsa telah bangkit dari putaran kemelut yang menggulung dirinya. Ia melangkah maju dengan pasti.
Berhasil ! Read the rest of this entry »
Filed under: Cerpen, Jurnal , Art, cenya, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, Informasi, Jurnal, moral, NaBloPoMo09, pendidik
Untuk keselamatan bersama, dan sekalian ingin menjewer kuping Tris yang tampak sok percaya diri, sedikit menyombong, sok baik, sok selalu menang itu, saya buat akhir cerita itu begini. Pendek saja.
”Hari-hari berlalu seperti biasa. Elsa lulus UN dan SPMB. Tris bahagia. Tugasnya selesai PR itu telah dikerjakannya dengan baik, rapi dan bersih. Dibuku agendanya dicantumkannya kalimat pengunci sebuah kasus : ~ ”Selamat jalan Elsa.”
Sementara itu di kamarnya yang sejuk, sambil mendengarkan lagu-lagu kelompok Scorpion, Elsa menulis di buku hariannya. Read the rest of this entry »
Filed under: Cerpen, Jurnal , Art, cenya, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, Informasi, Jurnal, moral, NaBloPoMo09, pendidik
Merasa diancam seperti itu (baca di sini) saya mengalah, oleh karena itu akhir cerita saya ubah menjadi begini :
”Elsa lulus UN dan SPMB. Kagum dan kolokannya pada Tris ternyata membakar dirinya. Tak mampu lagi, ia menghindar dari bayang-bayang Tris yang selalu mendekapnya dimana-mana. Hari-hari dilaluinya dengan kebahagiaan yang meluap-luap karena ia tahu tidak bertepuk sebelah tangan. Memang, Tris ternyata juga tak mampu lagi melepaskan diri dari Elsa yang cantik dan ceria itu. Cinta telah tumbuh dan bersemi. Keduanya lalu sering bertemu, memadu kasih. Di luar jam-jam mengajar Tris selalu meluangkan waktu untuk mengecap kebahagiaan hidup bersama Elsa. Ke Ancol pada malam-malam yang terasa selalu indah, walau hujan sekalipun. Kan ada Elsa ? Kan ada Kijang Komando ? Peduli amat dengan hujan ! Read the rest of this entry »
Filed under: Cerpen, Jurnal , Art, cenya, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, Informasi, Jurnal, moral, NaBloPoMo09, pendidik
Sikap Elsa kepada Tris melukai hati saya. Sebagai keputusan saya, akhir cerita itu saya buat begini, tapi sebelum dilanjutkan ada baiknya membaca ringkasan berikut, sebagai pembangkit ingatan akan cerita sebelumnya. Read the rest of this entry »
Filed under: Cerpen, Jurnal , Art, cenya, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, Informasi, Jurnal, moral, NaBloPoMo09, pendidik
Ringkasan Cerita #8
Pagi-pagi, Tris dan Elsa sudah terlibat percakapan yang serius di ruang guru. Tris mengajak Elsa nonton berdua dengan maksud mengorek makna sajak itu. Tapi alasan penulisan sajak itu, keluar begitu saja dari mulut Elsa, setelah disindir Tris. Akhirnya Tris tersadar dan Elsa pun senang. Bu Wiek masuk ruang guru saat mereka selesai berdialog. Bu Wiek pun mengoda Elsa. Bu Wiek percaya kepada Tris akan profesi yang diembannya.
Seorang demi seorang guru-guru datang. Hari ini bel masuk tetap dibunyikan tepat waktu. Hari ini, murid-murid tetap menunggu 10 menit sampai guru memasuki kelas. Hari ini, Tris mengajar tepat waktu seperti biasanya. Anak-anaknya tak pernah menggerutu walaupun di luar masih saja anak-anak kelas lain, menggerombol di depan pintu-pintu kelas mereka masing-masing, menunggu gurunya. Read the rest of this entry »
Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat , arts, Bahasa, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, kasih, moral, NaBloPoMo09, pelajaran, pendidik, sayang
Ringkasan Cerita #7
Seminggu Tris berdiam diri setelah membaca sajak Elsa. Membuat Bu Wien dan Bu Rismauli penasaran dan akhirnya ikut membaca juga sajak itu. Mereka terkejut dan memberi komen dengan emosi di depan Tris. Menarik perhatian Bu Sri dan Ia pun terlibat membahas makna sajak tersebut. Akhirnya merka tertawa sambil meninggalkan Tris sendiri, termenung.
Seperti biasa, Sabtu itu Tris, pagi-pagi sekali sudah tiba di sekolah. Memasuki ruangan, menuju ke meja kerjanya, berbenah diri, menyiapkan materi hari ini. Tidak biasanya, Elsa pagi ini sudah masuk ke ruang guru, langsung duduk di depan Tris. Tanpa awalan, langsung terjun.
~ ”Nanti malam jadi nonton ?” Read the rest of this entry »
Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat , arts, Bahasa, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, kasih, moral, NaBloPoMo09, pelajaran, pendidik, sayang
Ringkasan Cerita #6
Elsa memberikan amplop kepada Tris. Setelah selesai mengajar Tris membacanya hingga dua kali. Tulisan Elsa yang berupa sajak “tukang beca” membuat Tris tercenung untuk mencari apa yang tersirat di balik tulisan itu.
…
Ada seminggu Tris berdiam diri. Sekian lama, ia merasakan kehambaran hidup ini. Hari-hari mengajar dilewatinya dengan hati kosong. Gema yang bergelombang hidup dalam dadanya telah bubar. Tak ada lagi gemuruh di situ. Memandang wajah Elsa di saat kegiatan belajar mengajar berlangsung hanya menimbulkan muak saja. Tidak menarik lagi. Tidak seperti sebelumnya. Soalnya, sebelumnya itu ada gairah, karena ada yang mengikat. Rasa. Rasa itu sekarang sudah pergi bersama tukang beca. Kelasnya yang menjadi korban. Korban kepatahannya. Korban dendamnya. Predikat tukang beca benar-benar menimbukan akibat fatal bagi hidupnya, bagi karirnya sepanjang 20 tahun sebagai pembina pelajar. Alangkah tidak berartinya ia di pandangan Elsa. Tukang beca ! Selalu memburunya ! Read the rest of this entry »
Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat , arts, Bahasa, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, kasih, moral, NaBloPoMo09, pelajaran, pendidik, sayang
Ringkasan Cerita #5
Pementasan kreasi seni itu memang dapat diselenggarakan dengan baik meskipun sound system tidak mendukung. Hari-hari terus berlari. Semua menggelinding menuju arah sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tris sibuk dengan tugas-tugas keguruannya. Anak-anak sibuk dengan tugas-tugas menjelang semester genap, juga Elsa. Saat pembagian rapor. Elsa sudah nyelonong ke ruang guru langsung ke meja Tris yang baru saja selesai membagikan rapor di kelasnya. Tris meminta Elsa untuk menulis apa saja sesuai yang dirasakannya selama liburan.
…
Liburan semester telah habis. Hari pertama mengajar di semester genap terasa lain bagi Tris. Masih ada beberapa guru yang tidak hadir. Kegiatan belajar mengajar belum berjalan dengan mulus. Saat-saat sepi.
Tris sudah biasa menghadapi hal yang seperi ini. Jalan terus. Datang ke kelas.Kontrol kesiapan kelas. Absen. Siap. Mulai. Dua jam pelajaran penuh. Gairah anak-anak tetap hidup. Ini berkat penampilan Tris yang memang tetap tidak berubah. Tetap hidup. Tetap bersemangat. Mengimbas kepada anak-anak.
Read the rest of this entry »
Filed under: Bahasa, Cerpen, Curhat , arts, Bahasa, Cerpen, Curhat, Etika, faites comme chez vous, guru, IBSN, kasih, moral, NaBloPoMo09, pelajaran, pendidik, sayang
Penggagas